Tahun '73 ambo masuak SMP di mano anak peserta didiknyo barasa dari babagai kota besar dan sadonyo jantan. Sebagian anak-anak ko dikirim ranggaeknyo karano yakin iko sakolah rancak, beda jo SMP umumnyo.
Sabagian lagi anak-anak "buangan" karano ranggaeknyo lah "angkek tangan" dek parangai anak-anaknyo nan jaek. Ado nan paganja, ado nan pajudi, ado nan pamaliang, ado nan kasadonyo: ganja iyo, judi apolai, maliang lah "makanan" sahari-harinyo. Kalau lah malam, satelah jam pengawasan guru lewat, mulailah "pareman" ko jo kalakuannyo masiang-masiang, tamasuak mamalak adiak kelas. Untuang ambo hanya o 3 bulan di sinan. Ado kawan nan 3 tahun di sinan lalu pindah ka SMP reguler, tapaso maulang dari kelas 1 baliak, karano INS tidak mangaluaan rapor. Mungkin ado yang ingin tau sakolah apo ko? Itulah INS. Salam, ZulTan, L, 50, Gold Coast-Qeensland Sent via BlackBerry® from Vodafone -----Original Message----- From: Muchlis Hamid <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 7 Jul 2011 17:21:49 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Trs: Re: [R@ntau-Net] INS KAYUTANAM: KEGIGIHAN ANGKU M. SJAFEI Sato ciek. Dulu memang non koperasi dengan penjajah. Sekarang tentu tidak, kecuali ada penjajah lain yang datang. Konsep dasar pengajaran Engku Sjafei menurut yang saya tangkap menjadikan semua buah manis. Jangan berharap buah mangga dari pohon rambutan. Pohon rambutan tentu membuahkan rambutan. Yang penting buah rambutan itu harus manis, demikian pula buah-buah yang lain. Jadi talenta anak didik yang dikembangkan. Prinsip dan filosofi INS konon diambil oleh Institut Mara di Malaysia, sekarang sudah menjadi universiti. Waktu Pak Azwar Anas masih menjadi menteri, beliau diundang ke Malaysia. Beliau ditanya bagaimana sistim pendidikan di Indonesia. Karena beliau tidak menggeluti bidang pendidikan tentu tidak dapat menjawab dengan pas. Lalu mereka menjelaskan bahwa sistim INS mereka ambil, setelah memelajari sistim yang ada di Indonesia. Mereka tidak mencotoh perguruan Taman Siswa. Saya setuju pendapat Mak Sati bahwa INS pernah dipimpin secara otoriter. Belakangan gaya ini ada pula yang meneruskan sehingga mengganggu kreativitas penyelenggara di lapangan. Pak Emil Salim dan Pak Farid Moeloek sekarang sedang berusaha menghimpun potensi untuk membangun kembali kejayaan masa lampau. Sayang sistim pendidikan yang merupakan assets nasional ini hilang begitu saja. Kelemahan-kelemahan di lapangan yang Mak Sati sinyalir memang sudah diketahui oleh para pembina dan pengurus. Minggu yang lalu Pak Tjiptono Darmadji, pemilik hotel The Hill Bukit Tinggi datang meninjau ke Kayutanam yang didampingi oleh Prof Dr Farid Moeloek dan Prof Dr Nila Moeloek dan beberapa orang pengurus termasuk Pak Suherman dan Pak Yohanes Dahlan. Banyak yang tidak paham dengan INS Kayutanam. Pernah INS terposisi sebagai sekolah tukang-tukang, padahal tidak. Positioning INS sekarang sudah mulai berubah. INS tidak sama dengan SMA Nusantara. Ibarat bangunan, lulusan INS diharapkan tidak kokoh saja tetapi juga indah luar dan dalam. Salam, Muchlis Hamid, 65, dari Solok, tingga di Jakarta. ________________________________ From: Sjamsir Alam <[email protected]> To: [email protected]; Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[email protected]> Cc: [email protected] Sent: Friday, July 8, 2011 6:40 AM Subject: Re: Trs: Re: [R@ntau-Net] INS KAYUTANAM: KEGIGIHAN ANGKU M. SJAFEI Kegemilangan INS Kayutanam adalah nostalgia masa lalu. Konsep perguruan yg berusaha mempertahankan konsep pendirinya, menurut saya sudah out of date. Kalau saya tidak salah, Inyiak Pii mendirikan sekolah ini saisuak utk mewujudkan politik non kooperasi dgn pemerintah kolonial Belanda. Kalau konsep ini diteruskan, kan sudah tidak cocok. Zaman kan sudah jauh berubah. Pendidikan itu mahal. Mendirikan sekolah dgn modal cekak bakal menjadi kerakap tumbuh di batu. Apalagi dengan manajemen amburadul dan konsep yg tidak realistik. Sebagai Pengawas SMP/SMA, saya pernah memeriksa sekolah ini awal tahun 1990 bersama tim saya. Kesimpulan saya waktu itu, sekolah ini salah urus. AA Navis alm yg menjadi ketua yayasan waktu itu adalah figur otoriter yg bertindak lebih dari seorang kepala sekolah mencikaraui teknis pengajaran dan cikaraunya itu membuat kepala sekolah yg sarjana pendidikan tidak bisa mengembangkan konsep pendidikan yang benar. Akhirnya kepala sekolah ini menyerah. Bahkan nama besar alm. Sunariaman Mustafa, figur yg berhasil membuat SMA Landbouw BT berkibar di tingkat nasional dan sekian tahun menjadi kepala bidang pendidikan di kanwil depdikbud Sumbar, gagal membawa sekolah ini ke tingkat yang diinginkan banyak pembesar. Orang besar tingkat nasional yg ikut mengurus sekolah ini sejak sekian tahun yang lalu, diperkuat oleh orang besar lokal termasuk bupati Padang Pariaman waktu itu, tidak banyak bisa merubah keadaan. Karena yg diperlukan sekolah ini adalah site action bukan hanya dukungan jarak jauh. Salam mak Sati (L. 74+4+6) asa Galuang, Sungai Pua, Agam, suku Koto Jl. Sitawa 25, Tabiang 0812 6600 639 Halo 0821 70 223 253 Simpati 0852 63000 868 As 0857 6652 6776, IM3 0819 4757 6979, XL ----- Original Message ----- >From: Hambo Ciek >To: Jacky Mardono Tjokrodiredjo >Cc: [email protected] >Sent: Thursday, July 07, 2011 3:18 PM >Subject: Re: Trs: Re: [R@ntau-Net] INS KAYUTANAM: KEGIGIHAN ANGKU M. SJAFEI > > >Oh Pak Jacky, saya baru lihat tembusan email ke Jalur Pribadi ini sesudah >saya replied di Situs Lapau; silakan baca di Lapau. Semoga Pak Jacky maklum. > >Saya pengagum Inyiak Pi'i (panggilan Kesayangan kami kepada beliau) sejak saya di SGA-Negeri Payakumbuh 1952-55. Dalam pengembaraan kami di Rimba Sumatra, 1958, saya sempat berjumpa peribadi dengan beliau; di suatu surau dipinggir hutan kami berdua saja sembahyang zuhur, dikurung hujan lebat selama dua jam. Pembicaraan pribadi di surau itu dan perjalanan kami pulang sesudah hujan reda, ke tempat inap memperdalam kekaguman saya kepada beliau. > >Tahun 2002 saya diserahi pula oleh Dewan Penyantun INS (di Jakarta) untuk melihat "perkembangan" INS di Kayutanam waktu itu. Impresi sedih, suasana mencengkam, muridnya hanya 13 orang, perpustakaannya kosong buku. Kampusnya luas menurut standar daerah, kolam renangnya kering tak terurus. Saya sempat interview AA Navis dan Sunarianam (keduanya sekarang alm) mantan Kepala INS, di Padang, dan mantan Bupati Muslim Kasim, di Pariaman, serta beberapa penduduk Kayutanam yang kebetulan ada di kampus waktu itu. > >Salam, >-- Sjamsir Sjarif >PS Baik saya cckan juga reply ini ke Lapau > > -- >. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
<<clip_image002.jpg>>
