Assalamu Alaikum W. W. Pak Mochtar, ananda Evy, Zulkarnain Kahar serta majelis RantauNet yang berbahagia. Lebih dahulu saya mohon maaf karena kearifan dari bundo kanduang itu tergantung dari situasi, kondisi, dan lokasi. Sebagai keluarga muda yang baru membentuk rumah tangga, dimana ekonomi kurang mendukung, double gardan banyak memberikan saham untuk keluarga. Saya bekerja dari umur 17 tahun sampai umur 56 tahun. Saya masih merasakan manfaatnya sampai saat2 dihari senja ini, walaupun telah ditinggal oleh soul mate kita. Manfaatnya peran ganda tsb: * Menambah kesejahteraan keluarga dari segi ekonomi * Memberikan contoh untuk anak perempuannya * Memberikan kebanggaan untuk anak2nya dan suaminya * Menambah kepercayaan diri * Membantu saudara2 dan keluarganya. Saya melihat anak2 yang ibunya guru banyak yang berhasil. Sebagai contoh kakak perempuan saya yang guru SD dapat menyekolahkan 7 anak2nya ke Perguruan Tinggi S1, S2, dan S3 dan semua anak perempuannya mempunyai profesi selain Ibu Rumah Tangga saja. Yang tidak boleh dilupakan: (1) Manfaatkan waktu luang sebanyak2nya dengan keluarga, usahakan sebanyak2nya libur bersama, makan bersama. Usahakan berdialog diwaktu makan karena disitu tempat yang dapat kumpul bersama. Yakinkan anak2 bahwa kerja ibunya bermanfaat. (2) Jangan sampai sombong menyepelekan suami. Jangan sekali2 siapapun tahu penghasilan kita. Jadikan penghasilan tsb. penghasilan bersama (ini tentu tak mungkin dalam rumah tangga yang berpolygami). (3) Jangan sekali-kali main api atau berselingkuh yang akan membawa malapetaka besar.
Pak Mochtar, Kalau kita melihat ke Jepang atau negara lainnya setelah absen mereka sesudah melahirkan dengan mudah dapat bekerja kembali tidak seperti dinegeri kita banyak yang akan menggantikan. Saya ingin bertanya juga apakah anak2 pak Mochtar yang peremouan bekerja juga? Berbeda pula dengan di Jakarta berat sekali tugas seorang karyawati. Harus bijaksana dalam segala2nya. (1) Jangan diserahkan anak 100% kepada pembantu nanti dia jadi anak pembantu. (2) Jangan beri kesempatan suami kehilangan keberadaan kita. Untuk tugas2 tertentu tetapdikerjakan sendiri. Untuk anak2ku semuanya. Yang membuat kita dihargai kita sendiri. Tidak usah bekerja tapi punya kelebihan apakah itu pandai memasak atau menjahit atau apa hobby yang lain. Buat diri kita berguna dan orang kehilangan tanpa kita. Sekarang ada working from home tapi hati2 banyak penipuan. Sekianlah pandangan bundo mohon maaf kok talabiah dan takurang. tolong koreksi dan minta tambahan. @Hayatun Nismah Rumzy# On Oct 14, 2011, at 2:24 AM, Zulkarnain Kahar <[email protected]> wrote: > Waouw Amazing.. > > Cuma saya punya pandangan yang berbeda. Mungkin sejak saya tahu ibu saya > adalah PNS. pai pagi pulang patang. Saya malah ingin melihat anak anak > perempuan saya kalau bisa berkarir setinggi langit. Jangan pernah berhenti > bekerja bila menikah dan punya anak nanti, itulah pesan saya pada putri > sulung saya sedang melangkah kearah itu. > > Mungkin agak radikal saya pernah pula berkata pada anak anak perempuan saya " > dengan keringat sampai ke ujung kaki ayah berusaha mengirim kalian ke > universitas bukan untuk duduk diam dirumah" . > > Wassalam > Zulkarnain Kahar > > From: Mochtar Naim <[email protected]> > To: "[email protected]" <[email protected]>; Meuthia Suyudi > <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; > Elvira Naim <[email protected]>; Emil Pk <[email protected]>; > "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" > <[email protected]> > Cc: MOCHTAR NAIM <[email protected]> > Sent: Thursday, October 13, 2011 4:50 AM > Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN > tentang kearifan Bundokanduang > > > Bu Evy Nizhamul, > > Nak duo pantun sairiang, ambo juo punyo contoh ciek lai nan barangkali > patuik dipertimbangkan pulo. Contoh ko ndak lain dari urang rumah ambo > sandiri. Kami dapek anak duo katiko lagi di New York di tahun 1960-an. Surang > batino surang jantan. Nan ka tigo, batino, di Padang dan nan ka ampek, batino > juo, di Singapur. Tapi mungkin kami dek ndak ingin jadi pagawai nagari, kami > cari karajo di ma nan ado. Nan bakarajo iyo ambo sajo. Nan induak bareh iyo > di rumah maasuah anak nan lagi ketek2. Kini satalah anak2 lah gadang2, kami > marasokan bana baa sanangnyo punyo anak ampek urang dan punyo cucu lah > salusin pulo, nan sadonyo diasuah dan digubalokan sendiri. > Katiko di New York, wakatu alun punyo anak, nan induak bareh bakarajo di > perusahaan dagang Indonesia, Yuda Niaga Inc, di dakek Wall Street, dan ambo > maambiak S3 sambia maaja > -- > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
