Memang awak harus mempertahankan keberadaan pedagang urang awak...

Tapi babarapo hari di Kiktenggi ambo maraso harago barang disiko lumayan maha

Duku Palembang nan baru rancak di Pku cuma Rp 10.000,-/kg. Di Kiktenggi nan 
mulai mahitam harago indak kurang Rp 15.000,-/kg

Frestea nan sekitar Rp 5000an di Pku, di Kiktenggi bisa Rp 8.000,- memang parah 
juo naiaknyo nampak

Dengan kondisi main lapia baitu, apo awak indak menginginkan nan haragonyo 
labiah realistis ?

---TR
--
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: yusrinal bayma <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 30 Dec 2011 20:58:31 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Sumatera Barat: Tanpa Alfamart dan Indomart

Assalamu'alaikum wr wb.

Nan harus dipikiakan dampak dari di bukanya Alfamaret atau carefour.
Untuak rang Minang nan mudo2 kiniko.....Efek dari dibukanya Minimarketo
menghancurkan
ekonomi/pedagang kecil nan bisa bertahan sampai kini....
So jaan dek karano inigin di caliak Modern....masyarakat nan marasoan...

UNTUK JADI Perhatian kepada yang Muda muda..Ya

Wassalam wr wb
Yoes/lk - manjalang 53
Bukiktinggi,,,,mancari di Jkt.


Pada 30 Desember 2urkan 011 19:52, <[email protected]> menulis:

> **
> Assalamualaikum uda dodi jo bapak ibu di palanta sadonyo,
>
> Memang batua tu da. Mini market tetap adoh di sumbar walau dak banyak.
> Pemiliknya warga biasa bukan prusahaan besar. Jadi dak monopoli sa sumbar
> doh. Soal iko juga pernah ditanyoan dek kawan awak yang kebetulan pemilik
> saham 2 indomart di bali. Kawan ko mengeluhkan sikap warga sumbar yang
> susah jual tanah tuk mambangun gerai minimarket, supermarket dan
> sejenisnya. Menurut dia ini akan menghambat ekonomi sumbar. Tapi menurut
> awak iko melindungi pedagang kecil. Lagian kalo dimonopoli raksasa
> minimarket ko dan sejenisnya uang labo usaha tu cuma untuk sekelompok urang
> sajo yang bamodal kuek dinegara ko dan dibawo ka jakarta uang tu. Sedang
> kalo pemiliknyo warga biasa dan banyak urang awak kan lai pitihnyo tingga
> didaerah.
>
> Untuk diketahui pemilik saham hipermart, minimarket ko iyo kalangan
> terbatasnyo. Karano modalnyo gadang. Untuk 1 gerai minimarket bisa dimiliki
> sahamnya oleh sampai sepuluh urang. Nan masing2nyo mangaluaan modal
> seratusan juta. Dak indak sembarang urang nan bisa mambali saham tu doh.
> Harus nan punyo link pulo. Kebetulan apak kawan awak ko jenderal dan
> pejabat tinggi pulo makonyo inyo bisa dapek link. Info Iko dapek dari kawan
> itu. Carefour dan sejenisnya juga dak adoh dipadang doh.
>
> Awak baharok sumbar tetap konsisten jo sikapnyo melindungi usaha kecil dan
> pemodal ketek di sumatra barat ko. Bia urang awak jadi tuan rumah diranah
> minang. Dan kalo dapek gubenur jo walikota bukik mahiduikan lagi pasa
> grosir aua kuning handaknyo. Karano tampaknyo bagi urang lua trutama dari
> malaysia pasa ko masih punyo namo dan jadi salah satu tujuan wisata belanja
> mereka kalo ka indonesia.
>
> Sekian dulu dari awak
>
> Wassalam
> Trisna/29 thn/padang/jkt.
>
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
> Teruuusss...!
> ------------------------------
> *From: * Dody Osmon <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Fri, 30 Dec 2011 14:20:10 +0700
> *To: *Rantaunet<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *[R@ntau-Net] Sumatera Barat: Tanpa Alfamart dan Indomart
>
> mohon infonya, benar ga sih berita ini. kalau benar sungguh mengagumkan
> blom terjajah ekonomi.
>
> Sumatera Barat: Tanpa Alfamart dan Indomart
> OPINI | 27 December 2011 | 17:56
> 82 10 1 dari 1 Kompasianer menilai aktual
>
>
> Saya berkesempatan menikmati perjalanan ke Sumatra Barat pada 16 – 25
> November 2011. Ini adalah kali pertama saya mengunjungi kota Padang dan
> sekitarnya, dalam rangka menggawangi sebuah event test-drive salah satu
> produk mobil terkenal di Indonesia. Sampai di Bandara Internasional
> Minangkabau kira-kira jam 09.00 wib. Saya dan tim langsung menuju Pangeran
> Beach hotel. Lalu siang harinya kami berkeliling Sumatra Barat dengan rute
> Padang – Minangkabau – Lembah Harau. Menakjubkan! Itu adalah komentar saya
> tentang keindahan dan sejuknya pegunungan Sumatra Barat. Betapa tidak, air
> terjun setinggi ±100 meter mengalir deras di samping jalan. Itu saya
> saksikan d Lembah Harau. Di Lembah Anai juga tak kalah menarik.
>
> Tapi, yang saya tak kalah takjub, ketika malam hari saya menginap di
> Hotel, saya ingin membeli sandal jepit. Saya cari-cari Indomart atau
> alfamart di sekitar situ, ternyata tidak ada. Lalu saya tanya ke beberapa
> orang asli Padang, ternyata jawabannya sungguhlah menarik. Di Kota Padang
> tidak satu pun berdiri Alfamart ataupun Indomart. Wow.!
>
> Lalu pagi hari kami meluncur ke Bukittinggi, saya sangat penasaran.
> Sepanjang perjalanan menuju Bukittinggi, melalui Padang Panjang, saya
> melihat ke kanan kiri, sampai di tujuan, RM. Family, tak satupun saya
> temukan logo Indomart atau Alfamart. Wow.!
>
> Kemudian, kami menuju Lembah Harau, perjalanan ±1,5 jam. Lagi-lagi tak
> satupun saya temui Indomart atau Alfamart. Wow.!
>
> Saya bukan sedang mengejek kota Padang atau Sumatera Barat yang tak ada 2
> toko retail itu, tapi justru sebaliknya. Betapa provinsi ini bisa
> memproteksi 2 raksasa pusat belanja masuk dalam wilayahnya. Wilayah ini
> sepertinya ingin melindungi warganya, terutama pegadang kecil asongan,
> untuk tetap bisa berusaha menjajakan dagangannya tanpa harus khawatir
> terhadap investor luar. Coba bayangkan, kalau setiap pertigaan atau
> perempatan ada salah satu dari dua toko besar itu, mungkin
> pedagang-pedagang kecil disana sudah gulung tikar atau setidaknya merugi
> kehilangan pelanggan. Wilayah ini juga melindungi warganya dari bahaya
> konsumerisme. Setidaknya, tidak terlalu banyak tempat orang buang duit
> untuk hal-hal yang kurang diperlukan.
>
> Saya sangat tertarik untuk memperdalam mengetahui tentang ini, mungkin
> dari rekan-rekan kompasioner bisa memberi penjelasan lebih lanjut. Tetapi,
> jika ini bisa dipraktekkan di Jakarta, mungkin kita akan melihat banyak
> pasar tradisional, warung-warung kecil yang dikelola warga setempat masih
> berkibar di seantero Jakarta.
>
> Saya sendiri orang Jawa, yang lama tinggal di Jakarta, jadi melongo
> disana, dan ingat kembali waktu dulu di desa, hanya ada pasar dan
> warung-warung kecil. Hmmm..
>
> Kebijakan pemerintah jika bisa dimaksimalkan untuk lebih memihak pada
> rakyat kecil atau warga lokal (local oriented) tentu akan sangat baik dan
> didukung rakyat banyak.
>
> Waah.! Betapa populisnya..!
>
> sumber :
> http://sosbud.kompasiana.com/2011/12/27/sumatera-barat-tanpa-alfamart-dan-indomart/
>
> Salam,
> Dody
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke