Assalamu'alaikum. w.w.
 
 Dunsanak kasadonyo, kito taruihkan kaji nan kapatang ...
.......
Adi bin hatim tak mampu menjawab lagi, bahkan dia mengaku, 
“Iya, bila pendeta kami mengatakan sesuatu itu haram, kami juga 
mengharamkannya, begitulah seterusnya, bila mereka menghalalkan sesuatu yang 
menyalahi kitab Taurat atau Injil, kami juga turut menghalalkannya”.  
Kata Nabi saw. 
“Itulah yang dimaksud dengan kamu menyembah mereka", ... syirik tuan-tuan. 
Tak perlu masuk  gereja atau kuil untuk jadi syirik seperti ini. 
Bahkan tuan-tuan, bila kita menganggap bila ada makhluk yang dapat memberi 
manfaat
dan menolak kemudharatan, itu juga adalah syirik. 
 
Mungkin kita pernah membaca surat 29 ayat 41 Al-ankabut,

Matsalul ladzii nat takhadzuu min dunil laahi auliyaa-a kama tsalil ankabuuti, 
it takhazat baita,  wa inna auhanal buyuuti labaitul ankabuti lau kaanu 
ya’lamuun.

Perumpamaan orang-orang yang menjadikan selain daripada Allah sebagai  pelindung
(makhluk kah, benda-benda kah, batu-batu kah), samalah sebagaimana labah-labah
membuat sarang rumahnya, selemah-lemah rumah adalah rumah labah-labah, kalaulah
mereka mengetahui.

Apa maksud ayat ini, kita lihat pula tafsirnya. 
Orang yang mengambil selain daripada Allah sebagai pelindung,
dalam ayat ini diterangkan kebodohan orang-orang yang menjadikan 
berhala-berhala 
atau makhluk-makhluk yang lain sebagai tuhan-tuhan yang disembah dan diharapkan
pertolongannya. Siapa yang berlindung kepada makhluk tuan-tuan,…. Syirik. 
Kita baca lagi, yakni kalau mereka mengetahui hakikat ini, tentulah mereka 
tidak 
tersalah melakukan perbuatan syirik yang bodoh itu. Syirik ini tuan-tuan, suatu 
dosa 
yang besar 

Innalaaha laa yaghfiru ay yusyraka bihi wayaghfiru ma duuna dzaalika limay 
yasyaa’,
 wamay yusyrik billah faqadiftara itsman 'azhiima (An Nissa, 48).

Dosa syirik, dosa yang tidak diampunkan oleh Allah tuan-tuan. Allah bersedia
mengampuni dosa-dosa selain itu.

Surat Lukman 31 ayat 13, 
Wahai anak ku jangan kamu mempersekutukan sesuatu dengan Allah, 
sesungguhnya mempersekutukan Allah itu, suatu kezhaliman yang amat besar.

Hadits Muslim pula menjelaskan : 
“man maata laa yusyriku billahi syai-a dakhalal jannah, 
waman maata yusyriku bihi syai-a dakhalan naar”. 

Barang siapa mati, tidak pernah mempersekutukan Allah, insya Allah masuk sorga, 
tapi ingat kalau mati dalam keadaan mempersekutukan Allah dengan sesuatu, 
maka tempatnya ialah neraka.
 
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah swt.
Itu makna istiqamah yang pertama, tetap pendirian bertuhankan kepada Allah, 
dengan
menunaikan hak-hak-Nya. Hak Allah swt. dua saja yang akan dituntut kepada 
kita nanti, yakni menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu 
apapun.
Adakah kita merupakan ummat Muhammad saw. Yang benar-benar menyembah 
Allah ?. sembah, ikut, ta’at, patuh secara mutlak ?.
Masalahnya, kita ini dengan Allah dengan rasul tidak seberapa hendak patuh.  
Tapi kalau dengan pemimpin-pemimpin ..oouuuh…
Ayat Qur-an juga menjelaskan tuan-tuan dengan begitu lugas, 

Ya ayyuhal ladzii na-amanu, ati’ullaah, wa ati’ur rasul, wa ulil amri mingkum.

Sebagian ulama mentafsirkan dan membahas ayat ini (4:59).
Wahai orang-orang yang beriman, ta’atlah kamu kepada Allah, dan ta’atlah kamu
kepada rasul, dan kepada pemimpin diantara kamu. 

Kenapa kepada pemimpin tidak ada kata ati'uu (ta’at) ?.
Keta’atan kepada pemimpin bukan keta’atan mutlak. Dijelaskan oleh dua hadits 
sahih Bukhari dan Muslim.
Bukhari menyebut 
“La ta’ati li makhluqin fi maqsiatil khaaliq”

Tidak ada keta’atan kepada makhluk yang mengajak mendurhakai Allah.

Hadits Muslim 
“Laa ta’atu fi maqsiatilah, innama ta’atu fil ma’aruufi”.

Tidak ada kepatuhan dalam perkara mendurhakai Allah, sesungguhnya kepatuhan 
hanya kepada perkara-perkara ma’ruf.
Pemimpin yang memberi perintah, kepada perakara-perkara baik, yaa.. pemimpin 
itu wajib kita patuhi, ta’ati dan ikut. Tapi dalam soal-soal yang menyalahi 
syari’at-
syari’at Allah dan rasul, ketetapan Allah dan rasul,… mintak maaf, tidak ada 
kepatuhan. Bahkan pemimpin seperti ini, wajib diberi nasehat.

Dalam hadits sahih dikatakan 
“Afdalu jihaad, kalimatu adlin, ‘inda sulthaanin zhaalim”, 
 
Hadits riwayat Abu Daud dalam kitab riyadush shaalihin. 
Coba kita lihat penjelasannya. Apa tuntutan dalam hadits yang mulia ini ?. 
Seutama-utama jihad ialah, mengatakan perkataan yang ‘adil, yang benar 
dihadapan pemimpin yang zhaalim. 
Ketika pemimpin ini lalai tuan-tuan, mereka melakukan kemungkaran, 
mereka perlu diberi nasehat. Atau mereka melakukan kekejaman, kesewenang-
wenangan apa saja, kita perlu memberi nasehat.
Ketika mereka tidak lagi menjadikan Al-Qur-an dan Sunnah sebagai panduan hidup, 
ketika itu perlu diberi nasehat. Inilah jihad paling utama tuan-tuan. Kalau 
kita baca

Qul lil haq wala kana murran, hadits riwayat tarmidzi, 
 
“Katakanlah yang benar, walaupun pahit”.
Mungkin hadits ini da’if, ndak apa-apa, mari kita baca pula Al-Qur-an. 
Yaa ayuhal ladziina aamanut taqullaah wa quulu qaulan sadiida

Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan berkatalah 
perkataan yang tepat benar  dalam segala perkara.

Ini tuntutan, bukan terhadap ulama, tetapi terhadap orang-orang beriman. 
Haram katakan haram, dosa katakan dosa, zhalim harus dikatakan zhalim.

.... lah panjang pula, beresok kita sambung...
 
Billahil hidayayh wat taugfiq
 
Wassalam
 
St. Sinaro
 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke