Lapangan bola penuh sesak oleh penonton yg berdiri di pinggir lapangan,  
sebelum pertandingan sepakbola antara tim indonesia lawan singapore, lagu 
kebangsaan masing2 negara pun dikumandangkan. Saat lagu Indonesia raya 
dikumandangkan, orang2 indonesia yg banyak menonton di pinggir lapangan pun 
langsung berdiri dan bernyanyi bersama, sambil sebagian mengibarkan bendera 
merah putih.
“Indonesia tanah airku,  Tanah tumpah darahku, 
Disanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku, 
Indonesia kebangsaanku,  Bangsa dan tanah airku, 
Marilah kita berseru: "Indonesia bersatu!" 
 
sungguh mengharukan sekali suasananya , saat lagu tsb dinyanyikan, baru sadar, 
sudah lama sekali tak menyanyikan nya, rasanya terakhir waktu kuliah puluhan 
tahun yg lalu, sebagian ada yg lupa lagi syairnya. saat itu saya yang ikut 
menonton di pinggir lapangan, tak sempat ikut menyanyikan penuh lagu tersebut, 
bukan hanya karena sebagian lupa syairnya, tapi karena kerongkongan ini serasa 
tersumbat, dada bergetar, air mata pun hampir mengalir, tak kuat menahan 
haru….., subhanallah… 
 
Walau telah lama meninggalkan negeri sendiri, sering sedih mendengar berita2 
tentang negeri kita sendiri, dg berbagai permasalahan, ada rasa kekecewaan,  
tapi tetap saja kerinduan dan kecintaan terhadap negeri sendiri tak bisa 
dilupakan.
 
Kita semua yg ditakdirkan terlahir sebagai orang Indonesia, berada di negeri 
indah bernama Indonesia, akan tetap mencintai negerinya sendiri, walau 
bagaimana pun keadaan nya, karena itulah takdir hidup ini, berusahalah berbuat 
sebaik mungkin, memberi makna dalam perjalanan hidup yg hanya sekali ini kita 
lalui. 
 
Jadi teringat pepatah melayu lama ;  sebutir emas, walau terbenam di tanah 
kotor sekalipun, tetaplah akan berkilau dan berharga.
 
Baca cerita selengkapnya di link berikut  ;
http://hdmessa.wordpress.com/2011/12/08/saat-merah-putih-berkibar-di-kota-gurun-pasir/
---------------
Sorot mentari sore hari, menembus diantara barisan gedung2 tinggi pencakar 
langit, di rumput hijau lapangan bola di tengah kota Dubai ini. Suasananya 
begitu hiruk pikuk oleh para penonton yg memenuhi pinggir lapangan. Banyak para 
penonton adalah orang2 indonesia yg bekerja di Dubai, mereka ingin menyaksikan 
pertandingan final sepakbola futsal outdoor, antar komunitas masyarakat  Negara 
ASEAN di Dubai. Sore ini berlaga di final tim dari masyarakat Indonesia melawan 
tim dari masyarakat Singapore. 
Lapangan bola penuh sesak oleh penonton yg berdiri di pinggir lapangan,  
sebelum pertandingan sepakbola antara tim indonesia lawan singapore, lagu 
kebangsaan masing2 negara pun dikumandangkan. Saat lagu Indonesia raya 
dikumandangkan, orang2 indonesia yg banyak menonton di pinggir lapangan pun 
langsung berdiri dan bernyanyi bersama, sambil sebagian mengibarkan bendera 
merah putih.
“Indonesia tanah airku,  Tanah tumpah darahku, 
Disanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku, 
Indonesia kebangsaanku,  Bangsa dan tanah airku, 
Marilah kita berseru: "Indonesia bersatu!" 
 
sungguh mengharukan sekali suasananya , saat lagu tsb dinyanyikan, baru sadar, 
sudah lama sekali tak menyanyikan nya, rasanya terakhir waktu kuliah puluhan 
tahun yg lalu, sebagian ada yg lupa lagi syairnya. saat itu saya yang ikut 
menonton di pinggir lapangan, tak sempat ikut menyanyikan penuh lagu tersebut, 
bukan hanya karena sebagian lupa syairnya, tapi karena kerongkongan ini serasa 
tersumbat, dada bergetar, air mata pun hampir mengalir, tak kuat menahan 
haru….., subhanallah… 
 
Walau telah lama meninggalkan negeri sendiri, sering sedih mendengar berita2 
tentang negeri kita sendiri, dg berbagai permasalahan, ada rasa kekecewaan,  
tapi tetap saja kerinduan dan kecintaan terhadap negeri sendiri tak bisa 
dilupakan.
 
Sungguh mengesankan suasana saat turnamen bola Asean dubai cup, di lap Al Ahli 
sport club,  Dubai yg berlangsung tgl 2 desember bertepatan dg hari nasional 
negara UAE. Turnamen tersebut diselenggarakan oleh komunitas Singapore di 
Dubai, SMG -Singapore Malay Group, untuk memperingati juga hari nasional UAE. 
pesertanya dari berbagai komunitas negara2 ASEAN di Dubai ; Malaysia, 
Singapore, Filipina & Indonesia.Walau bukan pemain bola professional, tapi 
suasana pertandingan begitu seru. Dan kita bangga, bahwa tim2 dari Indonesia 
berhasil menjadi juara pada beberapa kategori pada turnamen tsb, mengalahkan 
peserta dari negara2 lain nya. Tim sriwijaya, jadi juara di kategori utama, dan 
tim Ruwais muda, menjadi juara di kategori U-16 thn ( remaja di bawah usia 16 
thn ), kemenangan tersebut  sungguh membanggakan semua masyarakat Indonesia di 
Dubai yg banyak hadir pada acara tsb. 
 
Tim Ruwais Muda, adalah anak2 remaja dari kampung Ruwais, dimana anak saya ikut 
bermain juga. Mereka berhasilkan mengalahkan tim2 negara lain dg score telak. 
Saya baru tahu belakangan ternyata anak2 remaja Singapore dan Malaysia yg ikut 
tanding tsb, banyak yg jebolan football academi MU, MC dan Arsenal di Dubai/ 
Abu Dhabi. Padahal anak2 hanya pemain bakat alam, tak khusus ikut sekolah 
sepakbola, mungkin hanya anak remaja sy yg di Bandung dulu pernah ikutan 
sekolah sepakbola persib, terbukti  anak2  jebolan sekolah sepakbola persib, 
bisa juga mengalahkan jebolan football academi spt MU dan Arsenal tsb.  
Alhamdulillah anak2 remaja kita bisa mengalahkan mereka semua  dan menjadi 
juara pertama.
 
Pada pertandingan final liga utama (dewasa), antara tim komunitas Indonesia 
melawan komunitas Singapore, suasana nya heboh sekali, para supporter tim 
Indonesia yg banyak hadir saat itu, membawa bendera merah putih dan menyanyikan 
yel2 khas Indonesia, saya lihat sebagian ada yg pakai atribut klub2 sepakbola 
Indonesia, spt  Arema, Persib dll. pelatih tim kita, terlihat aktif sekali di 
pinggir lapangan memberi arahan, ternyata pelatihnya adalah mantan pemain liga 
Indonsia yang saat ini bekerja di Dubai . Pertandingan cukup seru, walau secara 
ukuran tubuh tim Indonesia lebih kecil ukuran fisiknya dibanding singapore, 
ternyata mereka sangat lincah dan akhirnya tim kita  bisa memenangkan 
pertandingan dan menjadi juara. Para pendukung Indonesia pun bersorak sorai, 
ada juga yang membawa bendera merah putih ke tengah lapangan, seru sekali.
 
Seru juga menonton pertandingan bola langsung di pinggir lapangan tsb, penonton 
bebas bersorak, dan kalau ada bola keluar, penonton pun perlu minggir sebentar. 
Suasana spt itu mengingatkan saya pada masa kecil di Bandung dulu, saat ada 
pertandingan bola antar kampung ( tarkam ) hanya ini bedanya lebih tertib dan 
lapangan nya bagus. Saat tarkam dulu, hanya di lapangan tanah, dalam 
pertandingan final, anak2 kampung kami tanding lawan anak2 kampung lain nya,  
pertandingan seru sekali, para orang dewasa pun ikut menonton langsung di 
pinggir lapangan. Ejek2an antar pendukung dan permainan yg keras, membuat 
suasana semakin panas. Sekali waktu terjadi ada pemain yg terjatuh, karena 
kakinya terantuk kaki lawan, ia pun mengaduh dan berguling2. Pertandingan 
terhenti sejenak, para pemain lain nya datang mengerubuti nya, terjadi 
keributan antar pemain, pertama hanya adu mulut, lama kelamaan tangan dan kaki 
pun main, sambil berkelahi beneran. 
 
Suasana pun semakin panas dan kisruh, wasit tak bisa melerai, akhirnya para 
pendukung di pinggir lapangan pun ikut masuk ke lapangan, terjadilah tawuran 
massal. Saya, anak kecil yg menonton disana, hanya terpana melihat itu semua. 
Saya melihat beberapa pendukung ternyata membawa juga senjata tajam yg 
disembunyikan dibalik tas nya, keributan makin meluas, pendukugn dengan senjata 
tajam pun maju ke tempat keributan di lapangan, melihatnya, para pemain dan 
pendukung lain yg hanya berkelahi dg tangan kosong pun jadi ketakutan, melihat 
ada pendukung membawa senjata tajam, sebagian orang berlarian menghindar ke 
luar lapangan. Wah keributan besar tambah menjadi2, apalagi ada para pendukung 
yang bersenjata tajam antar pendukung. Saya dan teman2 anak remaja lain nya, 
ketakutan melihatnya dan memilih untuk lari menghindar, secepatnya pulang ke 
rumah. Memori tanding bola antar kampung di masa kecil yg begitu berkesan itu, 
masih selalu teringat sampai sekarang. 
 
Tapi pertandingan bola antar komunitas pendatang yg saya lihat di Dubai ini , 
beda sekali suasanya, walau bukan pertandingan pemain bola professional, 
semuanya berlangsung tertib dan teratur, lapangan dan fasilitasnya bagus dan 
pertandingan aman2 saja tak ada keributan. Setelah semua pertandingan usai, 
dilakukan pemberian medali dan piala oleh panitia. Panitia dari komunitas 
Singapore, mengundang juga para diplomat Negara lain utk memberikan piala. 
Untuk tim Indonesia, pemberian piala diberikan oleh pak Mansyur Pangeran, 
Konsulat Jenderal Indonesia di Dubai. 
 
Setelah selesai pemberian hadiah dan piala, Saya dan anak2 langsung pulang ke 
Ruwais, masih lama perjalanan sekitar 4 jam perjalanan.  Dari kompleks stadium 
Al Ahli di daerah timur Dubai dekat perbatasan Sarjah, kita langsung pulang 
melintasi jalan utama Dubai, Syekh Zayed Road , tampak bangunan2 menjulang di 
pinggir jalan, penuh berhiaskan warna bendera UAE, karena hari ini adalah hari 
nasional Negara UAE yg ke -40 . Saat melintas jalan utama tersebut, di kejauhan 
tampak menjulang Burj khalifa, gedung tertinggi di dunia, yg bermandikan 
cahaya, biasanya saat perayaan national day ini, malam harinya ada pesta 
kembang api yg dilepaskan dari ketinggian gedung tersebut. Di sepanjang jalan 
kita melihat, mobil2 dihiasi bendera2 UAE dan juga gambar para tokoh negara 
nya, klakson mobil pun, riuh rendah saling menyahut, meriah sekali suasananya, 
menghangatkan suasana malam kota Dubai yg gemerlap dg gedung2 tinggi berbentuk 
unik yang membuat orang berdecak kagum
 melihatnya.
 
Mengalami suasana meriah seperti itu sepanjang perjalanan pulang, pikiran saya 
kok malah jauh mengawang2 sampai ke negeri nyiur melambai, teringat suasana 
hari kemerdekaan, 17 agustus di Bandung dulu. Dimana suasananya hampir mirip, 
bendera merah putih terpampang dimana2. Namun ada suasana khas yg lebih seru 
lagi di negeri kita, yaitu perlombaan dan pertandingan2 olahraga yang sungguh 
menarik, spt lomba panjat pinang atau lomba balap karung antar anak2, 
suasananya jauh lebih heboh lagi, tiap tgl 17 agustus rasanya bagai pesta 
rakyat saja. 
 
Kalau membandingkan suasana alam nya, alam Indonesia tetap jauh lebih indah dan 
sejuk daripada alam gurun pasir yg panas ini. Alam gurun pasir yg kaya minyak 
telah memberi banyak keberkahan pada negara ini yg membangun negerinya jadi 
negara maju yg modern dg segala fasilitasnya. Kota Dubai yg gemerlap dg 
bangunan2 tinggi, jalanan lebar, taman yg apik dan berbagai fasilitas umum 
lainnya yg tertata rapi, kira2 sebanding dg kota Singapore. Musim dingin di 
bulan desember dimana cuaca sejuk, membuat nyaman sekali berada disini. 
Mengitari kota Dubai ini, suka sedih kalau membandingkan dengan suasana di 
kota2 besar negeri kita dimana fasilitas umum masih kurang, jalanan banyak yg 
rusak , macet dan segudang permasalahan lain nya.
 
Tapi walau bagaimana pun kecintaan pada negeri sendiri tak bisa dilupakan 
begitu saja, negeri dimana kita lahir dan dibesarkan, walau bagaimana pun 
keadaan nya. Lagu Indonesia raya yg dinyanyikan bersama tadi, kibaran bendera 
merah putih, walau sederhana begitu mengesankan, mengingatkan kerinduan dan 
kenangan indah tentang negeri nyiur melambai, negeri indah dimana kita semua 
dilahirkan, dibesarkan.
 
Mungkin kita banyak mengkritik negeri kita sendiri dg segudang permasalahan 
nya, bahkan ada yg sampai spt org patah hati segala, tapi walau bagaimana pun 
juga , dalam alam bawah sadar kita telah tertanam memori sejak masa kecil 
sampai saat ini, memori ttg Indonesia. Kata pepatah sunda, buruk2 papan jati, 
hade goreng nu sorangan ( kayu jati walau telah lama/tampak jelek sekalipun 
tetap kuat, sejelek2nya kalau milik kita sendiri harus kita hargai apa adanya ) 
, walau telah jauh merantau meninggalkan  negeri sendiri, rasa kerinduan tetap 
menghambur kuat. Walau sebagian ada yg mengkritik, kecewa, sedih dll, tapi kita 
tetap mencintainya apa adanya, bagai kata pepatah, “benci tapi rindu”.   Tak 
salah ada yg berkata, bahwa rasa nasionalisme itu bagai udara, tak terlihat, 
tapi bisa dirasakan.
 
" Kita semua yg ditakdirkan terlahir sebagai orang Indonesia, berada di negeri 
indah bernama Indonesia, akan tetap mencintai negerinya sendiri, walau 
bagaimana pun keadaan nya, karena itulah takdir hidup ini, berusahalah berbuat 
sebaik mungkin, memberi makna dalam perjalanan hidup yg hanya sekali ini kita 
lalui. 
 
Jadi teringat pepatah melayu lama ;  sebutir emas, walau terbenam di tanah 
kotor sekalipun, tetaplah akan berkilau dan berharga.
 
Demikianlah renungan dalam perjalanan jauh melintas gurun pasir di malam hari, 
dari Dubai ke Ruwais , 2 December 2011
 
Note ; Berita mengenai turnamen tsb, sampai pula beritanya ke Indonesia, lihat 
link berikut ;
 
http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2011/12/03/47718/Sriwijaya-Sabet-Gelar-The-4th-ASEAN-Cup-Tournoi-2011-
 
http://www.antaranews.com/berita/287522/tim-indonesia-juara-asean-cup-di-dubai

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke