Pak Zul nan ambo hormati, Bunda Nisma yang evy sayangi, Menjawab tanggapan pak Zul, Ada baiknya saya klarifikasi dari kisah pak Mochtar ini. Sebagai perempuan yang sudah berpendidikan tinggi, bekerjalah dan berkarirlah ketika peluang itu ada. Akan tetapi ketika lahir anak yang lagi membutuhkan perhatian lengserlah dulu sampai si anak mampu mandiri. Hal seperti itulah yang saya saksikan di Australia. Kaum ibunya menghentikan aktivitas diluar rumah dulu menjelang akhil balig. Setelah urusan ini selesai barulah sang ibu berkiprah hingga nenek2 dibidang pekerjaan apa saja mungkin jadi pelayan publik. Amatilah pramugari Qantas tidak ada perempuan muda. Atau ketika anda berada di daerah publik. Beda dengan kita kan...? Justru kalo sudah tua ndak ada lagi kesempatan kerja.
Kemudian jika ingin terus berkarir (pun seperti saya), maka resikonya adalah menjalani tugas ganda. Dari pengalaman saya sebagai ibu, kebutuhan kita melakukan pendidikan dasar buat anak adalah sampai mereka duduk di SMP. Disinilah sosialisasi pada anak tentang agama, etika, moralitas, silaturahim keluarga, pengembangan minat dan bakat. Lebih lebih lagi agama. Saya sangat menikmati perkembangan mereka dalam 2 kali 7 siklus tahunan itu. Insya Allah akan saya bukukan kisah2 mereka - "Busur dan anak2 panah " yang kebetulan sudah ditulis dalam diari mereka sejak dulu. Jadi kesimpulannya, kearifan perempuan sebagai ibu terletak pada memilih yang terbaik diantara yang baik. Dalam situasi negara kita sekarang ini, bagaimana kearifan yang diharapkan dalam kaitan pemberdayaan perempuan yang juga bagian dari tuntutan masyarakat luas. Akhirul kalam apa yang disampaikan bunda Nisma dan Pak Mochtar,adalah sisi baik dari pengalaman senior kita. Perjuangan para ibu dan ayah demi anak2nya pasti ada tangan Tuhan Yang Maha Bijaksana dalam menuntun hambanya, yaitu namanya rezeki buat anak kita. Kitapun semua adalah produk dari didikan orang tua yang bisa terbaca dari cara pandang dan pemikiran yang jernih yang akan bermanfaat bagi orang lain. Belajar dari ibu yang sukses dalam membesarkan anaknya tentu lebih baik sekalipun ibu itu bermodal doa dan tidak bependidikan tinggi pula. Adi dusanak nan ambo hormati. Demikianlah kita akhiri perbincangan ini. Saya sudah menangkap isi dari perbincangan ini. Lebih atau kurangnya saya minta maaf. Wassalam, Evy Nizhamul Kawasan Puspiptek, Tangsel Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: Zulkarnain Kahar <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 13 Oct 2011 12:24:33 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang Waouw Amazing.. Cuma saya punya pandangan yang berbeda. Mungkin sejak saya tahu ibu saya adalah PNS. pai pagi pulang patang. Saya malah ingin melihat anak anak perempuan saya kalau bisa berkarir setinggi langit. Jangan pernah berhenti bekerja bila menikah dan punya anak nanti, itulah pesan saya pada putri sulung saya sedang melangkah kearah itu. Mungkin agak radikal saya pernah pula berkata pada anak anak perempuan saya " dengan keringat sampai ke ujung kaki ayah berusaha mengirim kalian ke universitas bukan untuk duduk diam dirumah" . Wassalam Zulkarnain Kahar ________________________________ From: Mochtar Naim <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]>; Meuthia Suyudi <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; Elvira Naim <[email protected]>; Emil Pk <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]> Cc: MOCHTAR NAIM <[email protected]> Sent: Thursday, October 13, 2011 4:50 AM Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN tentang kearifan Bundokanduang Bu Evy Nizhamul, Nak duo pantun sairiang, ambo juo punyo contoh ciek lai nan barangkali patuik dipertimbangkan pulo. Contoh ko ndak lain dari urang rumah ambo sandiri. Kami dapek anak duo katiko lagi di New York di tahun 1960-an. Surang batino surang jantan. Nan ka tigo, batino, di Padang dan nan ka ampek, batino juo, di Singapur. Tapi mungkin kami dek ndak ingin jadi pagawai nagari, kami cari karajo di ma nan ado. Nan bakarajo iyo ambo sajo. Nan induak bareh iyo di rumah maasuah anak nan lagi ketek2. Kini satalah anak2 lah gadang2, kami marasokan bana baa sanangnyo punyo anak ampek urang dan punyo cucu lah salusin pulo, nan sadonyo diasuah dan digubalokan sendiri. Katiko di New York, wakatu alun punyo anak, nan induak bareh bakarajo di perusahaan dagang Indonesia, Yuda Niaga Inc, di dakek Wall Street, dan ambo maambiak S3 sambia maaja -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
