Arfi Bambani Amri | Jum'at, 14 Oktober 2011, 06:05 WIB 

VIVAnews - Pelaku bisnis pariwisata di Sumatera Barat sangat berharap Jembatan 
Selat Malaka direalisasikan. Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran 
(PHRI) Sumbar, Maulana Yusran, jembatan itu akan menggenjot perkembangan 
pariwisata Sumatera Barat.

Maulana menyatakan, turis dari Malaysia dan Singapura akan semakin deras masuk 
ke Sumatera Barat. Saat ini saja, wisatawan dari Malaysia dan Singapura 
diperkirakan sudah mencapai 200 ribu orang per tahun.

"Mungkin mereka akan memilih berbisnis di Riau, tapi, mereka akan menghabiskan 
waktunya untuk berlibur di Sumbar," kata Maulana yang akrab disapa Alan itu 
kepada VIVAnews, Kamis 13 Oktober 2011.

Jembatan Selat Malaka, kata Alan, akan membuat akses warga di Semenanjung lebih 
mudah. Alan mengatakan, pergerakan orang di Malaysia dan Singapura melebihi 
dari apa yang terjadi di Indonesia. Ia mencatat, angka pergerakan turisme kedua 
negara tetangga itu mencapai 10 juta orang. Jika akses darat terwujud, dengan 
adanya jembatan dari Riau ke Malaysia, angka kunjungan ke daerah-daerah di 
Sumatera khususnya Sumatera Barat bakal meningkat.

Selama ini, wisatawan Malaysia mendominasi kunjungan ke Sumatera Barat. 
Kedekatan sejarah menjadi salah satu alasan tingginya jumlah wisman asal 
Malaysia dibanding dari negara lain.

Meskipun pasca gempa 2009 angka kunjungan wisatawan asal Malaysia mengalami 
penurunan, PHRI Sumbar optimistis angka ini akan terus membaik. "Apalagi bila 
jembatan ini benar-benar diwujudkan, pasti akan mempermudah akses bagi kedua 
kawasan," katanya.

Alan pun menepis anggapan jika pembangunan jembatan tersebut akan lebih 
menguntungkan Malaysia dibanding Indonesia. Menurutnya, akses darat ini akan 
menguntungkan kedua belah pihak. "Kita diuntungkan, Malaysia pasti juga akan 
mendapatkan keuntungan dari pembangunan jembatan itu nantinya," kata Alan.

Penasaran dengan proyek ambisius ini? Baca:

- Desain Jembatan Selat Malaka

- Jembatan Malaka, Proyek Ambisius RI-Malaysia

(Laporan Eri Naldi, Padang | kd)

BERITA TERKAIT

•  Chatib: Urus Krisis Dulu, Baru Selat Malaka 

•  Jembatan Selat Malaka, Siapa Diuntungkan? 

•  Desain Jembatan Selat Malaka 

•  Jembatan Malaka, Proyek Ambisius Malaysia-RI 

•  Jembatan Selat Malaka Telan Rp114 Triliun

http://us.wap.vivanews.com/news/read/255405-jembatan-selat-malaka-genjot-turisme-sumbar


Wassalam
Nofend | 34+ | Cikasel

Sent from Pinggiran JABODETABEK®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke