Alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu,

Maa Angku Azmi Dt,Bagindo nan kami muliakan,

Kok buliah ambo batanyo dalam kasus pambarian gala baru ko, apo sajo
"hak-hak adat atau yang disebut sako jo pusako"     nan alah dibarikan
ka Datuk nan baru ko?

Trimo kasih.

Salam,
Sjamsir Sjarif

--- In [email protected], azmi abu kasim azmi abu kasim
<azmi_libra_kencana@...> wrote:
>
>
>
>
>
> Assalamalikum W.W.
> Angku2/Bapak2/Ibu2 /Dunanak dipalanta nan ambo hormati
> Dibawah ko ambo kirimkan tulisan ambo yang berkaitan dengan pemberian
gelar adat yang diberikan tidak pada tempatnya, semoga ada manfatnya,
dan mohon maaf jika ada yang kurang pada tempatnya, dan terima kasih
ateh sagalo pehtian.
> Wassalam,
>
>
> GELAR ADAT
>
> DIBERIKAN  TIDAK  PADA
>  TEMPATNYA
>
>
>
>              Pada hari Rabu tanggal 28 Juni
> pukul  09,03 pagi ambo mendapat SMS dari
> Bapak Wali Nagari Pasia Bukittinggi Bapak Asrafery, yang isinya adalah
> menyampaikan berita duka cita, bahwa
> telah berpulang ke alam akhir Bapak Wisran Hadi (66 tahun) di Lapai
> Padang, pada jam 07,30 pagi tgl 28 /6/11 beliau terima dari bapak
Darman Moenir
> dan beliau meneruskan kepada ambo. Lansung ambo baleh SMSnya, dengan
menyatakan
> atas nama Lembaga Adat Kebudayaan Minangkabau (LAKM) Jakarta, turut
> berduka cita yang sedalam-dalamnya dan kita mendoakan semoga arwah
beliau di
> terima di sisi Allah, di terima segala amal kebaikan dan di maafkan
segala kekilapannya.
> Kemudian ambo susul dengan telepon kepada Bapak Asrafery dengan
menyatakan
> bahwa kita sangat kehilangan atas kepergian beliau.
>
>
>
> Penghulu Padang Manjagoan Ula Lalok.
>
>
>
> Bebarapa hari sebelumnya, sebenarnya kita telah di
> kejutkan  oleh tulisan beliau Bapak
> Wisran Hadi, yang di muat di harian Singalang dan di tulis di milis
nangko. Tulisan  diberi judul "Penghulu Padang Manjagoan Ula
Lalok" hal tersebut berkaitan dengan
> adanya pemberian  gelar Datuak olek KAN
> niniak mamak nan salapan suku di Padang, beserta Bundo Kandung, yang
diberikan kepada orang non Islam.
>
>
> Kami atas nama pribadi, sangat sepandapek
> dengan beliau Alm Bapak Wisran Hadi, bahwa hal ini merupakan kesalahan
besar
> yang dapat mengkaburkan nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak
Basandi
> Kibullah, (ABS-SBK), yang merupakan jati diri masyarakat Minangkau.
> Yang mana bahwa masyarakat Minangkabau telah sepakat, menganut Agama
hanya
> satu-satunya adalah Agam Islam, setiap orang Minang itu pasti Islam
apalagi nan
> bagala Datuak atau Penghulu. Jika ada orang Minang yang berpindah
Agama, baik bagala Datuak atau Sutan, maka
> dia secara otomatis keluar dari orang Minang,
> atau dia bukanlah orang Minang lagi, tetapi hanyalah orang Sumatera
> Barat.
>
> Menerut pendapat kami pemberian gelar tersebut adalah
> pelecehan : Yang pertama, pelecehan terhadap yang menerima, karena dia
> menerima sesuatu yang tidak dapat di manfaatkan. Hal ini sama dengan
menerima
> cek kosong tidak dapat di uangkan, dalam pepatah adat disebutkan
"berdiri
> penghulu sepakat kaum" sedang dia sendiri tidak punya kaum, lalu
siapa
> yang mengangkatnya?
>
> Yang
> kedua, pelecehan terhadap
> nilai-nilai adat itu sendiri, jangankan gelar yang diberikan kepada
orang non
> Islam. Sedangkan orang Minangkabau sendiri yang telah di beri gelar,
apakah itu
> gelar datuak, atau gelar yang lain, apabila dia berpindah agama dari
agam
> Islam, maka gelar yang di telah di berikan kepadanya di cabut kembali,
begitu
> juga seluruh hak-hak adat atau yang disebut sako jo pusako, dan
kepadanya
> diberikan sanksi adat dengan dibuang sepanjang adat.
>
> Yang
> ketiga, pelecehan terhadap yang
> memberi, karena mereka telah melakukan sesuatu yang bertentangan
dengan aturan
> adat  nan sabatang panjang, yaitu "Adat
> Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS-SBK) yang berlaku
di
> seluruh Minangkabau. Masyarakat Minangkabau  menjunjung tinggi nilai
yang terkandung di dalamnya.
> Ini sangat berbahaya karena  pemberian
> ini berarti telah memberikan peluang kepada  pihak Agama lain untuk
masuk kedalam tatanan
> Adat Minangkabau, hal ini tentu tidak dapat di biarkan. Kita belum
tahu apa
> alasan pemberian tersebut, apa ada unsur kesengajaan atau mungkin
beliau-beliau
> itu lupa, dalam hal ini  perlu ada
> kejelasan. Kalau Bulando bapaga basi, Minangkabau bapaga Adat, maka
sekarang
> paga itu yang telah dibuka oleh orang dalam sendiri, jadi jalan tidak
dianjak
> urang lalu, cupak indak dirubah urang manggalek, tetapi urang dalam
sendiri nan
> maasak jalan dan nan marubah cupak,  mako
> sehubungan dengan hal tersebut diatas, bersama ini ambo manyarankan
sebagai
> berikut :
>
>
>
> (1)   Kiranya KAN niniak mamak nan salapan suku nagri
> Padang berserta Bundo Kandung, dapat mengadakan koreksi kembali dengan
> pertimbangan dan mengkaji melarat dan manfaatnya, tentu lebih banyak
melarat
> dari manfaatnya dan kemudian mencabut kembali pemberian gelar
tersebut, dan
> selanjut membuat pernyataan maaf melalui media cetak kepada seluruh
masyarakat
> Minangkabau
>
> (2)   Kepada yang menerima gelar tersebut, kiranya dengan
> jiwa besar, dapat membuat pernyataan, mengembalikan gelar tersebut
kepada KAN
> salapan suku di Padang. Dengan alasan, lebih banyak mudaratnya dari
pada
> manfaatnya, dan kemudian membuat pernyataan maaf melalui media cetak
kepada
> seluruh masyarakat Minangkabau
>
> (3)   Kepada seluruh masyarakat Minang yang terkait,
> terutama para pemuka dan pemangku Adat, kiranya dapat lebih
berhati-hati untuk dimasa
> datang, sehingga hal seperti ini tidak terulang kembali
>
> (4)   Kepada pihak luar yang tidak terkait dan tidak berhak
> dan tidak ada hubungan dengan garis keturunan system matrilineal
Minagkabau, kiranya
> dapat lebih berhati-hati, terhadap iming-iming pemeberian gelar
tersebut, karena
> hal terbut jelas-jelas tidak ada manfaatnya bagi pihak luar.
>
> Demikianlah
> semetara yang dapek ambo sampaikan, dan tentu kito berharap ado
ketegasan dari
> LKAAM Sumbar, dan pendapek dari Gebu Minang, karena ini  juga
menyangkut soal Budaya, dan selanjutnyo
> jika ada yang kurang pada tempatnya ambo mohon maaf, dan terima kasih
ateh
> sagalo perhatin
>
>
>
> Wasslam,
>
>
>
> Azmi
> Dt,Bagindo (59 th)
>
> Sekum
> LAKM Jkt.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke