Dahulu dakek situ ado perkampungan urang Nieh. Apo itu kemungkinan gereja urang Nieh yang jadi petani/nelayan disitu
Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: wannofri samry <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 26 Dec 2011 20:04:52 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT : Buya Hamka dan Sikap Tegas Terhadap Kristenisasi Salam, berbicara kristenisasi, ambo baru sajo lewat ka jalan belakang BIM ketaping Padang. Ambo jumpai duo gereja di situ, lumayan besar. dan satu pandam kuburan bertanda salib. Satu namanya Kritus Bangkit dan yang satu karena sambil lewat nggak jelas saya baca, mungkin HKBP. Apakah ini wajar dan boleh meletakkan gereja di perkampungan umat Islam. penduduk di sana saya lihat lengang dan banyak ladang.Di sana saya lihat hanya ada satu mesjid. Mohon penjelasan Bapak2 dan ibu2 dan saudara semua. Wassalam, Wannofri Samry ----- Original Message ----- From: afdal <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]> Cc: Sent: Tuesday, December 27, 2011 9:21 AM Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT : Buya Hamka dan Sikap Tegas Terhadap Kristenisasi Kalau kini nan dicaliak iyo alah tagadai sadonyo ko mah. Sawah tampek batanam alah tagadai sarato jo ulu banda alah tajua pulo sahinggo kini indak ado nan tingga lai itu ibarat kehidupan adat budayo nan malando nagari kito Wassalam Afdal Sent from my iPhone On Dec 26, 2011, at 8:54 PM, [email protected] wrote: > > > Buya Hamka dan Sikap Tegas Terhadap Kristenisasi > > Jumat, 23/12/2011 13:15 WIB > > Oleh: Artawijaya (Penulis adalah Editor Pustaka Al-Kautsar dan Dosen STID > Mohammad Natsir Jakarta) > > Dihadapan penguasa, Hamka bicara tegas menolak upaya-upaya Kristenisasi. Ia > juga tegas melarang umat Islam mengikuti perayaan "Natal Bersama" yang > menggunakan kedok toleransi. > > Suatu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 1969, dua orang perwira > Angkatan Darat datang menemui Buya Hamka. Keduanya membawa pesan dari > Presiden Soeharto, agar Hamka bersedia memberikan khutbah Ied di Masjid > Baiturrahim, komplek Istana Negara, Jakarta. Hamka terkejut, karena disamping > permintaan tersebut mendadak, ia heran mengapa istana memilihnya menjadi > khatib, padahal pada waktu itu ia dikenal sebagai ulama yang dalam setiap > ceramahnya selalu tegas mengeritik upaya-upaya Kristenisasi. Maklum, pada > masa-masa awal Orde Baru, gurita Kristenisasi mulai membangun jejaringnya. > Baik di tingkat elit kekuasaan, maupun aksi-aksi di lapangan. > > Atas saran dan dukungan umat Islam, Buya Hamka akhirnya bersedia memenuhi > permintaan istana. Umat ketika itu berharap, ulama asli Minangkabau ini bisa > menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada para pejabat, terutama dalam menyikapi > maraknya Kristenisasi. Inilah kali pertama Hamka, seorang mantan anggota > Partai Masyumi, berkhutbah di Istana. Dari atas mimbar, ulama yang juga > sastrawan ini menguraikan tentang bagaimana toleransi dalam pandangan Islam. > Islam sangat menghargai agama lain, dan tak akan pernah mengganggu akidah > agama lain. > > Di hadapan Presiden Soeharto dan para pejabat Orde Baru, Buya Hamka > menegaskan secara lantang, "Tapi kalau ada usaha orang supaya kita berlapang > dada, jangan fanatik, lalu tukarlah kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa > itu dengan tuhan yang maha tiga, atau berlapang dadalah dengan mengatakan > bahwa Nabi kita adalah nabi palsu dan perampok di padang pasir, atau > kepercayaan kita kepada empat kitab