Yah sayangnyo Joduta, banyak urang malangkaui, sangajo atau indak, kurang 
mamparatikan apo nan tasalek atau nan tasirek. Silakan baco ulang ... :)
-- Nyit Sungut

--- In [email protected], ajo duta <ajoduta@...> wrote:
>
> A hubungannyo jo jo baminang-minang ko Wan? Oo, mungkin dek nan
> tabunuahtu urang islam jua sene. Hehehe
> 
> Maoh lahia bathin dari subalah timur.
> 
> On 8/10/11, sjamsir_sjarif <hambociek@...> wrote:
> >
> > Refleksi kenangan yang mengerikan! Salah satu peristiwa genocide yang tidak
> > boleh terjadi lagi di muka bumi ini.
> >
> > Cari srebrenica di Google, banyak terlihat. Salah satu lihat:
> > http://srebrenica-genocide.blogspot.com/2011/03/bosnian-genocide-pictures-are-worth.html
> >
> > Jangan lupa, di Kampung kita sendiri pernah terjadi peristiwa dahsyat
> > mengerikan, banyak orang  yang "hilang" tidak terfoto, tidak banyak
> > terberita ...
> > -- MakNgah
> > --- In [email protected], andi ko <andi.ko.ko@> wrote:
> >>
> >>  Tulisan reflektif yang menarik.
> >> Salam
> >>
> >> andiko
> >>
> >> Srebrenica <http://caping.wordpress.com/2011/07/25/srebrenica/> *Juli 25,
> >> 2011* *Posted by anick in All Posts
> >> <http://id.wordpress.com/tag/all-posts/>,
> >> Islam <http://id.wordpress.com/tag/islam/>,
> >> Perang<http://id.wordpress.com/tag/perang/>.
> >>
> >> 3 comments <http://caping.wordpress.com/2011/07/25/srebrenica/#comments> *
> >> Di
> >> sebuah tempat yang dulu tak dikenal dunia, sekitar 8.000 muslim dibunuh.
> >> Sejak itu Srebrenica, sebuah kota kecil pegunungan di sebelah timur Bosnia
> >> dan Herzegovina, jadi sebuah nama yang menakutkan. Atau menjijikkan. Atau
> >> memalukan.
> >>
> >> Di situlah selama tujuh hari di pertengahan kedua Juli 1995, Jenderal
> >> Ratko
> >> Mladic, panglima tentara yang berdarah Serbia, menjalankan apa yang jadi
> >> kehendak dan rencananya. Mungkin baginya inilah penyelesaian final untuk
> >> persoalan masa depan Bosnia, seperti endgültige Lösung Hitler untuk
> >> masalah
> >> Yahudi: orang-orang Bos­nia yang bukan Serbia, terutama yang muslim, harus
> >> dihabisi.
> >>
> >> Mladic memang perwujudan klise tokoh algojo dalam cerita picisan: tambun
> >> dan
> >> kasar, ia pernah diceritakan membunuh seseorang dengan tangan
> >> telanjang—setelah ia meyakinkan si korban bahwa tak akan terjadi apa-apa,
> >> sambil ia melatih otot-otot tangannya untuk membinasakan si tahanan.
> >> Ketika
> >> pasukannya mengepung Kota Sarajevo, ia perintahkan pasukannya untuk
> >> meningkatkan gempuran artileri secara ber-"irama" sampai pikiran penghuni
> >> kota itu "terpelintir".
> >>
> >> Dalam salah satu sajaknya, penyair Bos­nia Abdullah Sidran menyebut Mladic
> >> sebagai "monster dengan epaulet". Orang lain menamainya "jagal dari
> >> Srebrenica".
> >>
> >> Semula Srebrenica adalah wilayah yang terlindung: orang-orang muslim
> >> menemukan tempat yang aman di sana. Ada pasukan PBB yang menjaga
> >> orang-orang
> >> yang melarikan diri dari perang etnis di Yugoslavia yang pecah itu.
> >> Terutama
> >> mereka yang melarikan diri dari pembantaian, yang tahu bahwa kaum
> >> "nasionalis" Serbia akan menghabisi mereka.
> >>
> >> Tapi Juli itu keadaan berubah. Sejak pekan pertama bulan itu, pasukan
> >> Serbia
> >> mengepung. Berangsur-angsur Srebrenica kehabisan bahan bakar. Persediaan
> >> makanan menipis. Dalam Postcards from the Grave Emir Suljagic mengisahkan
> >> bagaimana ratusan orang dengan tali dan kapak mendaki tebing yang terjal
> >> di
> >> atas kota, menuju hutan untuk mencari kayu buat menyalakan api, jauh
> >> sebelum
> >> kabut hilang….
> >>
> >> Di tengah pengepungan itu, pasukan PBB yang bertugas di sana, satu
> >> kontingen
> >> tentara Belanda yang terdiri atas 600 personel dan tak bersenjata berat,
> >> mencoba bertahan. Komandan mereka, Letkol Karremans, meminta ke Panglima
> >> Pasukan PBB, Jenderal Bernard Janvier dari Prancis, agar mendapat dukungan
> >> dari udara. Tapi yang terjadi adalah kecelakaan prosedur: permintaan
> >> Karremans untuk mendapat bantuan udara ternyata ditulis di formulir yang
> >> salah. Akhirnya memang dipenuhi, tapi terlambat.
> >>
> >> Karremans memang mendapatkan bantuan lain. Dua pesawat tempur F-16 Belanda
> >> menjatuhkan dua bom di atas posisi pasukan Serbia yang mengepung. Tapi
> >> tentara di bawah Mladic telah berhasil memiliki kartu kuat tersendiri:
> >> sebelumnya mereka telah menyerang satu pos pasukan PBB dan menahan 30
> >> prajurit Belanda. Jenderal Serbia itu mengultimatum: jika pengeboman
> >> diteruskan, tahanan itu akan mereka bunuh.
> >>
> >> Sekitar dua jam setelah itu, menjelang sore hari 11 Juli, Mladic dan
> >> tentaranya memasuki Srebrenica. Malamnya ia memanggil Karremans untuk
> >> menemuinya dan mendengarkan sebuah tuntutan: orang-orang muslim harus
> >> menyerahkan senjata mereka atau dihabisi. Direkam oleh juru kamera Serbia,
> >> di malam itu Karremans mengangkat gelas, bersulang dengan Mladic.
> >> Terdengar
> >> suaranya: "Saya seorang pemain piano. Jangan tembak sang pianis." Dan
> >> Mladic
> >> menjawab, entah bergurau entah tidak: "Tuan seorang pianis yang buruk."
> >>
> >> Yang mungkin bisa dikatakan: opsir Belanda itu komandan pasukan yang
> >> buruk.
> >> Pasukannya meninggalkan Srebrenica, membiarkan orang-orang muslim mulai
> >> ditembaki. Tanggal 13 Juli, pembunuhan mulai dilakukan di sebuah gudang
> >> dekat Desa Kravica. Di hari yang sama, Karremans menyerahkan 5.000 muslim
> >> ke
> >> tangan Mladic, untuk dipertukarkan dengan 15 prajurit Belanda yang ditahan
> >> di Nova Kasaba. Tiga hari kemudian, mulai masuk laporan pembantaian….
> >>
> >> Dan Karremans tak melaporkan peristiwa itu ke atasannya. Seorang wartawan
> >> Belanda, Frank Westerman, pengarang buku Srebrenica: Het zwartste
> >> scenario,
> >> menulis: di saat perpisahan resmi, Karremans bahkan menerima sebuah
> >> cendera
> >> mata dari Mladic: "Yang ini buat istri saya?" tanyanya, tersenyum.
> >>
> >> Tapi mereka yang jadi korban tak diam. Dua muslim Bosnia yang keluarganya
> >> dibantai Mladic berusaha mengajukan kasus itu ke pengadilan negeri Den
> >> Haag.
> >> Persis 16 tahun setelah kebuasan di Srebrenica itu, para hakim Belanda
> >> memutuskan: Negara Belanda memang bertanggung jawab atas kesalahan
> >> tindakan
> >> tentaranya yang membiarkan ribuan orang tak bersenjata dibantai.
> >>
> >> Persis 16 tahun juga dunia menyaksikan Mladic bisa dibawa ke Den Haag,
> >> untuk
> >> diadili di Mahkamah Internasional.
> >>
> >> Hari-hari ini, sebuah negeri sedang merasa malu dan menebus kesalahan di
> >> masa lalu: kesalahan bangsa sendiri terhadap mereka yang datang dari
> >> negeri
> >> jauh, dengan iman dan sejarah yang berjarak. Di saat seperti itu, "liyan"
> >> tak hanya berarti mereka yang bukan-kami, tapi juga "sesama" yang tak
> >> berbeda dari kami. Di wajah-wajah yang tak berdaya di depan para algojo,
> >> di
> >> deretan kepala yang berlubang ditembak, di tumpukan jasad yang dibantai
> >> hanya karena asal-usul yang janggal dan biodata yang beda, seorang muslim
> >> di
> >> Srebrenica menyerupai seorang Yahudi di kamp Auschwitz.
> >>
> >> Srebrenica berlumur darah karena orang macam Mladic tak hendak mengakui
> >> bahwa mereka yang paling lemah dan paling dianiaya yang justru
> >> mengingatkan
> >> apa yang menakjubkan dalam manusia: sebuah pertalian yang tak tampak.
> >>
> >> *Majalah Tempo Edisi 25 Juli 2011*


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke