Assalamualaikum uda dodi jo bapak ibu di palanta sadonyo, Memang batua tu da. Mini market tetap adoh di sumbar walau dak banyak. Pemiliknya warga biasa bukan prusahaan besar. Jadi dak monopoli sa sumbar doh. Soal iko juga pernah ditanyoan dek kawan awak yang kebetulan pemilik saham 2 indomart di bali. Kawan ko mengeluhkan sikap warga sumbar yang susah jual tanah tuk mambangun gerai minimarket, supermarket dan sejenisnya. Menurut dia ini akan menghambat ekonomi sumbar. Tapi menurut awak iko melindungi pedagang kecil. Lagian kalo dimonopoli raksasa minimarket ko dan sejenisnya uang labo usaha tu cuma untuk sekelompok urang sajo yang bamodal kuek dinegara ko dan dibawo ka jakarta uang tu. Sedang kalo pemiliknyo warga biasa dan banyak urang awak kan lai pitihnyo tingga didaerah.
Untuk diketahui pemilik saham hipermart, minimarket ko iyo kalangan terbatasnyo. Karano modalnyo gadang. Untuk 1 gerai minimarket bisa dimiliki sahamnya oleh sampai sepuluh urang. Nan masing2nyo mangaluaan modal seratusan juta. Dak indak sembarang urang nan bisa mambali saham tu doh. Harus nan punyo link pulo. Kebetulan apak kawan awak ko jenderal dan pejabat tinggi pulo makonyo inyo bisa dapek link. Info Iko dapek dari kawan itu. Carefour dan sejenisnya juga dak adoh dipadang doh. Awak baharok sumbar tetap konsisten jo sikapnyo melindungi usaha kecil dan pemodal ketek di sumatra barat ko. Bia urang awak jadi tuan rumah diranah minang. Dan kalo dapek gubenur jo walikota bukik mahiduikan lagi pasa grosir aua kuning handaknyo. Karano tampaknyo bagi urang lua trutama dari malaysia pasa ko masih punyo namo dan jadi salah satu tujuan wisata belanja mereka kalo ka indonesia. Sekian dulu dari awak Wassalam Trisna/29 thn/padang/jkt. Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: Dody Osmon <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 30 Dec 2011 14:20:10 To: Rantaunet<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] Sumatera Barat: Tanpa Alfamart dan Indomart mohon infonya, benar ga sih berita ini. kalau benar sungguh mengagumkan blom terjajah ekonomi. Sumatera Barat: Tanpa Alfamart dan Indomart OPINI | 27 December 2011 | 17:56 82 10 1 dari 1 Kompasianer menilai aktual Saya berkesempatan menikmati perjalanan ke Sumatra Barat pada 16 – 25 November 2011. Ini adalah kali pertama saya mengunjungi kota Padang dan sekitarnya, dalam rangka menggawangi sebuah event test-drive salah satu produk mobil terkenal di Indonesia. Sampai di Bandara Internasional Minangkabau kira-kira jam 09.00 wib. Saya dan tim langsung menuju Pangeran Beach hotel. Lalu siang harinya kami berkeliling Sumatra Barat dengan rute Padang – Minangkabau – Lembah Harau. Menakjubkan! Itu adalah komentar saya tentang keindahan dan sejuknya pegunungan Sumatra Barat. Betapa tidak, air terjun setinggi ±100 meter mengalir deras di samping jalan. Itu saya saksikan d Lembah Harau. Di Lembah Anai juga tak kalah menarik. Tapi, yang saya tak kalah takjub, ketika malam hari saya menginap di Hotel, saya ingin membeli sandal jepit. Saya cari-cari Indomart atau alfamart di sekitar situ, ternyata tidak ada. Lalu saya tanya ke beberapa orang asli Padang, ternyata jawabannya sungguhlah menarik. Di Kota Padang tidak satu pun berdiri Alfamart ataupun Indomart. Wow.! Lalu pagi hari kami meluncur ke Bukittinggi, saya sangat penasaran. Sepanjang perjalanan menuju Bukittinggi, melalui Padang Panjang, saya melihat ke kanan kiri, sampai di tujuan, RM. Family, tak satupun saya temukan logo Indomart atau Alfamart. Wow.! Kemudian, kami menuju Lembah Harau, perjalanan ±1,5 jam. Lagi-lagi tak satupun saya temui Indomart atau Alfamart. Wow.! Saya bukan sedang mengejek kota Padang atau Sumatera Barat yang tak ada 2 toko retail itu, tapi justru sebaliknya. Betapa provinsi ini bisa memproteksi 2 raksasa pusat belanja masuk dalam wilayahnya. Wilayah ini sepertinya ingin melindungi warganya, terutama pegadang kecil asongan, untuk tetap bisa berusaha menjajakan dagangannya tanpa harus khawatir terhadap investor luar. Coba bayangkan, kalau setiap pertigaan atau perempatan ada salah satu dari dua toko besar itu, mungkin pedagang-pedagang kecil disana sudah gulung tikar atau setidaknya merugi kehilangan pelanggan. Wilayah ini juga melindungi warganya dari bahaya konsumerisme. Setidaknya, tidak terlalu banyak tempat orang buang duit untuk hal-hal yang kurang diperlukan. Saya sangat tertarik untuk memperdalam mengetahui tentang ini, mungkin dari rekan-rekan kompasioner bisa memberi penjelasan lebih lanjut. Tetapi, jika ini bisa dipraktekkan di Jakarta, mungkin kita akan melihat banyak pasar tradisional, warung-warung kecil yang dikelola warga setempat masih berkibar di seantero Jakarta. Saya sendiri orang Jawa, yang lama tinggal di Jakarta, jadi melongo disana, dan ingat kembali waktu dulu di desa, hanya ada pasar dan warung-warung kecil. Hmmm.. Kebijakan pemerintah jika bisa dimaksimalkan untuk lebih memihak pada rakyat kecil atau warga lokal (local oriented) tentu akan sangat baik dan didukung rakyat banyak. Waah.! Betapa populisnya..! sumber : http://sosbud.kompasiana.com/2011/12/27/sumatera-barat-tanpa-alfamart-dan-indomart/ Salam, Dody -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
