Selamat Tahun Baru 2012. Tapi ... Ustad St. Sinaro, Baa aka awak lai ko, kok iyo ado pulo saurang nan mamfatwakan Kalender Masehi tu Haram untuak Urang Islam? http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/11/26/16823/ustadz-baasyir-umat-islam-haram-gunakan-kalender-masehi/
Bana koh barito fatwanyo ko? Ataukoh inyo maharam-haramkan tu saroman ayam gadih maharami talua? Kalau baitu kok iyo manuruik tukang fatwa tu awak nan banyak ko tantu ka baguliang-guliang masuak narako? Adokoh pangharaman Tahun Masehi itu tasurek dalam AlQuran atau tasabuik dalam Hadith? Buliahkoh, atau adokoh Hadith atau AlQuran mambuliahkan urang surang-surang pandai-pandai sajo mambuek malewakan fatwa maharamkan sasuatu untuak Ummat Islam? Kalau indak, sia nan kakanai seso fatwa pengharam kalender tu? Awak nan banyak atau tukang fatwa tu surang? Salam, --MakNgah di Tapi Riak nan Badabua Sjamsir Sjarif Santa Cruz, California Dec. 31, 2011. --- In [email protected], Sutan Sinaro <stsinaro@...> wrote: > > Wa'alaikum salam. w.w. > > Benar mak Sutan Lembang Alam, > > Sudah seharusnya kita mengevaluasi diri, bukan sedikit tapi harus > banyak-banyak, > karena semuanya akan tertulis dalam kitab, Jangan sampai kita terkejut > melihat kitab > kita sendiri nanti. > Sebagaimana seseorang yang diceritakan Allah dalam ayat 49 surah al Kahfi > > "...dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak > meninggalkan > yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan > mereka > dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak > menganiaya > seorang juapun". > > Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun. Allah tidak zhalim kepada > hamba-Nya, > manusia itu sendirilah yang zhalim kepada dirinya sendiri. > Mak Lembang berkata : "Kita bisa saja dihentikan setiap saat dalam > kurunnya yang > singkat". > Jika hal ini terjadi, apakah kita sudah siap menghadapinya. Bila kita tidak > siap > sekurang-kurangnya apakah sudah ada ridha Allah pada kita ?. Karena seseorang > itu akan > selamat, masuk sorga hanya bila redha Allah ada padanya. Bila kita tidak > tahu, sekurang- > kurangnya apakah kita sudah memenuhi tuntutan-tuntutan (perintah-perintah) > Allah pada > kita ?. > Seorang Mualaf yang sudah jadi 'alim Syaikh Yusuf Estes berkata : Islam is > easy, and > salvation is easy, worship Allah alone without partner and obey His > commandment". > Islam itu mudah, dan keselamatan itu mudah, sembahlah Allah tanpa sekutu > dan patuhi > perintah-perintah-Nya. > Nah, apakah kita sudah mematuhi perintah-perintah-Nya, undang-undang-Nya ?. > Kalau belum, jangan mati kata Allah. > > "Walaa tamuutunna illa wa antum muslimuun." > Dan janganlah kamu mati, kecuali kamu telah menjadi seorang Islam. > > Sudah Islamkah kita ?, > Islam is easy, Islam itu mudah, seseorang itu keluar dari kekafiran dan masuk > Islam hanya > dengan membaca dua kalimah syahadah. "Ayshadu al laa ilaaaha ilal laaah, wa > asyhadu, > an naa Muhamammadar rasuulullaah". > Yakni sebuah deklarasi bahwa > I bear witness that no other gods but Allah, and I bear witness that Muhammad > is the messenger of Allah. > Aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa > Muhammad itu > adalah utusan Allah. > Sebuah deklarasi yang bermakna sangat dalam, yang bagi kuffar Quraisy sangat > berat > untuk diucapkan, demikian juga bagi kuffar Amerika dan Eropa. Suatu kalimat > deklarasi > yang berat yang menuntut segala-segalanya. > Kenapa ?, karena bila seseorang mendeklarasikan dirinya ikut main bola > (sebagai pemain) > maka mau tidak mau ia harus mengikuti seluruh aturan main bola. Bila ia > melanggar, maka > hukuman akan diterimanya dari wasit. > Begitu juga bila seseorang mendeklarasikan diri-Nya menjadi warga dari sebuah > negara, maka mau tak mau ia harus mengikuti semua aturan dalam negara itu, > memakai > semua perangkat hukum dalam negara itu kalau tidak ingin mendapat hukuman. > Nah, dengan deklarasi dua kalimah syahadat itu, berarti kita harus > mengikuti semua > aturan Islam, memakai semua perangkat hukum yang ada dalam Islam. Kalau tidak > ?, > apakah sudah Islam kita namanya ?. > Perangkat hukum apa yang kita pakai sekarang ?. Sudah Islamkah kita ?. > Kalau belum, adakah kita memperjuangkan untuk tegaknya hukum-hukum Islam > sehingga > kita dapat melaksanakannya sesuai dengan perintah-Nya ?. > Kalaupun tidak kuat berjuang, .................. > di dalam hati, apakah kita tidak mau memperjuangkan tegaknya hukum Islam ?. > Hanya dalam hati yang oleh Nabi saw. disebut sebagai selemah-lemah iman. > Kalau tidak, apakah sudah Islam kita namanya ?. > Kalau belum Islam, aaa... jangan mati. > Tapi kalau tiba-tiba seperti kata mak Lembang kita dihentikan, tidak > terkejutkah kita nanti > menerima kitab kita sendiri ?. Kalau demikian halnya, kita sudah tahu kemana > destinasi > kita. Seperti kata orang yang diceritakan Allah swt. itu, "Aduhai celakalah > kami". > > Inap dan renungkanlah > > Billahil hidayah wat taufiq > > Wassalam > > St. Sinaro > > --- On Sat, 31/12/11, Muhammad Dafiq Saib <stlembang_alam@...> wrote: > > > From: Muhammad Dafiq Saib <stlembang_alam@...> > Subject: [R@ntau-Net] Di Penghujung Tahun > To: "[email protected]" <[email protected]> > Received: Saturday, 31 December, 2011, 4:15 AM > > Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu > > > Di Penghujung Tahun > > > Kita sudah berada di penghujung tahun 2011 Masehi, sesudah beberapa pekan > yang lalu melompati tahun 1432 masuk ke tahun 1433 Hijriyah. Dalam bilangan > jam, dari sekarang ini, maka tahun 2011 akan kita tinggalkan. Dia akan > menjadi masa lalu. Menjadi 'sesuatu' yang tertinggal dan seperti tahun-tahun > sebelumnya akan semakin menjauh dari kita. Selalu saja begitu. Akan selalu > saja begitu. Demi masa...... Demi waktu.... Yang selalu mengalir pasti ke > hilir. Mengalir ke muara. Muara mana? Muara mana lagi kalau bukan muara > kesudahan. Muara akhir. Ya, muara akhirat. Yang akhirat itu jauh lebih > bermakna dari awal. Dari kehidupan fana di dunia ini. Seandainya kita mau > memperhatikan. > > > Jatah waktu kita di dunia ini benar-benar sangat terbatas dan sedikit. Meski > kita rajin menghitung-hitungnya dalam acara ulang tahun. Yang ke sekian, yang > ke sekian, lalu yang ke sekian plus. Dan ke sekian plus plus. Seberapa > meriah pun tepuk tangan untuk setiap kurun yang ditandai itu, maknanya selalu > sama. Waktu kita yang tersisa semakin sedikit. Sebuah keniscayaan yang tidak > mungkin dipungkiri oleh siapa jua. Dan kita juga menyaksikan, si fulan yang > dulu kita tepuktangani marka waktunya, sekarang sudah tiada lagi. Sudah > berpulang. Entahlah kalau beliau itu berpulang ke rahmatullah. Karena ada > juga anak manusia yang berpulang ke kemarahan Allah. Ke kemurkaan Allah. > > > Marka waktu, seperti di penghujungnya saat ini, seyogianya bisa kita jadikan > untuk sedikit mengevaluasi diri. Menghitung-hitung, sudah sampai di mana > persiapan kita menghadapi saat-saat akhir itu. Seandainya belum memadai, > mudah-mudahan masih ada sisa waktu untuk menukuk-menambahnya. Untuk > memperbaiki sedikit demi sedikit kekeliruan di hari-hari kemarin. > Mudah-mudahan jangan sampai terjadi, kita ikut hanyut saja dalam aliran > waktu, tahu-tahu pluit untuk kita dibunyikan. Lalu kita terperangkap dalam > kekosongan bekal. Betapa akan ruginya kita. > > > Tahun 2011 sudah sampai di ujungnya. Tahun 2012 segera menjelang. Dia akan > mengikuti irama pendahulunya. Mengalir dengan irama pasti dan teratur menuju > ke ujungnya pula. Sementara kita? Tidak ada jaminan bahwa kita akan > melaluinya sampai ke akhirnya. Tidak ada pengetahuan kita, apakah kita akan > sama-sama ikut hanyut dalam rentangan tahun 2012 seutuhnya. Kita bisa saja > dihentikan setiap saat dalam kurunnya yang singkat. Allah saja yang tahu > tentang kemungkinan itu. Mudah-mudahan belum terlambat bagi kita untuk > berbuat. Berbuat untuk mendapatkan akhir yang lebih baik dari (kehidupan) > sekarang. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahi kita dengan rahmat dan > kurnia-Nya serta senantiasa membimbing kita ke jalan yang diridhai-Nya. > Aamiin..... > > > ***** > Wassalamu'alaikum > > > Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam > Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi > Lahir : Zulqaidah 1370H, > Jatibening - Bekasi -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
