Sanak Yoesrinal St Bagindo, saya sungguh-sungguh berharap agar para niniak 
mamak/para datuak ini benar-benar dapat melaksanakan fungsi beliau dengan 
sebaik-baiknya. Sebabnya ialah oleh karena -- seperti ditulis oleh Prof von 
Benda-Beckmann -- orang Minangkabau hanya mengenal struktur adat Minangkabau 
sebagai satu-satunya organisasi sosial. 
Sudah barang tentu, diperlukan persiapan yang memadai agar dapat menunaikan 
perannya itu. Banyak hal yg memang perlu dipelajari dalam dunia yg berubah 
dengan cepat ini.
Wassalam, 


-------Original Email-------
Subject :RE: [R@ntau-Net] Disertasi ttg dinamika peranan datuak di Minangkabau.
>From  :mailto:[email protected]
Date  :Sat Sep 10 09:27:03 Asia/Bangkok 2011


Assalamu'alaikum wr wb p.Saaf
Patut kita bersyukur pd Allah swt,,,Ranah Minang nan elok tiada bandingan,Adat 
Istiadat yg tinggi nilai Kebudayaan,,ABS/SBK
yg daerah lain di Indonesia blm tentu ada.
Tambah lg dgn potensi Datuak - nota bene Pemimpin dlm Kaum...
Namun sgt disayangkan adalah tuk Datuak nan mudo2, tantu paralu baraja ka nan 
Senior ditambah jo pengetahuan Adaik Minang nan mumpuni,kecek rang kini..
Alangkah bahagianya pabila Datuak2 nan mudo2 ko capek baraja/manambah 
pengetahuan nan lain2.
Mungkin snek nan ambo sampaikan.
Wassalam wr wb
yoesrinal st bagindo/lk-52/Kiktenggi

  
-----Original Message-----
From: Dr Saafroedin Bahar
Sent:  10/09/2011, 4:37  AM
To: 
Subject: [R@ntau-Net] Disertasi ttg dinamika peranan datuak di Minangkabau.


Mumpung kita lagi tertarik dgn pengangkatan 34 datuak baru, saya ingin tahu 
adakah disertasi ttg dinamika peranan datuak ini di Minangkabau ? Keingintahuan 
saya ini didorong oleh kenyataan bahwa - menurut data LKAAM - ada 60.000 datuak 
di Sumatera Barat. Ini potensi kepemimpinan luar biasa, yang bisa diandalkan 
untuk memajukan masyarakat, tentunya bila sudah dibekali dengan hal-hal yg 
dianggap perlu. Setahu saya, tidak ada kepemimpinan masyarakat-hukum adat di 
Indonesia ini yg sebanyak dan seteratur seperti di Minangkabau. Mudah-mudahan 
sudah ada peneliti  yg sudah meneliti dan menulis disertasi ttg kepemimpinan 
sosial yg ini. 
Wassalam,
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

Saafroedin Bahar  Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke