Aww. Ddn Reflus jo sidang palanta nan kami hormati.
aaa) Alhamdulillah wa syukurillah dimaso free fight competition di era 
globalisasi (neolib?) kami pernah membaca tulisan Angku Guru Zulhasril Nasir 
(FISIP UI Depok)  yang membahas masalah tasabuik babarapo wakatu lalu untuk 
pertemuan Masyarakat Budaya Melayu yang tergabung dalam HASWARI  menyatakan 
bagaimana pengaruh luaarrr biasa terhadap kehidupan rahayat Indonesia terutama 
dikawasan SB (Minangkabau). Bagaimana sistem penjajahan ekonomi modern yang 
terjadi sebagaimana ungkapan Ddn dimaksud ;
bbb) Kami tidak begitu menguasai teori2 klassik, kapitalisme, dll.tapi suatu 
waktu tahun 80-an sebagai ponggawa disalah satu kementrian R.I. bersama ahli 
pertanian Bogor (Ir.) membangun proyek pembinaan dan pengembangan pemasaran 
hasil pertanian, peternakan, perikanan rakyat dibeberapa provinsi sebagai suatu 
pilot project. Takaiek jo pokok masalah diateih basamo jo IPB Bogor kami 
membangun sentra2 sayur mayur termasuk sistem transportasi dan pembangunan 
phisik pasar regional yang kemudian kami kaitkan pula dengan pasar 
nasional/internasional.
ccc) Cerita bbb) diateih adolah suatu action oleh Eksekutif basamo Perguruan 
Tinggi dalam turut serta memikirkan dan menggerakkan ekonomi rakyat (pedesaan) 
dan ekonomi rakyat (perkotaan) dalam upaya keterkaitan sentra2 produksi dengan 
sentra2 distribusi dan sentra2 pemasaran 
Regional-Nasional-Internasional.Pemikiran dan konsep2 serupa yang sangat 
diperlukan dimasa Globalisasi termasuk arus kuning nan akan memporakporandakan 
ekonomi rakyat SB antara lain "menimbulkan" sentra2 pasar modern seperti Mall, 
supermarket dll. yang notabene dikuasai "asing"!
ddd) Kalau buliah disampaikan adolah diperlukan kesatuan pemikiran dan gerak 
langkah "Minangkabau Inc.untuk bersinergi dalam konseptual Restorasi 
Pembangunan kembali Minangkabau sebagaimana nan alah dilakukan dek apak2 kito 
sabuik sajo H.A. Salim, Moh.Hatta, Moh.Yamin, Dasaat, Hasyim Ning, St.Syahrir, 
tak ketinggalan tokoh legendaris Bapak Republik Datuk Tan Malaka, Djamaluddin 
Tamin dkk. nan alah malatakkan prinsip2 dasar Indonesia merdeka 100% dimana 
unit usaha koperasi yang dijamin oleh konstitusi R.I. Pasal 33.
eee) Adolah Datuk dan Angku Guru M.C. Baridjambek nan alah mempunyai konsep 
ekonomi rakyat dimaksud khususnya mambangkiekkan batang nan tarandam, membangun 
kembali (restorasi) SB sebagai Centre of Excellence dengan pendekatan Zero sum 
approach-nya untuk Regional Economic Development ( RED ) dengan fokus pada 
Trade-Industry-Tourism-Investment dikawasan SB ;. 

fff) Last but not least, paralulah kito duduk basamo2 baik jo Angku2 Eksekutif, 
dan Legislatif maupun jo Tungku tigo sajarangan dalam membangun/restorasi Ranah 
Minang nan samo2 kito cintai.
Note: Banyak tulisan2 ekonomi rakyat nan alah dirilis oleh RN dan mudah2 an 
masih tasimpan untuk diangkat basamo kedalam suatu Forum diskusi dunia maya RN 
nan pabilo mungkin pada waktunya Insya Allah Angku Guru MCB berkenan 
mendiskusikan labieh lanjuik. Baa tu Angku Guru MCB laie kadapeik kito cari 
solusi pokok email diateih, dengan harapan ado juo gunonyo untuk kepentingan 
kemajuan Ranah jo Rantau. 

Wassalam,
Asmun (Lk/67/Depok)
    



________________________________
Dari: Reflus <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Cc: Palanta Rantaunet <[email protected]>; 
"<[email protected]>" <[email protected]>; 
"<[email protected]>" <[email protected]>
Dikirim: Jumat, 30 September 2011 7:30
Judul: Re: [R@ntau-Net] Pasar dan Restorasi Ranah Minang (Cerita dari 
Yogyakarta)





Mak .Darwin Bahar Dan Dunsanak Palanta nan Ambo hormati.
Izinkan Ambo sago saketetk.

Pasar Tradisional : Aplikasi pemikiran Adam Smith "Bapak Ekonomi"

Adam Smith pada tahun 1776 terkenal dengan Teorinya Invisible Hands yang 
mengatakan bahwa Harga Akan tercipta dengan sendirinya dari Tarik menarik 
ANTARA Permintaan Dan Penawaran. 

Apabila pada suatu usaha terdapat keuntungan, semua orang Akan berusaha UNTUK 
ikut dal am usaha itu. Karena adanya Tambahan penawaran dengan asumsi 
permintaan tetap, maka dengan sendirinya harga Akan Turun. Mekanisme ini Akan 
membuat harga terus Turun sampai pada titik keuntungan yang minimum. UNTUK 
memaksimalkan keuntungan pada titik harga tertentu, tiad a lain yang harus 
dilakukan adalah efficiency PRODUKSI atau menekan Harga Pokoknya. 

Persyaratan yang harus dipenuhi UNTUK terciptanya mekanisme ini adalah 
PERSAINGAN SEMPURNA. PERSAINGAN SEMPURNA tercipta sepanjang semua pelaku 
economy mempunyai kekuatan yang sama. Tidak Ada satu pihak yang bisa 
mempengaruhi Permintaan Dan Penawaran ini.

Pasar PERSAINGAN SEMPURNA Akan membuat masyarakat menjadi MAKMUR karena harga 
ditekan sedimikian rupah (murah).

Melihat praktek yang terjadi Saat ini, kekuatan pelaku economy ANTARA Hyper 
Market dengan pedagang Tradisonal begitu jauh ketimpangannya sehingga 
PERSAINGAN SEMPURNA tidak tercipta.

UNTUK membuat terciptanya PERSAINGAN SEMPURNA, disinilah peran Pemerintah. 

Pasar Tradisional menurut pendapat kami adalah suatu car a UNTUK menciptakan 
PERSAINGAN SEMPURNA karena kekuatan pelaku economynya relatip sama.

Pendapat saya jauh dari SEMPURNA
Mohon koreksinya.

Wassalam

Reflus/Lk. 53 tahun.

On Sep 30, 2011, at 2:11 AM, "Darwin Bahar" <[email protected]> wrote:


Yen Pasar Kembang ilang kumandhange,
>ngendi-ngendi paran dadi lokalisasi, 
>uwong-uwong ilang isine, 
>wuda mblejet nglakoni korupsi.
>(Jika Pasar Kembang kehilangan kumandangnya, 
>di mana-mana tempat jadi lokalisasi, 
>orang-orang hilang rasa malunya, 
>telanjang bulat menjalankan korupsi.)
>Itulah sebait syair yang terucap di Pasar Yakopan, Bentara Budaya Yogyakarta, 
>akhir September ini.
>(Dikutip dari Sindhunata, "Yen Pasar Ilang Kumandhange" Kompas, Selasa, 27 
>September 2011,  
>http://cetak.kompas.com/read/2011/09/27/02241989/yen.pasar.ilang.kumandhange)
>Ini cerita dari Yogyakarta memang, tapi tampaknya yang terjadi pada 
>pasar-pasar tradisional di Ranah boleh jadi tidak banyak berbeda dengan yang 
>terjadi di Yogya sana
>Wallahualam bissawab
>Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 68), asal Padangpanjang, tinggal di Depok
> 
-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>- DILARANG:
>1. E-mail besar dari 200KB;
>2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>3. One Liner.
>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke