Assalamualaikum, wr.wb

Pak Arbi nan ambo hormati...,
 
He..he. Iyo tagalak ambo soal disabuik "bijak". Ini rahasia maso lalu ambo mah 
pak. Sebagai anak ketek dulu ambo iyo marabo diimbau si bijak, karena itu gala 
ambo waktu ketek. Panggilan kakak2 ka adiak bungsunya...si bijak.. Maaf ini 
hanya selingan yo pak...

Nah..kalau yang dimaksud ke arifan minangkabau, tentu bukan posisi ambo yang 
mengupas. Banyak dusanak kita baik yang senior maupun yunior yang mampu 
mendiskusikan. Meskipun ambo bisa mengatakan bahwa kearifan Minangkabau itu ada 
di ABSSBK ... Pedomannya sudah ada. Ambopun sudah memberi saran koreksinya 
sebanyak 16 butir, yaitu bagaimana menselaraskan Hukum Keluarga menurut Islam 
didalam adat Minangkabau.  Lantas kala itu orang bertanya, apa sih kompetensi 
penyusun draft yaitu Pak Saaf dkk, termasuk saya yang memberi masukan membuat 
pedoman ABS SBK. Yang dianggap  tidak pantas karena dinilai menggurui warga 
Minangkabau. Harusnya para cendekiawan diRANAH MINANG dong... Itulah yang 
terjadi.  Dengan adanya  penolakan berapa juta KKM 2010 yang berubah jadi SKM..

Inilah realita minangkabau pak... Kala itu, Saya hanya warga biasa tidak ada 
sangkut paut dengan Gebu Minang. Saya bukan siapa siapa dan tidak menjadi apa 
apa...
Tapi Alhamdulillah gagasan itu sudah di gulirkan dan sudah bisa di pedomani. 
Harapan kita kedepan, pedoman ABS SBK dapat berlaku secara efektif. Tinggal 
masyarakat mau pakai atau tidak. Karena itu semua bukan produk perundang 
undangan.

Karena PADUSI adalan central dari budaya Minang - Limpapeh, maka kearifan itu 
harusnya datang dari kaum perempuannya.. MEMILIH YANG TERBAIK DIANTARA YANG 
BAIK..
Ini idealis memang..yang mungkin tidak mudah dilaksanakan, namun perlu dukungan 
oleh anggota keluarganya.. Bagaimana anak dan suami ditangan kanan dan 
pekerjaan ditangan kiri.
Semua itu berkat dukungan junjungan saya yang meminta agar saya tetap berada 
dalam posisi sebagai rumah tangga..
Alhamdulillah saya sudah melewati semua, kapan saya berkarir kemudian lengser 
kemudian berkarir kemudian akan lengser lagi.
Kalau perlu saatnya sekarang saya berambisi jadi KADA atau jabatan yang mampu 
pula diemban perempuan . 
Jika ada dukunga. Kenapa tidak.. Ternyata Tidak sekedar dukungan tetapi 
PITIes....pandorong ini nan barek ...ini kenyataannya.

Demikianlah. Inilah perbincangan kita pagi ini ya pak...
 
Moho maaf jika ada kalimat yang kurang berkenan..ya
 
Wassalam,
 
Evy Nizhamul


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: "Asmardi Arbi" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 14 Oct 2011 22:55:23 
To: milis rang minang<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN
 tentang kearifan Bundokanduang

Bu Evy nan bijak jo sanak sapalanta nan ambo hormati,

Sabalun pabincanganko diakhiri ambo saketek ado uneg-uneg ( apo yo caro 
Minangnyo ).

Ambo lai rajin mangikuti tanggapan -tanggapan  tantang Bidang Kearifan 
Bundokanduang ko, mulai dari pak MN, Bundo Nismah jo sanak-sanak lainnyo nan 
banyak bisa dicontoh jo diambiak sabagai pelajaran. Hanyo ambo agak heran kok 
ndak ado nan manyingguang saketek juo tantang baa kaarifan dalam hal 
keMinangan. 

Ambo pernah batugeh didaerah-daerah dan sering diminta jadi pelindung jo 
penasehat organisasi Keluarga Minang. Pado umumnyo  ambo mambari nasehat 
tautamo ka anak-anak mudo bahaso ciri khas urang Minang bisa diliek dari Adaik 
jo Agamo ( ABS-SBK ). Kalau indak tacamin nan duo tu dalam tingkah laku 
sahari-hari awak , labiah rancak indak mangaku sabagai urang Minangkabau. Ambo 
marasokan disikolah nan paliang barek mananamkan ka anak-anak mudo tamasuak 
anak awak sendiri. Jangankan mananamkan masalah agamo jo adaik, soal maajak ba 
bahaso Minang sajo alah payah awak.    Mohon maaf bilo ndak berkenan jo 
uneg-uneg amboko.

Semoga Bundo Nismah jo bu Evy sukses manyumbangkan pemikiran-pemikiran dalam 
bidangnyo di organisasi Gebu Minang .

Wassalam,

Asmardi Arbi (nan sangek ingin maliek implementasi ABS-SBK  dipanghujuang 
hayaik ko )



From: [email protected] 
Sent: Friday, October 14, 2011 7:17 AM
To: milis rang minang 
Subject: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM. NAK DUO PANTUN SAIRIANG. Mohon SARAN 
tentang kearifan Bundokanduang


Pak Zul nan ambo hormati,
Bunda Nisma yang evy sayangi, 

Menjawab tanggapan pak Zul, Ada baiknya saya klarifikasi dari kisah pak Mochtar 
ini. 
Sebagai perempuan yang sudah berpendidikan tinggi, bekerjalah dan berkarirlah 
ketika peluang itu ada. Akan tetapi ketika lahir anak yang lagi membutuhkan 
perhatian lengserlah dulu sampai si anak mampu mandiri.
Hal seperti itulah yang saya saksikan di Australia. Kaum ibunya menghentikan 
aktivitas diluar rumah dulu menjelang akhil balig. Setelah urusan ini selesai 
barulah sang ibu berkiprah hingga nenek2 dibidang pekerjaan apa saja mungkin 
jadi pelayan publik. 
Amatilah pramugari Qantas tidak ada perempuan muda. Atau ketika anda berada di 
daerah publik. Beda dengan kita kan...? Justru kalo sudah tua ndak ada lagi 
kesempatan kerja.

Kemudian jika ingin terus berkarir (pun seperti saya), maka resikonya adalah 
menjalani tugas ganda. 
Dari pengalaman saya sebagai ibu, kebutuhan kita melakukan pendidikan dasar 
buat anak adalah sampai mereka duduk di SMP. Disinilah sosialisasi pada anak 
tentang agama, etika, moralitas, silaturahim keluarga, pengembangan minat dan 
bakat. Lebih lebih lagi agama. 
Saya sangat menikmati perkembangan mereka dalam 2 kali 7 siklus tahunan itu. 
Insya Allah akan saya bukukan kisah2 mereka - "Busur dan anak2 panah " yang 
kebetulan sudah ditulis dalam diari mereka sejak dulu.
Jadi kesimpulannya, kearifan perempuan sebagai ibu terletak pada memilih yang 
terbaik diantara yang baik.
Dalam situasi negara kita sekarang ini, bagaimana kearifan yang diharapkan 
dalam kaitan pemberdayaan perempuan yang juga bagian dari tuntutan masyarakat 
luas.

Akhirul kalam apa yang disampaikan bunda Nisma dan Pak Mochtar,adalah sisi baik 
dari pengalaman senior kita. 
Perjuangan para ibu dan ayah demi anak2nya pasti ada tangan Tuhan Yang Maha 
Bijaksana dalam menuntun hambanya, yaitu namanya rezeki buat anak kita. 
Kitapun semua adalah produk dari didikan orang tua yang bisa terbaca dari cara 
pandang dan pemikiran yang jernih yang akan bermanfaat bagi orang lain. Belajar 
dari ibu yang sukses dalam membesarkan anaknya tentu lebih baik sekalipun ibu 
itu bermodal doa dan tidak bependidikan tinggi pula.

Adi dusanak nan ambo hormati. Demikianlah kita akhiri perbincangan ini. Saya 
sudah menangkap isi dari perbincangan ini.

Lebih atau kurangnya saya minta maaf.

Wassalam,

Evy Nizhamul
Kawasan Puspiptek, Tangsel


Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke