Wa'alaikum salam. w.w.
 
Benar mak Sutan Lembang Alam,

Sudah seharusnya kita mengevaluasi diri, bukan sedikit tapi harus banyak-banyak,
karena semuanya akan tertulis dalam kitab, Jangan sampai kita terkejut melihat 
kitab 
kita sendiri nanti.
Sebagaimana seseorang yang diceritakan Allah dalam ayat 49 surah al Kahfi
 
"...dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak 
meninggalkan
 yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan 
mereka 
dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak 
menganiaya 
seorang juapun".

   Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun. Allah tidak zhalim kepada 
hamba-Nya, 
manusia itu sendirilah yang zhalim kepada dirinya sendiri.
   Mak Lembang berkata : "Kita bisa saja dihentikan  setiap saat dalam kurunnya 
yang 
singkat".  
Jika hal ini terjadi, apakah kita sudah siap menghadapinya. Bila kita tidak 
siap 
sekurang-kurangnya apakah sudah ada ridha Allah pada kita ?. Karena seseorang 
itu akan 
selamat, masuk sorga hanya bila redha Allah ada padanya. Bila kita tidak tahu, 
sekurang-
kurangnya apakah kita sudah memenuhi tuntutan-tuntutan (perintah-perintah) 
Allah pada 
kita ?.
Seorang Mualaf yang sudah jadi 'alim Syaikh Yusuf Estes berkata : Islam is 
easy, and 
salvation is easy, worship Allah alone without partner and obey His 
commandment". 
Islam  itu mudah, dan  keselamatan itu mudah, sembahlah Allah tanpa sekutu dan 
patuhi 
perintah-perintah-Nya.
Nah, apakah kita sudah mematuhi perintah-perintah-Nya, undang-undang-Nya ?.
Kalau belum, jangan mati kata Allah. 

"Walaa tamuutunna illa wa antum muslimuun."
Dan janganlah kamu mati, kecuali kamu telah menjadi seorang Islam.
 
Sudah Islamkah kita ?, 
Islam is easy, Islam itu mudah, seseorang itu keluar dari kekafiran dan masuk 
Islam hanya 
dengan membaca dua kalimah syahadah. "Ayshadu al laa ilaaaha ilal laaah, wa 
asyhadu, 
an naa Muhamammadar rasuulullaah".
Yakni sebuah deklarasi bahwa
I bear witness that no other gods but Allah, and I bear witness that Muhammad 
is the messenger of Allah.
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad 
itu 
adalah utusan Allah.
Sebuah deklarasi yang bermakna sangat dalam, yang bagi kuffar Quraisy sangat 
berat 
untuk diucapkan, demikian juga bagi kuffar Amerika dan Eropa. Suatu kalimat 
deklarasi 
yang berat yang menuntut segala-segalanya.
Kenapa ?, karena bila seseorang mendeklarasikan dirinya ikut main bola (sebagai 
pemain) 
maka mau tidak mau ia harus mengikuti seluruh aturan main bola. Bila ia 
melanggar, maka 
hukuman akan diterimanya dari wasit. 
Begitu juga bila seseorang mendeklarasikan diri-Nya menjadi warga dari sebuah 
negara, maka mau tak mau ia harus mengikuti semua aturan dalam negara itu, 
memakai 
semua perangkat hukum dalam negara itu kalau tidak ingin mendapat hukuman.
   Nah, dengan deklarasi dua kalimah syahadat itu, berarti kita harus mengikuti 
semua 
aturan Islam, memakai semua perangkat hukum yang ada dalam Islam. Kalau tidak 
?, 
apakah sudah Islam kita namanya ?.
Perangkat hukum apa yang kita pakai sekarang ?. Sudah Islamkah kita ?.
Kalau belum, adakah kita memperjuangkan untuk tegaknya hukum-hukum Islam 
sehingga 
kita dapat melaksanakannya sesuai dengan perintah-Nya ?. 
Kalaupun tidak kuat berjuang, ..................
di dalam hati, apakah kita tidak mau memperjuangkan tegaknya hukum Islam ?.
Hanya dalam hati yang oleh Nabi saw. disebut sebagai selemah-lemah iman.
Kalau tidak, apakah sudah Islam kita namanya ?.
Kalau belum Islam, aaa... jangan mati.
  Tapi kalau tiba-tiba seperti kata mak Lembang kita dihentikan, tidak 
terkejutkah kita nanti
menerima kitab kita sendiri ?. Kalau demikian halnya, kita sudah tahu kemana 
destinasi 
kita. Seperti kata orang yang diceritakan Allah swt. itu, "Aduhai celakalah 
kami".
 
Inap dan renungkanlah

Billahil hidayah wat taufiq
 
Wassalam
 
St. Sinaro



--- On Sat, 31/12/11, Muhammad Dafiq Saib <[email protected]> wrote:


From: Muhammad Dafiq Saib <[email protected]>
Subject: [R@ntau-Net] Di Penghujung Tahun
To: "[email protected]" <[email protected]>
Received: Saturday, 31 December, 2011, 4:15 AM





Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu


Di Penghujung Tahun 


Kita sudah berada di penghujung tahun 2011 Masehi, sesudah beberapa pekan yang 
lalu melompati tahun 1432  masuk ke tahun 1433 Hijriyah. Dalam bilangan jam, 
dari sekarang ini, maka tahun 2011 akan kita tinggalkan. Dia akan menjadi masa 
lalu. Menjadi 'sesuatu' yang tertinggal dan seperti tahun-tahun sebelumnya akan 
semakin menjauh dari kita. Selalu saja begitu. Akan selalu saja begitu. Demi 
masa...... Demi waktu.... Yang selalu mengalir pasti ke hilir. Mengalir ke 
muara. Muara mana? Muara mana lagi kalau bukan muara kesudahan. Muara akhir. 
Ya, muara akhirat. Yang akhirat itu jauh lebih bermakna dari awal. Dari 
kehidupan fana di dunia ini. Seandainya kita mau memperhatikan.


Jatah waktu kita di dunia ini benar-benar sangat terbatas dan sedikit. Meski 
kita rajin menghitung-hitungnya dalam acara ulang tahun. Yang ke sekian, yang 
ke sekian,  lalu yang ke sekian plus. Dan ke sekian plus plus. Seberapa meriah 
pun tepuk tangan untuk setiap kurun yang ditandai itu, maknanya selalu sama. 
Waktu kita yang tersisa semakin sedikit. Sebuah keniscayaan yang tidak mungkin 
dipungkiri oleh siapa jua. Dan kita juga menyaksikan, si fulan yang dulu kita 
tepuktangani marka waktunya, sekarang sudah tiada lagi. Sudah berpulang. 
Entahlah kalau beliau itu berpulang ke rahmatullah. Karena ada juga anak 
manusia yang berpulang ke kemarahan Allah. Ke kemurkaan Allah.


Marka waktu, seperti di penghujungnya saat ini, seyogianya bisa kita jadikan 
untuk sedikit mengevaluasi diri. Menghitung-hitung, sudah sampai di mana 
persiapan kita menghadapi saat-saat akhir itu. Seandainya belum memadai, 
mudah-mudahan masih ada sisa waktu untuk menukuk-menambahnya. Untuk memperbaiki 
sedikit demi sedikit kekeliruan di hari-hari kemarin. Mudah-mudahan jangan 
sampai terjadi, kita ikut hanyut saja dalam aliran waktu, tahu-tahu pluit untuk 
kita dibunyikan. Lalu kita terperangkap dalam kekosongan bekal. Betapa akan 
ruginya kita.


Tahun 2011 sudah sampai di ujungnya. Tahun 2012 segera menjelang. Dia akan 
mengikuti irama pendahulunya. Mengalir dengan irama pasti dan teratur menuju ke 
ujungnya pula. Sementara kita? Tidak ada jaminan bahwa kita akan melaluinya 
sampai ke akhirnya. Tidak ada pengetahuan kita, apakah kita akan sama-sama ikut 
hanyut dalam rentangan tahun 2012 seutuhnya. Kita bisa saja dihentikan  setiap 
saat dalam kurunnya yang singkat. Allah saja yang tahu tentang kemungkinan itu. 
Mudah-mudahan belum terlambat bagi kita untuk berbuat. Berbuat untuk 
mendapatkan akhir yang lebih baik dari (kehidupan) sekarang. Semoga Allah SWT 
senantiasa melimpahi kita dengan rahmat dan kurnia-Nya serta senantiasa 
membimbing kita  ke jalan yang diridhai-Nya. Aamiin..... 


*****                                         
Wassalamu'alaikum
 

Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
Lahir : Zulqaidah 1370H, 
Jatibening - Bekasi
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke