Senin, 15 Agustus 2011

Pendapatan daerah Sumbar hingga akhir triwulan I, Juni 2011 sudah
melebihi 50 persen dari target. Totalnya sudah ada Rp 1,08 triliun
atau 54 persen dari target Rp1,98 triliun.

PADANG - SINGGALANG Sumbangan terbesar dari PAD senilai Rp605 miliar
ditambah realisasi pajak daerah Rp468 miliar. Tahun ini pendapatan
daerah Sumbar diperkirakan meningkat dari tahun lalu Rp1,95 triliun.
“Kita perkirakan tahun ini PAD meningkat, terutama dari pos anggaran
retribusi dan pajak,” ujar Kepala Bidang Retribusi dan Penerimaan lain
Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Sumbar, Razali Syarif, Minggu
(14/8)

Pendapatan daerah didapatkan dari PAD dan pajak. Biasanya berdasarkan
tahun-tahun lalu PAD Sumbar akan lebih banyak daripada realiasi pajak.
Tahun ini pun Sumbar menargetkan Rp1,08 triliun pemasukan dari PAD dan
Rp911 miliar dari pajak.
Dari pos anggaran pajak, Sumbar mendapatkan sumbangan terbesar dari
bea balik nama kendaraan bermotor yang mencapai Rp206 miliar. Diikuti
pajak kendaraan bermotor Rp155 miliar.

Sedangkan untuk PAD penyumbang terbesar pada pos anggaran retribusi
adalah dari pelayanan kesehatan. Dari total Rp16 miliar pendapatan
dari retribusi Rp14 miliarnya berasal dari pelayanan kesehatan.
“Dari tahun ke tahun untuk retribusi paling banyak Sumbar mendapatkan
dari bidang pelayanan kesehatan. Ini dikarenakan ada 4 rumah sakit dan
3 balai kesehatan yang banyak peminatnya, pasien bahkan dari provinsi
tetangga,” katanya.

Empat Rumah Sakit (RS) di Sumbar yakni, RS. Dr. Achmad Mochtar
Bukittinggi, RSU Pariaman, RSU Solok dan RSJ. Prof HB. Sa’anin,
Padang. Tiga Balai Kesehatan, yakni Balai Kesehatan Mata Masyarakat
(BKMM) Padang, Balai Pengobatan Penyakit Paru-paru (BP4) Padang
Pariaman dan Balai Labor. Pemprov Sumbar menargetkan rp.75 miliar
untuk pendapatan dari bidang pelayanan kesehatan ini.

DPKD optimis pendapatan akan melebihi target dan meningkat dari tahun
lalu karena realisasi pajak akan meningkat. “Pemprov telah bekerjasama
dengan Direktorat Jenderal Pajak Sumatra Barat dan Jambi untuk
meningkatkan realisasi pajak,” katanya. Berdasarkan peninjauan
realisasi pajak di Sumbar belum maksimal sesuai potensinya.

Selain itu, perkiraan Pendapatan daerah juga akan meningkat karena
angka hingga akhir triwulan terakhir ini belum termasuk pendapatan
bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik daerah
(perusda) atau BUMN.

“Triwulan kita akan mendapatkan pendapatan dari 3 Perusda di Sumbar.
Saya optimis target akan lebih dari tercapai,” katanya.
Tiga Perusda itu, PT. Andalas Tuah Sakato (PT.ATS), PT. Grafika Jaya
dan PT. Dinamika Jaya Sumbar. Dari ketiga Perusda ini ditargetkan
diperoleh pendapatan Rp821 juta. Ditambah pula dengan total target
dari BUMN senilai Rp55 miliar. (septri)

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=7879


Wassalam
Nofend | 34+ | Cikasel

Sent from Pinggiran JABODETABEK®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke