Tantulah iyo.....IP mewarisi berbagai masalah dan kebobrokan yg mesti dibenahi 
jadi gak bisa berubah secara instant, bak mambaliak talapak tangan atau sakali 
lacuik, penataran/pelatihan termasuk sarana utk perbaikan kearah yg lebih baik 
itu wajib diadakan, lha emang ada yg lebih baik dari pelatihan...? 


Masalahnya memang terletak di sikap mental yg memang udah gak beres...barang tu 
alah kareh, bakarek lo lai tu ...susah dibantuak karano alah tercemar bertahun2 
dari sononyo, jadi memang IP tapaso karajo ekstra barek 


Dek inyo salaku pimpinan tapaso buang duit utk pelatihan dll yg padahal kan 
tidak perlu lagi, tu mah alah puluhan tahun jadi pagawai jadi birokrat kana juo 
pelatihan lai, tapi iko paralu bagi IP kok alah didokan jo pitih rakyat kok 
mada juo sudah tu baa lai...suruah sajo baranti jadi PNS jadi benalu aja luu...

Namun bagaimanapun semua bawahan yg alah parah2 tu iyo paralu bana DIBINA dg 
perbagai pelatihan dlsb....itu utang dek IP masalah kok ado nan mamproyekkan 
yaa itu tadi masih itu2 juo tuh urangnyo sajak saisuak, nantik dek IP murah je 
tu nyeh...kok lah dibina dg berbagai pelatihan dan penataran masih kareh 
karenkang juo, indak ado jalan lain tapaso DIBINA(sa) kan lai..nyeh

Murah je tu nyeh suruah buek masing2 pernyataan diateh segel kok indak juo 
barubah dalam 3 bulan sasudah tu "AQ SIAP DIBINASAKAN" kan alah ang 
teken.....pensiun mudo lah wa ang lai....

Tarimo PNS baru, lakukan test tamasasuk hapa minimum 3 juz Alquran, baa lai 
tapaso tabuang pitih APBD mauruih atah ko, supayo tapisah nan atah campak an 
nan bareh dimasak disantap jo randang baluik pagaruyuang


Masalah wakil nan indah samo kimiawinyo, a lo sarik'e tu, agiah peringatan 123, 
kok indak juo cabuik sebagian wewenangnyo, kurangi pitih balanjonyo...biaya 
perjalanan dinas lah atau apo nan bisa dibekukann, kok indak juo namuah karajo 
samo sasudah tu ...haa iyo mada pado gajah mada tu mah...indak dapek aka lai

wasalam
abp



----- Pesan Asli -----
Dari: ajo duta <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Cc: 
Dikirim: Senin, 15 Agustus 2011 20:31
Judul: Re: [R@ntau-Net] Mental belum Berubah - Program Irwan-MK Terhambat 
Birokrasi

Waktu basuo di Washington, IP manyabuikkan kondisi di SB jo di Kantua
Gubernur, cando urang main Panjek Pinang waktu Agustusan. Egang
maegang satu samo lain untuk barabuik sampai di puncak.

Kimiawi IP-MK sendiri alun tuntas. Nan ciek mudo nan riwayatnya lebih
banyak di DPR, nan ciek senior dan meniti karir dari awal sebagai
birokrat. Ambo membayangkan dari awal akan sulik menyatu tanpa niek
tulus membangun nagari.

On 8/14/11, Nofend St. Mudo <[email protected]> wrote:
> Padang Ekspres • Senin, 15/08/2011 09:24 WIB • Ardiyansyah & Gebril
>
> Padang, Padek—Hari ini, 15 Agustus, pasangan Irwan Prayitno dan Muslim
> Kasim genap satu tahun memimpin Sumbar. Di awal jabatannya, duet
> politisi dan birokrat ini menempatkan reformasi birokrasi sebagai
> program utamanya. Pasalnya, lebih dari 70 persen birokrasi di Sumbar,
> dinilai tak layak pakai. Bagaimana realisasinya?
>
> Pengamat kebijakan publik dari Universitas Negeri Padang (UNP), Eka
> Vidya Putra mengatakan, reformasi birokrasi tidak gampang diwujudkan
> karena tidak saja menyangkut sistem, tapi lebih kepada perilaku
> birokrat itu sendiri. Bila sikap mental birokrasi belum berubah,
> sebagus apa pun program kerja Irwan-MK, sulit direalisasikan alias
> macan kertas. Dalam pemerintahan,  sederet program kerja hanya bisa
> dieksekusi birokrasi andal.
>
> Sudah terjadi perubahan di Pemprov Sumbar? “Birokrasi yang ada masih
> ingin dilayani daripada melayani. Ini sudah menjadi budaya birokrat
> kita. Untuk mengubah budaya kerja tidak hanya mengubah sistem, karena
> itu menyangkut perilaku,” katanya menjawab Padang Ekspres, tadi malam.
>
> Dalam konteks mengubah perilaku, Eka menilai Irwan-MK belum bisa
> melakukannya dengan tuntas. Sejauh ini, ia melihat program reformasi
> birokrasi yang dilakukan sebatas pelatihan setiap tahun. Pola itu
> dinilai tak lebih dari pendekatan “proyek”.
>
> Eka mencontohkan sistem pelayanan satu pintu, pelayanan perizinan
> efektif, pelayana prima, dan sederet sistem baru lainnya yang
> diluncurkan. Fakta di lapangan, tidak berjalan semestinya karena
> orang-orang yang mengerjakannya belum berubah.
>
> Kondisi itu diperparah lemahnya pengawasan pimpinan, yang membuat
> program kerja sering tidak berjalan. “Seperti kebijakan pembatasan
> tonase, tetap saja bocor oleh di lapangan. Masalah lainnya pengurusan
> dokumen kendaraan di Samsat, dan perizinan lainnya, tetap saja tidak
> ada kepastian waktu, biaya, dan izin berbelit,” tegasnya.
>
> Dalam perubahan sikap mental, katanya, dibutuhkan teladan dari setiap
> atasan hingga level gubernur. “Jika seorang pemimpin ngotot keluar
> daerah untuk hal yang tidak penting, ini juga bakal diikuti
> bawahannya. Kunci utama mengubah perilaku yang paling ampuh, adalah
> contoh dari pemimpin,” tukasnya.
>
> Harus Bertahap
> Secara terpisah, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengklaim telah
> melakukan perbaikan secara bertahap di bidang pemerintahan, ekonomi,
> pendidikan dan lainnya.
> Irwan mengakui persoalan krusial dihadapinya adalah rendahnya kinerja
> PNS sehingga pelayanan pada belum optimal. Terhadap persoalan itu,
> sudah dilakukan pemetaan potensi PNS untuk reformasi birokrasi.
>
> “Kami sudah buatkan peraturan gubernur (pergub) tentang reformasi
> birokrasi sesuai undang-undang dan saran dari Kementerian Pemberdayaan
> Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,” ujar Irwan kepada Padang
> Ekspres, tadi malam (14/8).
>
> Salah satu contoh aplikasi dari pergub itu, proses mutasi, rotasi, dan
> promosi dilakukan secara profesional berdasarkan peta potensi dan
> kinerja setiap PNS. Kualitas PNS juga terus ditingkatkan melalui
> pendidikan dan latihan.
>
> Pengisian SOTK, lanjut putra Kuranji, Padang itu, juga dilakukan
> melalui pendekatan profesionalisme dan kompetensi.
> “Tidak ada lagi istilah senioritas. Golongan yang tinggi tidak
> otomatis bisa menempati posisi strategis. Selama ini, itu yang salah.
> Yang penting sarat kepangkatan minimal terpenuhi. Jadi tidak ada
> aturan yang dilanggar,” tukasnya.
>
> Mantan anggota DPR RI ini mengakui adanya temuan BPK karena adanya
> sejumlah orang dengan golongan tinggi tetapi menjadi bawahan dari
> pegawai yang golongannya lebih rendah.  “Gak masalah. Biarin aja jadi
> temuan. Ukura
> n yang kita pakai bukan golongan dan kepangkatan tapi kompetensi. Buat
> apa golongan IVA dan IV B tapi ngetik aja kadang gak bisa,” ujarnya.
> Kinerja pegawai, kata Irwan akan dievaluasi terus menerus. Karena itu
> mutasi bisa berlangsung kapan saja, tergantung kondisi di lapangan.
> “Kalau memang tidak mampu bekerja, kita mutasi,” ujarnya.
>
> Di sektor ekonomi, kata Irwan, sudah dimulai dengan menyiapkan
> perangkat aturan dan lembaga untuk mempermudah akses petani terhadap
> lembaga keuangan. Salah satunya penyiapan lembaga penjaminan kredit
> yang saat ini peraturan daerahnya masih digodok di DPRD Sumbar. “Kalau
> perdanya tahun ini bisa tuntas, tahun 2012 program satu petani satu
> sapi bisa dijalankan,” ujarnya.
>
> Sembari menunggu, kehadiran lembaga penjaminan kredit itu, Pemprov
> sudah menggulirkan program serupa dengan dana yang bersumber dari
> donasi pegawai. “Ya kita lakukan berangsur-angsur. Kan tidak ada yang
> instant. Semuanya butuh proses,” ujarnya.
>
> Begitu juga gerakan pensejahteraan petani yang sudah dicanangkan. Saat
> ini, kata Irwan, sudah mulai berjalan di sejumlah nagari yang menjadi
> percontohan. Program ini menargetkan petani minimal punya tiga usaha
> dengan pendapatan Rp 2,5 juta per bulan.
>
> Kritikan terhadap program ini yang hanya memikirkan aspek produksi dan
> kurang mempertimbangkan aspek pemasaran ditepis Irwan. “Produksi saja
> kita masih kurang. Jadi sebetulnya tidak ada masalah dengan pemasaran.
> Berapa pun yang kita produksi masih bisa diserap pasar,” ujarnya.
>
> Sapi misalnya, kata Irwan, di Sumbar baru tersedia 800 ekor sapi,
> sementara lahan bisa menampung 3,2 juta sapi. “Kita juga masih impor,
> jadi kebutuhan dalam negeri belum tercukupi,” ujarnya. (bis/geb)
>
> [ Red/Redaksi_ILS ]
> http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=10628
>
>
> Wassalam
> Nofend | 34+ | Cikasel
>
> Sent from Pinggiran JABODETABEK®
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
gelar Bagindo, suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
di Nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau: Deli dan Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
"Kepedulian terhadap ranah Minang adalah salah satu misi RantauNet. Yayasan
Palanta RantauNet (YPRN) dimaksudkan untuk menyalurkan kepedulian itu.
Salurkan zakat, infaq dan sadaqah sanak antaranya melalui YPRN, rekening No.
0221919932 Bank BNI"

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke