Yen Pasar Kembang ilang kumandhange,
ngendi-ngendi paran dadi lokalisasi, 
uwong-uwong ilang isine, 
wuda mblejet nglakoni korupsi.

(Jika Pasar Kembang kehilangan kumandangnya, 
di mana-mana tempat jadi lokalisasi, 
orang-orang hilang rasa malunya, 
telanjang bulat menjalankan korupsi.)

Itulah sebait syair yang terucap di Pasar Yakopan, Bentara Budaya
Yogyakarta, akhir September ini.

(Dikutip dari Sindhunata, "Yen Pasar Ilang Kumandhange" Kompas, Selasa, 27
September 2011,
http://cetak.kompas.com/read/2011/09/27/02241989/yen.pasar.ilang.kumandhange
)

Ini cerita dari Yogyakarta memang, tapi tampaknya yang terjadi pada
pasar-pasar tradisional di Ranah boleh jadi tidak banyak berbeda dengan yang
terjadi di Yogya sana

Wallahualam bissawab

Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 68), asal Padangpanjang, tinggal di Depok

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke