MAKAN BAJAMBA TAK SESUAI RENCANA
Minggu, 03 Juli 2011 01:40

PADANG, HALUAN - Festival Siti Nurbaya Kota Padang, yang baru pertama kali 
digelar, berlangsung meriah. Festival ini dibuka oleh Mumun Muslim, Dirjen 
Nilai Budaya, Seni dan Film dari Kemen-terian Budaya dan Pariwisata
(Kemenbudpar) bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar Burhasman 
Bur serta Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, yang ditandai dengan 
pemu-kulan Gandang Tasa, Sabtu (2/7), di depan Taman Budaya
Provinsi Sumatera Barat.

Mumun Muslim mengatakan, Siti Nurbaya adalah cerita legenda yang telah terkenal 
di seluruh Indonesia. Novel Siti Nurbaya karya Marah Rusli terus hidup bersama 
kenangan yang tidak saja sekadar kisah haru, tapi juga menggambarkan dimensi 
kehidupan manusia yang kompleks.

"Tidak hanya novel, tapi film dan sinetron Siti Nurbaya juga disukai banyak 
orang. Walaupun dibaca, dilihat dan didengar berkali-kali, tapi pembaca dan 
penonton Siti Nurbaya tidak pernah bosan," ujar Mumun.

Mumun berharap, festival ini bisa menginspirasi banyak orang untuk
meningkatkan kreativitas dalam bidang seni dan budaya, serta munculnya 
pemikiran baru yang bisa menjaga nilai-nilai  budaya dan menerapkannya dalam 
masa keki-nian. "Dalam festival ini saya juga berharap lahirnya Marah Rusli 
lainnya atau tokoh-tokoh baru yang bisa menciptakan karya yang bisa dikenang 
banyak orang sepanjang masa."

Festival ini disemarakkan dengan "ritual" makan bajamba yang meru-pakan salah 
satu tradisi Minangkabau. Tampak aparat di lingkungan Pem-prov Sumbar dan Kota 
Padang berbaur dengan masyarakat makan bajamba. Sesuai rencana makan bersama 
ini dilakukan secara bajam-ba, namun tidak tersedianya lokasi untuk makan 
bajamba membuat makanan itu ditempatkan di beberapa meja yang saling terpisah.

Tak tersedianya lokasi makan bajamba juga membuat acara makan bersama jadi 
tidak teratur. Ada masyarakat yang hanya makan jamba saja tanpa nasi, bahkan 
ada yang makan sambil berdiri. Namun kondisi tersebut tetap membuat suasana 
meriah, karena ratusan masyarakat yang hadir telah larut dalam pesta itu.

Jamba tersebut dibawa oleh 104 bundo kanduang dari 104 kelurahan di 11 
kecamatan di Kota Padang, yang diarak dari pintu gerbang Taman Budaya bagian 
depan menuju gerbang bagian belakang dengan melintasi Jalan Pancasila Padang. 
Tampaknya panitia tak siap dengan tetek bengek makan bajamba itu.

Selain disemarakkan arak-arakan jamba, juga hadir belasan bendi yang dihias 
sedemikian rupa juga ikut meramaikan acara ini. Masing-masing bendi itu dinaiki 
oleh nominator lomba pemilihan Siti Nurbaya dan Syamsul Bahri. Tari kolosal 
bertajuk Gunung Padang, yang merupakan tempat pemakaman Siti Nurbaya
juga tak ketinggalan ikut berpartisipasi memeriahkan acara.

Namun sayangnya, aktris Gusti Randa yang memerankan tokoh Syamsul Bahri dalam 
film Sitti Nurbaya tidak hadir pada acara pembukaan itu. Padahal sebelumnya, 
Gusti Randa telah menghubungi panitia untuk memastikan kedatang-annya pada saat 
pembukaan festival ini. Sementara aktris Novia Kolopa-king pemeran Sitti 
Nurbaya dan aktor Him Damsyik pemeran Datuk Maringgih juga tak datang.

Selain maarak jamba dan pawai bendi, Festival Siti Nurbaya yang akan 
berlangsung  hingga 9 Juli 2011 juga akan menghadirkan lomba baju kuruang 
basiba, festival randai, lomba manggi-liang lado, lomba kukua karambia, lomba 
maelo pukek, festival nyanyi minang, lomba juice pinang, lomba sandal 
tampu-ruang dan lomba malamang. (h/wan)

http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=634
8:makan-bajamba-tak-sesuai-rencana&catid=1:haluan-padang&Itemid=70



Wassalam
Nofend | 34+ | Cikasel

Sent from Pinggiran JABODETABEK®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke