Sdr Wannofri Samry, dkk di dunia maya,
 
     Dari wajah Sumatera Barat yang kita lihat sejak kalahnya PRRI sejak 
setengah abad ke mari ini terbayang bagaimana beratnya hidup di bawah bayang2 
kekuasaan pusat yang didominasi oleh kekuasaan budaya J. Bahwa budaya J 
memerlukan perlindungan dari kekuasaan ersazt kapitalismus yang dikendalikan 
oleh para kapitalis MNC dan konglo berkulit kuning dari tanah Tiong Kok sejak 
masih di masa Majapahit dan Mataram yang berlanjut sampai hari ini, semua para 
ahli sejarah dan budaya mengetahui dengan baik dan jeli sekali. Budaya J yang 
berorientasi magis-metafisis menjauhkan diri dari perbuatan kasar keduniawian 
yang karenanya menyerahkan dan menempahkan semua yang berbau mundane 
keduniawian itu kepada pelaku ekonomi dari kelompok MNC cum Konglo itu yang 
menguasai jentera ekonomi Indonesia dari hulu sampai ke muara dan di semua 
sektor kegiatan ekonomi. 
     Yang kasian adalah daerah2 luar Jawa yang punya weltanschauung sendiri 
yang berorientasi sintetik-egaliter yang berbeda dengan budaya J yang sinkretik 
dan feodalistik itu tapi nyaris tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya 
mengiakan dan mengikuti bagaimana maunya yang berkuasa yang bercokol di pusat 
kekuasaan itu. Maka jadilah orang M -- Minang dan Melayu -- itu orang-orang 
munafik yang berbeda antara yang dikatakan dengan yang ada di dalam diri 
sanubari sendiri.
     Alternatif masa depan yang kelihatannya fisibel adalah memperapat dan 
menjembatani kedua pantai Selat Melaka sehingga menciptakan satu komunitas 
budaya Melayu Raya seperti yang diimpikan oleh Jose Rizal (Filipina), Tan 
Malaka (Indonesia), Tuanku Abdul Rahman (Malaysia) dan Yusof Ishak (Singapura) 
sebelum Indonesia dllnya merdeka, yakni yang terentang sejak dari Pattani - 
Malaysia - Singapura - Brunai, Indonesia, Filipina. Kesemua (kecuali satu?) 
tokoh yang mengimpikan Melayu Raya itu  kebetulan juga berdarah Minang. 
     Dan Dunia Melayu ini akan bergandengan dengan Dunia Islam di era Tamaddun 
Gelombang Ketiga yang baru kita masuki ini untuk 7 abad ke depan pula -- 
setelah 7 abad pertama menaik, 7 abad kedua menurun, dan sekarang 7 abad ketiga 
menaik lagi.
     Salam, MN

 
 
 
 

From: wannofri samry <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Saturday, October 15, 2011 11:22 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] PERSPEKTIF INDONESIA KE MASA DEPAN

Salam,
Sejak masa mahasiswa ( tahun 1986) alahamdulillah saya sudah mengikuti 
pemikiran Pak Mochtar Naim, dan akhir-akhir ini beliau masih produktif 
(walaupun sempat terhenti ketika mejadi anggota legislatf). Semangat beliau 
masih seperti dulu. Makalah ini masih tajam. Cuma saya lihat belum ada solusi 
ril dari Pak Mochtar Naim terhadap Sumatera Barat. 
Apakah mungkin kita meghindar dari dunia kapitalistik, dimana Indonesia bangn 
dari sistem kapitalis ini? Lagi pula tidak ada kapitalisme murni yang 
dilaksanakan saat ini? masalah kapitalistik dan sosialistik mungkin tidak 
masalah tetapi bukankah kembali ke manusianya?
Negara yang menganut kerajaan yang juga berbau  feodalistik seperti Inggris dan 
Malaysia, ternyata lebih sjehatera dibandingkan Indonesia.  
Apakah  sikap egaliter yang dianut di Minangkabau juga diartikan salah dan 
bumerang bagi pembangunan kita.? Orang semua merasa sama besar, sama berhak, 
sama menjadi boss dan sbb. Akhirnya banyak orang juga tak tahu aturan (untuk 
mengatakan kurang etka dan kurang ajar). Lihat di mana-mana orang bebas bicara, 
bebas berbuat yang di luar tataran adat dan agama yang indah itu.Perhatikanlah 
jaan raya di Padang, ituah gambaran kekacauan dan wajah masyarakat kita. memang 
tidak mengenakkan.

Ini hanya sebagai bahan perimbangan dan bahan pemikiran.


Terima kasih atas berbaginya.

WNS


From: Mochtar Naim <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
Taufiq Ismail <[email protected]>
Cc: MOCHTAR NAIM <[email protected]>
Sent: Saturday, October 15, 2011 8:23 AM
Subject: [R@ntau-Net] PERSPEKTIF INDONESIA KE MASA DEPAN


Kawan2 di dunia maya,

     Dalam rangka berbagi pikiran dan pendapat, di Attachment saya lampirkan
teks ceramah saya: "Perspektif Indonesia ke Masa Depan," di hadapan mahasiswa 
Indonesia di Univ of Queensland, Brisbane, Australia, ketika kunjungan saya 
ke Brisbane, tgl 15 April th 2010 yl.
     Bagi yang berminat silahkan baca dan komentari.
Disertai salam,
MN-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke