Kegemilangan INS Kayutanam adalah nostalgia masa lalu. Konsep perguruan yg berusaha mempertahankan konsep pendirinya, menurut saya sudah out of date. Kalau saya tidak salah, Inyiak Pii mendirikan sekolah ini saisuak utk mewujudkan politik non kooperasi dgn pemerintah kolonial Belanda. Kalau konsep ini diteruskan, kan sudah tidak cocok. Zaman kan sudah jauh berubah.
Pendidikan itu mahal. Mendirikan sekolah dgn modal cekak bakal menjadi kerakap
tumbuh di batu. Apalagi dengan manajemen amburadul dan konsep yg tidak
realistik. Sebagai Pengawas SMP/SMA, saya pernah memeriksa sekolah ini awal
tahun 1990 bersama tim saya. Kesimpulan saya waktu itu, sekolah ini salah urus.
AA Navis alm yg menjadi ketua yayasan waktu itu adalah figur otoriter yg
bertindak lebih dari seorang kepala sekolah mencikaraui teknis pengajaran dan
cikaraunya itu membuat kepala sekolah yg sarjana pendidikan tidak bisa
mengembangkan konsep pendidikan yang benar. Akhirnya kepala sekolah ini
menyerah. Bahkan nama besar alm. Sunariaman Mustafa, figur yg berhasil membuat
SMA Landbouw BT berkibar di tingkat nasional dan sekian tahun menjadi kepala
bidang pendidikan di kanwil depdikbud Sumbar, gagal membawa sekolah ini ke
tingkat yang diinginkan banyak pembesar.
Orang besar tingkat nasional yg ikut mengurus sekolah ini sejak sekian tahun
yang lalu, diperkuat oleh orang besar lokal termasuk bupati Padang Pariaman
waktu itu, tidak banyak bisa merubah keadaan. Karena yg diperlukan sekolah ini
adalah site action bukan hanya dukungan jarak jauh.
Salam
mak Sati (L. 74+4+6)
asa Galuang, Sungai Pua, Agam, suku Koto
Jl. Sitawa 25, Tabiang
0812 6600 639 Halo
0821 70 223 253 Simpati
0852 63000 868 As
0857 6652 6776, IM3
0819 4757 6979, XL
----- Original Message -----
From: Hambo Ciek
To: Jacky Mardono Tjokrodiredjo
Cc: [email protected]
Sent: Thursday, July 07, 2011 3:18 PM
Subject: Re: Trs: Re: [R@ntau-Net] INS KAYUTANAM: KEGIGIHAN ANGKU M. SJAFEI
Oh Pak Jacky, saya baru lihat tembusan email ke Jalur Pribadi ini
sesudah saya replied di Situs Lapau; silakan baca di Lapau. Semoga Pak Jacky
maklum.
Saya pengagum Inyiak Pi'i (panggilan Kesayangan kami kepada beliau)
sejak saya di SGA-Negeri Payakumbuh 1952-55. Dalam pengembaraan kami di Rimba
Sumatra, 1958, saya sempat berjumpa peribadi dengan beliau; di suatu surau
dipinggir hutan kami berdua saja sembahyang zuhur, dikurung hujan lebat selama
dua jam. Pembicaraan pribadi di surau itu dan perjalanan kami pulang sesudah
hujan reda, ke tempat inap memperdalam kekaguman saya kepada beliau.
Tahun 2002 saya diserahi pula oleh Dewan Penyantun INS (di Jakarta)
untuk melihat "perkembangan" INS di Kayutanam waktu itu. Impresi sedih, suasana
mencengkam, muridnya hanya 13 orang, perpustakaannya kosong buku. Kampusnya
luas menurut standar daerah, kolam renangnya kering tak terurus. Saya sempat
interview AA Navis dan Sunarianam (keduanya sekarang alm) mantan Kepala INS, di
Padang, dan mantan Bupati Muslim Kasim, di Pariaman, serta beberapa penduduk
Kayutanam yang kebetulan ada di kampus waktu itu.
Salam,
-- Sjamsir Sjarif
PS Baik saya cckan juga reply ini ke Lapau
--
.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
<<clip_image002.jpg>>
