Carito panjang dari panulih Rao-rao dalam postiang sabalunnyo lah MakNgah baco 
langkok. Masih jaleh daerah-daerah nan disabuik tu dalam pangana MakNgah 
walaupun lah satangah abad dirancah sisuak. Rawo-rao, Salimpauang, Situmbuak, 
Sungai Patai, Bukik Tambun Tulang, Sungayang, Tanjuang, Andaleh Baruah Bukik 
sampai ka Puncak Pato di timur. Sadangkan di Utara antaro Barulak jo Situmbuak, 
di dalam Rimbo Gadang antaro Sungayang jo Tanjuang Alam, lapeh malinteh di 
malam hari sapanjang malam di batang aia antaro Rao-rao jo Tabek Patah, 
mancirupuih Batang Selo(?) ka Gunuang Marapi.  MakNgah pun basuo jo tangkurak 
urang bagai di tapi rimbo....

Salam,
--MakNgah
Siso baduia dari Lakuak Pisang

--- In [email protected], Abraham Ilyas <abrahamilyas@...> wrote:
>
> Mak Ngah sarato dunsanak di palanta.
> 
> Iko dari http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=120 ambo copaskan *curito* dan
> *kodak* peristiwa mirip Srebrenica
> 
> .........*Mereka sesampai di daerah ini tidak lagi melahirkan bunyi letusan
> senjata api, oleh sebab tu banyak penduduk tidak mengetahui kedatangan
> mereka sehingga beberapa orang yang di curigai sebagai tentara ditangkapi.
> *
> 
> *Warga Rao-Rao yang ditangkap di daerah ini ada tujuh orang antara lain
> H.Rasul sebagai pedagang besar di Payakumbuh dan Rasyad Sibak yang baru
> beberapa hari pulang dari Jakarta keduanya dari Caniago.*
> 
> *Rasyid dan Rasyad keduanya dari Kota Kaciek, penulis lupa nama tiga orang
> lagi akan tetapi ada juga berasal dari suku yang lain.
> Mereka yang bertujuh ini ditangkap, digeledah oleh tentara dibantu oleh
> beberapa orang yang disebut pembantu atau OPR.
> *
> 
> *Semua warga ini adalah rakyat biasa tidak bersenjata karena mereka bukan
> tentara.
> Di badannya hanya ditemui sekedar uang untuk bekal, namun bekal ini dirampas
> dan kemudian mereka disiksa secara sadis sekali tanpa menghiraukan rasa
> perikemanusiaan.*
> 
> 
> *Akhirnya setelah disiksa mereka disandarkan ketebing di pinggir jalan di
> nagari Talao barulah diberondongi dengan senjata api.
> Ketujuh orang ini tewas di tempat itu juga.
> 
> Salah seorang yang tertangkap orang Situmbuk bernasib baik, dia berhasil
> melarikan diri nekad masuk jurang dalam walaupun diberondongi Tuhan masih
> menyelamatkan jiwanya, beliaulah yang menyaksikan langsung peristiwa tragis
> yang dialami oleh warga nagari Rao-Rao yang korban penembakan di Talao itu.
> 
> Kemudian oleh salah seorang OPR yang ikut operasi meliter datang ke Rao-Rao
> memberi tahu supaya menjemput mayat-mayat yang bergelimpangan di Talao itu.
> *
> 
> salam
> 
> AI


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke