Sato ciek. 
Dulu memang non koperasi dengan penjajah. Sekarang tentu tidak, kecuali ada 
penjajah lain yang datang.
Konsep dasar pengajaran Engku Sjafei menurut yang saya tangkap menjadikan semua 
buah manis. Jangan berharap buah mangga dari pohon rambutan. Pohon rambutan 
tentu membuahkan rambutan. Yang penting buah rambutan itu harus manis, demikian 
pula buah-buah yang lain.

Jadi talenta anak didik yang dikembangkan.

Prinsip dan filosofi INS konon diambil oleh Institut Mara di Malaysia, sekarang 
sudah menjadi universiti. Waktu Pak Azwar Anas masih menjadi menteri, beliau 
diundang ke Malaysia. Beliau ditanya bagaimana sistim pendidikan di Indonesia. 
Karena beliau tidak menggeluti bidang pendidikan tentu tidak dapat menjawab 
dengan pas. Lalu mereka menjelaskan bahwa sistim INS mereka ambil, setelah 
memelajari sistim yang ada di Indonesia. Mereka tidak mencotoh perguruan Taman 
Siswa.

Saya setuju pendapat Mak Sati bahwa INS pernah dipimpin secara otoriter. 
Belakangan gaya ini ada pula yang meneruskan sehingga mengganggu kreativitas 
penyelenggara di lapangan.

Pak Emil Salim dan Pak Farid Moeloek sekarang sedang berusaha menghimpun 
potensi untuk membangun kembali kejayaan masa lampau. Sayang sistim pendidikan 
yang merupakan assets nasional ini hilang begitu saja.

Kelemahan-kelemahan di lapangan yang Mak Sati sinyalir memang sudah diketahui 
oleh para pembina dan pengurus. Minggu yang lalu Pak Tjiptono Darmadji, pemilik 
hotel The Hill Bukit Tinggi datang meninjau ke Kayutanam yang didampingi oleh 
Prof Dr Farid Moeloek dan Prof Dr Nila Moeloek dan beberapa orang pengurus 
termasuk Pak Suherman dan Pak Yohanes Dahlan.

Banyak yang tidak paham dengan INS Kayutanam. Pernah INS terposisi sebagai 
sekolah tukang-tukang, padahal tidak. Positioning INS sekarang sudah mulai 
berubah. INS tidak  sama dengan SMA Nusantara. Ibarat bangunan, lulusan INS 
diharapkan tidak kokoh saja tetapi juga indah luar dan dalam.  

Salam,

Muchlis Hamid, 65, dari Solok, tingga di Jakarta.



________________________________
From: Sjamsir Alam <[email protected]>
To: [email protected]; Jacky Mardono Tjokrodiredjo 
<[email protected]>
Cc: [email protected]
Sent: Friday, July 8, 2011 6:40 AM
Subject: Re: Trs: Re: [R@ntau-Net] INS KAYUTANAM: KEGIGIHAN ANGKU M. SJAFEI


 
Kegemilangan INS Kayutanam adalah nostalgia masa lalu. Konsep perguruan yg 
berusaha mempertahankan konsep pendirinya, menurut saya sudah out of date. 
Kalau 
saya tidak salah, Inyiak Pii mendirikan sekolah ini saisuak utk mewujudkan 
politik non kooperasi dgn pemerintah kolonial Belanda. Kalau konsep ini 
diteruskan, kan sudah tidak cocok. Zaman kan sudah jauh berubah.
 
Pendidikan itu mahal. Mendirikan sekolah dgn modal 
cekak bakal menjadi kerakap tumbuh di batu. Apalagi dengan manajemen amburadul 
dan konsep yg tidak realistik. Sebagai Pengawas SMP/SMA, saya pernah 
memeriksa sekolah ini awal tahun 1990 bersama tim saya. Kesimpulan saya waktu 
itu, sekolah ini salah urus. AA Navis alm yg menjadi ketua yayasan waktu itu 
adalah figur otoriter yg bertindak lebih dari seorang kepala sekolah 
mencikaraui 
teknis pengajaran dan cikaraunya itu membuat kepala sekolah yg sarjana 
pendidikan tidak bisa mengembangkan konsep pendidikan yang benar. Akhirnya 
kepala sekolah ini menyerah. Bahkan nama besar alm. Sunariaman Mustafa, figur 
yg 
berhasil membuat SMA Landbouw BT berkibar di tingkat nasional dan sekian tahun 
menjadi kepala bidang pendidikan di kanwil depdikbud Sumbar, gagal membawa 
sekolah ini ke tingkat yang diinginkan banyak pembesar.
 
Orang besar tingkat nasional yg ikut mengurus sekolah 
ini sejak sekian tahun yang lalu, diperkuat oleh orang besar lokal termasuk 
bupati Padang Pariaman waktu itu, tidak banyak bisa merubah keadaan. Karena yg 
diperlukan sekolah ini adalah site action bukan hanya dukungan jarak jauh. 
 
Salam
 
 
  
mak Sati (L.  74+4+6)
asa Galuang, Sungai Pua, Agam, suku  Koto
Jl. Sitawa 25, Tabiang
0812 6600 639 Halo
0821 70 223 253 
Simpati
0852 63000 868 As
0857 6652 6776, IM3
0819 4757 6979,  XL 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
----- Original Message ----- 
>From: Hambo Ciek 
>To: Jacky Mardono Tjokrodiredjo 
>Cc: [email protected] 
>Sent: Thursday, July 07, 2011 3:18  PM
>Subject: Re: Trs: Re: [R@ntau-Net] INS  KAYUTANAM: KEGIGIHAN ANGKU M. SJAFEI
>
>
>Oh Pak Jacky, saya baru lihat tembusan email ke Jalur  Pribadi ini sesudah 
>saya replied di Situs Lapau; silakan baca di Lapau.  Semoga Pak Jacky maklum.
>
>Saya pengagum Inyiak Pi'i (panggilan 
        Kesayangan kami kepada beliau) sejak saya di SGA-Negeri Payakumbuh 
        1952-55. Dalam pengembaraan kami di Rimba Sumatra, 1958, saya sempat 
        berjumpa peribadi dengan beliau;  di suatu surau dipinggir hutan 
        kami berdua saja sembahyang zuhur, dikurung hujan lebat selama dua jam. 
        Pembicaraan pribadi di surau itu dan perjalanan kami pulang sesudah 
        hujan reda, ke tempat inap memperdalam kekaguman saya kepada 
        beliau.
>
>Tahun 2002 saya diserahi pula oleh Dewan Penyantun INS 
        (di Jakarta)  untuk melihat "perkembangan" INS di Kayutanam waktu 
        itu. Impresi sedih, suasana mencengkam, muridnya hanya 13 orang, 
        perpustakaannya kosong buku. Kampusnya luas menurut standar daerah, 
        kolam renangnya kering tak terurus. Saya sempat interview AA Navis dan 
        Sunarianam (keduanya sekarang alm) mantan Kepala INS, di Padang, dan 
        mantan Bupati Muslim Kasim, di Pariaman, serta beberapa penduduk 
        Kayutanam yang kebetulan ada di kampus waktu itu.
>
>Salam,
>-- 
        Sjamsir Sjarif
>PS Baik saya cckan juga reply ini ke 
    Lapau
>
> -- 
>.
>
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

<<clip_image002.jpg>>

Kirim email ke