suci; Taurat, Zabur, dan Injil dan > Al-Qur'an, lalu disuruh berlapang dada dengan mendustakan Al-Qur'an, maaf, > seribu kali maaf, dalam hal ini kita tidak ada toleransi!" tegasnya. > > Haji Abdul Malik Karim Amrullah alias Buya Hamka juga menyampaikan bahaya > Kristenisasi ia sampaikan di mimbar-mimbar dakwah dan media massa. Melalui > Majalah Panji Masyarakat, Buya Hamka membahas bahaya Kristenisasi, > modernisasi dan sekularisasi. Dalam rubrik "Dari Hati ke Hati" yang > dikelolanya, Buya Hamka juga menjelaskan soal prinsip toleransi dalam Islam. > > Dalam setiap kesempatan khutbah, Buya Hamka yang prihatin dengan gurita > kristenisasi yang sedang menggeliat ketika itu, bersuara lantang di hadapan > umat agar mewaspadai sepak terjang kelompok Kristen yang berusaha memurtadkan > kaum Muslimin. "Modernisasi bukan berarti westernisasi, dan bukan pula > Kristenisasi," demikian ketegasan yang sering diulang-ulang oleh Hamka ketika > ditanya para wartawan. Dalam setiap khutbah di Masjid Al-Azhar, Jakarta, > Hamka juga menegaskan bahwa misi zending Kristen yang sedang bergeliat pada > masa itu telah dirasuki dendam Perang Salib untuk menghabisi umat Islam. > "Kristen lebih berbahaya dari Komunis," ujar Hamka. > > Ketegasan Buya Hamka terhadap bahaya Kristenisasi kembali ia sampaikan di > hadapan penguasa Orde Baru, ketika Buya menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama > Indonesia (MUI). Dalam rapat dengan Presiden Soeharto pada 1975, Buya Hamka > menerangkan di hadapan Presiden tentang fakta-fakta Kristenisasi yang > bergeliat setiap hari di masyarakat, dengan berbagai bujukan dan iming-iming > materi yang menggiurkan. Hamka juga menyampaikan keprihatinannya tentang > berdirinya Rumah Sakit Baptis di Bukittinggi, sebagai upaya terang-terangan > dalam mengkristenkan masyarakat minang lewat cara pengobatan. Kepada Presiden > Soeharto, Hamka mengusulkan agar rumah sakit itu dibeli dan diambil alih > pemerintah agar bisa dikelola dengan semestinya. Soeharto setuju dengan > usulan tersebut, bahkan dengan terang-terangan menyatakan tidak sukanya pada > Kristenisasi tersebut. > > Sikap tegas Buya Hamka yang melegenda adalah ketika ia mengeluarkan fatwa > haram perayaan natal bersama. Pada saat itu di lingkungan birokrat yang sudah > dikuasai jejaring Kristen memang digagas acara "Natal Bersama". Buya sebagai > Ketua MUI merasa perlu memberikan fatwa agar umat Islam tidak terjebak > menggadaikan akidah hanya semata-mata takut dibilang tidak toleran. Saat > berkhutbah di Masjid Al-Azhar, Buya Hamka mengingatkan kaum Muslimin, bahwa > kafir hukumnya jika mereka mengikuti perayaan natal bersama "Natal adalah > kepercayaan orang Kristen yang memperingati hari lahir anak Tuhan. Itu adalah > akidah mereka. Kalau ada orang Islam yang turut menghadirinya, berarti dia > melakukan perbuatan yang tergolong musyrik," terang Hamka. "Ingat dan katakan > pada kawan yang tak hadir di sini, itulah akidah kita!" tegasnya di hadapan > massa kaum Muslimin. > > Keteguhannya dalam memegang fatwa haramnya natal bersama inilah yang kemudian > membuatnya mengundurkan diri dari Ketua Majelis Ulama Indonesia. Tak berapa > lama setelah fatwa itu dikeluarkan, pada 24 Juli 1981, Buya Hamka wafat > menghadap Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allahyarham Mohammad Natsir, teman karib > seperjuangan yang menyaksikan detik-detik wafatnya Buya Hamka kemudian > memanjatkan doa tulus bagi seorang pejuang dan pengawal akidah umat. > >  > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
