Gereja itu sudah ada sejak lama. Setidaknya, saat saya SMP sudah pernah 
melihatnya. Menurut keterangan bapak saya yang orang Ulakan, tetangga Ketaping, 
Gereja itu didirikan pendatang suku Nias yang berdiam di sana.

Salam,
Arfi



________________________________
 From: wannofri samry <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Tuesday, December 27, 2011 11:04 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT : Buya Hamka dan Sikap Tegas Terhadap Kristenisasi
 

Salam,
berbicara kristenisasi, ambo baru sajo lewat ka jalan belakang BIM ketaping 
Padang. Ambo jumpai duo gereja di situ, lumayan besar. dan satu pandam kuburan 
bertanda salib. Satu namanya Kritus Bangkit dan yang satu  karena sambil lewat 
nggak jelas saya baca, mungkin HKBP. Apakah ini wajar dan boleh meletakkan 
gereja di perkampungan umat Islam. penduduk di sana saya lihat lengang dan 
banyak ladang.Di sana saya lihat hanya ada satu mesjid.

Mohon penjelasan Bapak2 dan ibu2 dan saudara semua.

Wassalam,
Wannofri Samry




----- Original Message -----
From: afdal <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Cc: 
Sent: Tuesday,
 December 27, 2011 9:21 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT : Buya Hamka dan Sikap Tegas Terhadap Kristenisasi

Kalau kini nan dicaliak iyo alah tagadai sadonyo ko mah. Sawah tampek batanam 
alah tagadai sarato jo ulu banda alah tajua pulo sahinggo kini indak ado nan 
tingga lai itu ibarat kehidupan adat budayo nan malando nagari kito

Wassalam

Afdal




Sent from my iPhone

On Dec 26, 2011, at 8:54 PM, [email protected] wrote:

> 
> 
> Buya Hamka dan Sikap Tegas Terhadap Kristenisasi
> 
> Jumat, 23/12/2011 13:15 WIB
> 
> Oleh: Artawijaya (Penulis adalah Editor Pustaka Al-Kautsar dan Dosen STID 
> Mohammad Natsir Jakarta)
> 
> Dihadapan penguasa, Hamka bicara tegas menolak upaya-upaya Kristenisasi. Ia 
> juga tegas melarang umat Islam mengikuti perayaan "Natal
 Bersama" yang menggunakan kedok toleransi.
> 
> Suatu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 1969, dua orang perwira 
> Angkatan Darat datang menemui Buya Hamka. Keduanya membawa pesan dari 
> Presiden Soeharto, agar Hamka bersedia memberikan khutbah Ied di Masjid 
> Baiturrahim, komplek Istana Negara, Jakarta. Hamka terkejut, karena disamping 
> permintaan tersebut mendadak, ia heran mengapa istana memilihnya menjadi 
> khatib, padahal pada waktu itu ia dikenal sebagai ulama yang dalam setiap 
> ceramahnya selalu tegas mengeritik upaya-upaya Kristenisasi. Maklum, pada 
> masa-masa awal Orde Baru, gurita Kristenisasi mulai membangun jejaringnya. 
> Baik di tingkat elit kekuasaan, maupun aksi-aksi di lapangan.
> 
> Atas saran dan dukungan umat Islam, Buya Hamka akhirnya bersedia memenuhi 
> permintaan istana. Umat ketika itu berharap, ulama asli Minangkabau ini bisa 
> menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada para pejabat, terutama dalam menyikapi 
> maraknya
 Kristenisasi. Inilah kali pertama Hamka, seorang mantan anggota Partai 
Masyumi, berkhutbah di Istana. Dari atas mimbar, ulama yang juga sastrawan ini 
menguraikan tentang bagaimana toleransi dalam pandangan Islam. Islam sangat 
menghargai agama lain, dan tak akan pernah mengganggu akidah agama lain.
> 
> Di hadapan Presiden Soeharto dan para pejabat Orde Baru, Buya Hamka 
> menegaskan secara lantang, "Tapi kalau ada usaha orang supaya kita berlapang 
> dada, jangan fanatik, lalu tukarlah kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa 
> itu dengan tuhan yang maha tiga, atau berlapang dadalah dengan mengatakan 
> bahwa Nabi kita adalah nabi palsu dan perampok di padang pasir, atau 
> kepercayaan kita kepada empat kitab suci; Taurat, Zabur, dan Injil dan 
> Al-Qur'an, lalu disuruh berlapang dada dengan mendustakan Al-Qur'an, maaf, 
> seribu kali maaf, dalam hal ini kita tidak ada toleransi!" tegasnya.
> 
> Haji Abdul Malik Karim Amrullah alias Buya Hamka juga
 menyampaikan bahaya Kristenisasi ia sampaikan di mimbar-mimbar dakwah dan 
media massa. Melalui Majalah Panji Masyarakat, Buya Hamka membahas bahaya 
Kristenisasi, modernisasi dan sekularisasi. Dalam rubrik "Dari Hati ke Hati" 
yang dikelolanya, Buya Hamka juga menjelaskan soal prinsip toleransi dalam 
Islam.
> 
> Dalam setiap kesempatan khutbah, Buya Hamka yang prihatin dengan gurita 
> kristenisasi yang sedang menggeliat ketika itu, bersuara lantang di hadapan 
> umat agar mewaspadai sepak terjang kelompok Kristen yang berusaha memurtadkan 
> kaum Muslimin. "Modernisasi bukan berarti westernisasi, dan bukan pula 
> Kristenisasi," demikian ketegasan yang sering diulang-ulang oleh Hamka ketika 
> ditanya para wartawan. Dalam setiap khutbah di Masjid Al-Azhar, Jakarta, 
> Hamka juga menegaskan bahwa misi zending Kristen yang sedang bergeliat pada 
> masa itu telah dirasuki dendam Perang Salib untuk menghabisi umat Islam. 
> "Kristen lebih berbahaya dari Komunis," ujar
 Hamka.
> 
> Ketegasan Buya Hamka terhadap bahaya Kristenisasi kembali ia sampaikan di 
> hadapan penguasa Orde Baru, ketika Buya menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama 
> Indonesia (MUI). Dalam rapat dengan Presiden Soeharto pada 1975, Buya Hamka 
> menerangkan di hadapan Presiden tentang fakta-fakta Kristenisasi yang 
> bergeliat setiap hari di masyarakat, dengan berbagai bujukan dan iming-iming 
> materi yang menggiurkan. Hamka juga menyampaikan keprihatinannya tentang 
> berdirinya Rumah Sakit Baptis di Bukittinggi, sebagai upaya terang-terangan 
> dalam mengkristenkan masyarakat minang lewat cara pengobatan. Kepada Presiden 
> Soeharto, Hamka mengusulkan agar rumah sakit itu dibeli dan diambil alih 
> pemerintah agar bisa dikelola dengan semestinya. Soeharto setuju dengan 
> usulan tersebut, bahkan dengan terang-terangan menyatakan tidak sukanya pada 
> Kristenisasi tersebut.
> 
> Sikap tegas Buya Hamka yang melegenda adalah ketika ia mengeluarkan fatwa 
> haram
 perayaan natal bersama. Pada saat itu di lingkungan birokrat yang sudah 
dikuasai jejaring Kristen memang digagas acara "Natal Bersama". Buya sebagai 
Ketua MUI merasa perlu memberikan fatwa agar umat Islam tidak terjebak 
menggadaikan akidah hanya semata-mata takut dibilang tidak toleran. Saat 
berkhutbah di Masjid Al-Azhar, Buya Hamka mengingatkan kaum Muslimin, bahwa 
kafir hukumnya jika mereka mengikuti perayaan natal bersama "Natal adalah 
kepercayaan orang Kristen yang memperingati hari lahir anak Tuhan. Itu adalah 
akidah mereka. Kalau ada orang Islam yang turut menghadirinya, berarti dia 
melakukan perbuatan yang tergolong musyrik," terang Hamka. "Ingat dan katakan 
pada kawan yang tak hadir di sini, itulah akidah kita!" tegasnya di hadapan 
massa kaum Muslimin.
> 
> Keteguhannya dalam memegang fatwa haramnya natal bersama inilah yang kemudian 
> membuatnya mengundurkan diri dari Ketua Majelis Ulama Indonesia. Tak berapa 
> lama setelah fatwa itu
 dikeluarkan, pada 24 Juli 1981, Buya Hamka wafat menghadap Allah Subhanahu wa 
Ta'ala. Allahyarham Mohammad Natsir, teman karib seperjuangan yang menyaksikan 
detik-detik wafatnya Buya Hamka kemudian memanjatkan doa tulus bagi seorang 
pejuang dan pengawal akidah umat.
> 
> 
> 
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur
 pribadi; 
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke