Membaca musang berbulu domba.
Yang ditulis bung hendra.
Diliat dari pepatah kita.
Dimalaysia atau indonesia.
Yang hampir sama.
Memang agak berbeda.
Bahkan janggal terasa.
Tetapi kalau diliat makna.
Atau maksud yg tertera.
Jelas ini sbuah cerita.
Yang sudah melegenda.
Di se antero dunia.
Dari zaman yunani roma.
China.india dan rusia.
Cerita orang bermuka dua.
Sebuah sifat yang tercela.
Dimana saja acap bersua.
Bertemu dan berjumpa.
Baik dikota atau di desa.
Bahkan dalam negara.
Malahan sudah mendunia.
Dan sudah merajalela.
Bagaikan wabah kolera.
Bahaya bak narkoba.
Heroin.putaw dan ganja.
Menyerang anak manusia.
Yang tidak pandang usia.
Baik tua maupun muda.
Remaja atau dewasa.
Jompo atau manula.
Bahkan mungkin balita.
Tidak pandang strata.
Miskin atau sikaya.
Tidak pandang isi kepala.
Buta huruf atau sarjana.
Tidak pandang agama.
Islam ataupun budha.
Tidak pandang ulama.
Kiyai atau pendeta.
Dimusajik atau gereja.
Bahkan di surau atau musholla.
Pos kamling pos ronda.
Tidak pndang kerjanya.
PNS atau swasta.
Pramusaji pramuniaga.
Sampai pembantu pramuwisma.
Pamongpraja atau pramuka.
Tidak pandang status keluarga.
Janda atau duda.
Tidak pandang tahta.
Kepala desa kepala negara.
Menteri ataupun raja.
Sampai rakyat jelata.
Tuna wisma tuna susila.
Tuna grahita tuna daksa.
Bahkan juga tuna netra.
Banyak contoh kalau di eja.
Hidup dgn pura pura.
Bkn dgn bertujuan mulia.
Tetapi dgn tujuan nista.
Utk memperdaya.
Menggapai cita cita.
Bahkan mnggapai cinta.
Melepas rindu dan asmara.
Nafsu yang bergelora.
Berbuat membabi buta.
Hanya utk membuang sperma.
Bagaikan seekor kuda dan onta.
Berlari me ronta ronta.
Karena haus dan dahaga.
Atau demi menumpuk harta.
Bermain sandiwara.
Benci berlagak mesra.
Curang berlagak setia.
Menipu kawan dan kolega.
Meraih kursi menggapai meja.
Berebut angka dan suara.
Kadang mencari gara gara.
Membikin huru hara.
Atau hura hura.
Demo kemana mana.
Mengerahkan warga dan massa.
Berbagai tuntutan yg di baca.
Bermacam peralatan yg dibawa.
Melawan polisi dan tentara.
Ujung ujungnya banyak yg celaka.
Banyak luka dan cidera.
Yang ga tau kebawa bawa.
Yg menyuruh entah dimana.
Mungkin sedang ketawa ketawa.
Berkelakar dan bercanda.
Tinggalah korban dengan duka.
Andaikan ada rasa iba.
Tanda turut belasungkawa.
Memberikan sedikit derma.
Yang nilainya tak sberapa.
Dibandingkan dgn nyawa.
Ber ucap penuh wibawa.
Sambil berkata.
Aah itu hal biasa.
Demi sebuah cita cita.
Sekarang mnurut hemat saya.
Semua ini tinggal di kita.
Sikap mental d plihara.
Jgn sampai di adu domba.
Harus perang dgn saudara.
Bermusuhan dgn tetangga.
Harus hati hati dan waspada.
Haruskah sabar menerima.
Atau melawan dengan murka.
Tak cukup hanya dgn doa.
Atau lillahhitaala.
Tapi...harus bertindak nyata.
Tidak hanya berlapang dada.
Tapi harus dgn usaha.
Negara kita cukup kaya.
Buat kita sejahtera.
Hanya saja salah kelola.
Salah lagak salah gaya.
Sibuk dgn tebar pesona.
Kesana kemari mncari muka.
Berlagak org ter aniaya.
Pdahal tak lebih tipu dan daya.
Namun utk smentara.
Kita berjuang lewat media.
Media suara media berita.
Termasuk dalam dunia maya.
Contohnya ruang palanta.
Hanya ini saya yg bisa.
Mau perang ga ada senjata.
Mau brantam ga ada tenaga.
Yaa cukup saja dengan pena.
Sembari brcerita.
Yg penting cerita nyata.
Tidak menyinggung dan mnghina.
Andaikan ada salah dan alpa.
Kurang titik berobah makna.
Salah tafsir kurang koma.
Yaa tolong d maafkan saja.
Utk dunsanak se palanta.
Andaikan banyak kurang terasa.
Bagaikan kopi kurang gula.
Tentunya tak ada rasa.
Untuk itu tambahkan alinea.
Jadikan cerita jilid dua.
Terimaksih unuk semua.
Dari YAN MAJO BASA.
Yanto jambak nama udara.
Wss.wr.br.

















sjamsir_sjarif <[email protected]> wrote:

>Apakah ungkapan "Musang berbulu domba" dalam subject ini tidak salah arti atau 
>salah tafsir dari pepatah kita "Musang Berbulu ayam"? Saya kira "musang" dan 
>"domba" tidak hidup dalam satu lingkungan. Atau apakah itu bayangan orang di 
>lingkungan Timur Tengah (Dubai?) yang selingkungan dengan "domba" yang mungkin 
>belum pernah melihat "musang"?
>
>Baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Melayu, pepatah yang biasanya kita 
>dengar adalah "Musang berbulu ayam". Baik "musang" maupun "ayam" adalah dalam 
>lingkungan Indonesia/Malaysia. Pepatah yang hampir sama dalam Bahasa  
>Indonesia atau Melayu adalah "Serigala berbulu domba". 
>
>Apakah mungkin topik posting ini dimaksudkan adalah "Serigala berbulu domba"? 
>Kalau kita lihat gambar ilustrasinya, rasanya itu gambar "serigala" (wolf) 
>bukan gambar "musang".
>
>Salam,
>--MakNgah
>Sjamsir Sjarif
>Dec 8, 2011
>
>--- In [email protected], Hendra Messa <hdmessa@...> wrote:
>>
>> Alkisah ada seekor musang yang  demi ingin menangkap domba, ia masuk ke dalam
>> kawanan gembala domba dengan menggunakan bulu domba. Saat sang pengembala 
>> domba
>> lengah, di tempat sepi, sang musang pun menarik seekor domba dan
>> membunuhnya.  Shaun the sheep, domba
>> cerdik di kawanan tersebut akhirnya mengetahui juga ada domba yg aneh
>> perilakunya dan memberi tahu pengembala. Sehingga sang pengembala pun
>> akhirnya  mengetahui mengapa dombanya
>> berkurang jumlahnya, karena ternyata ada musang yg berbulu domba diantara
>> gembalaan nya. 
>> 
>> 
>> Cerita lama tersebut sering digunakan untuk menggambarkan
>> analogi sifat binatang tersebut pada karakter manusia. Dimana secara bertolak
>> belakang pada satu sisi ada orang yg berperilaku positif, taat aturan dan
>> memberi manfaat, dan pada sisi sebaliknya ada orang yg berperilaku negatif,
>> suka melanggar aturan dan menimbulkan kekacauan. Dan diantara keduanya adalah
>> orang yg memiliki karakter gabungan keduanya.
>> 
>> Musang berbulu domba, adalah gambaran orang yg sebenarnya
>> berkarakter negatif, suka melanggar aturan dan ingin mencari keuntungan
>> pribadi, namun selalu menampilkan dirinya dalam tampilan baik, taat aturan (
>> berbulu domba ). Pada saat ada kesempatan terbuka, mereka akan berbuat
>> kejahatan/hal negatif. Dalam realitanya hal tsb banyak kita temui dalam
>> kehidupan sehari2, sehingga istilah musang berbulu domba ini cukup popular, 
>> antara
>> lain dalam dunia politik dan bisnis.
>> baca selengkapnya di link berikut ;
>> 
>> http://hdmessa.wordpress.com/2011/12/08/musang-berbulu-domba/
>>  
>> --------
>
>-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>- DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>  3. One Liner.
>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke