Semenjak Lembah bertambah dalam
Nampaknya Gunung tinggi bertuah
Semenjak Sejarah Hawa dan Adam
Alam Terkembang berubah-ubah

http://www.youtube.com/watch?v=YEQyDNtIFd4&feature=related

Lyrik dan lagu Kaparinyo Siti Nurhaliza ko rasonyo labiah dalam bakasan dari 
pado Kaparinyo Elly Kasim nan badendang babuai adiak babuai ...

Sekedar Kenangan Selamat Tahun BAru 2012

-- MakNgah

--- In [email protected], "sjamsir_sjarif" <hambociek@...> wrote:
>
> Selamat Tahun Baru 2012.
> 
> Tapi ... Ustad St. Sinaro,
>  
> Baa aka awak lai ko, kok iyo ado pulo saurang nan mamfatwakan Kalender Masehi 
> tu Haram untuak Urang Islam?
>  
> http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/11/26/16823/ustadz-baasyir-umat-islam-haram-gunakan-kalender-masehi/
> 
> Bana koh barito fatwanyo ko? Ataukoh inyo maharam-haramkan tu saroman ayam 
> gadih maharami talua?
> 
> Kalau baitu kok iyo manuruik tukang fatwa tu awak nan banyak ko tantu ka 
> baguliang-guliang masuak narako?
> 
> Adokoh pangharaman Tahun Masehi itu tasurek dalam AlQuran atau tasabuik dalam 
> Hadith? Buliahkoh, atau adokoh Hadith atau AlQuran mambuliahkan urang 
> surang-surang pandai-pandai sajo mambuek malewakan fatwa maharamkan sasuatu 
> untuak Ummat Islam? 
> 
> Kalau indak, sia nan kakanai seso fatwa pengharam kalender tu? Awak nan 
> banyak atau tukang fatwa tu surang?
> 
> Salam,
> --MakNgah
> di Tapi Riak nan Badabua
> Sjamsir Sjarif
> Santa Cruz, California Dec. 31, 2011.
> 
> --- In [email protected], Sutan Sinaro <stsinaro@> wrote:
> >
> > Wa'alaikum salam. w.w.
> >  
> > Benar mak Sutan Lembang Alam,
> > 
> > Sudah seharusnya kita mengevaluasi diri, bukan sedikit tapi harus 
> > banyak-banyak,
> > karena semuanya akan tertulis dalam kitab, Jangan sampai kita terkejut 
> > melihat kitab 
> > kita sendiri nanti.
> > Sebagaimana seseorang yang diceritakan Allah dalam ayat 49 surah al Kahfi
> >  
> > "...dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak 
> > meninggalkan
> >  yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; 
> > dan mereka 
> > dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak 
> > menganiaya 
> > seorang juapun".
> > 
> >    Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun. Allah tidak zhalim kepada 
> > hamba-Nya, 
> > manusia itu sendirilah yang zhalim kepada dirinya sendiri.
> >    Mak Lembang berkata : "Kita bisa saja dihentikan  setiap saat dalam 
> > kurunnya yang 
> > singkat".  
> > Jika hal ini terjadi, apakah kita sudah siap menghadapinya. Bila kita tidak 
> > siap 
> > sekurang-kurangnya apakah sudah ada ridha Allah pada kita ?. Karena 
> > seseorang itu akan 
> > selamat, masuk sorga hanya bila redha Allah ada padanya. Bila kita tidak 
> > tahu, sekurang-
> > kurangnya apakah kita sudah memenuhi tuntutan-tuntutan (perintah-perintah) 
> > Allah pada 
> > kita ?.
> > Seorang Mualaf yang sudah jadi 'alim Syaikh Yusuf Estes berkata : Islam is 
> > easy, and 
> > salvation is easy, worship Allah alone without partner and obey His 
> > commandment". 
> > Islam  itu mudah, dan  keselamatan itu mudah, sembahlah Allah tanpa sekutu 
> > dan patuhi 
> > perintah-perintah-Nya.
> > Nah, apakah kita sudah mematuhi perintah-perintah-Nya, undang-undang-Nya ?.
> > Kalau belum, jangan mati kata Allah. 
> > 
> > "Walaa tamuutunna illa wa antum muslimuun."
> > Dan janganlah kamu mati, kecuali kamu telah menjadi seorang Islam.
> >  
> > Sudah Islamkah kita ?, 
> > Islam is easy, Islam itu mudah, seseorang itu keluar dari kekafiran dan 
> > masuk Islam hanya 
> > dengan membaca dua kalimah syahadah. "Ayshadu al laa ilaaaha ilal laaah, wa 
> > asyhadu, 
> > an naa Muhamammadar rasuulullaah".
> > Yakni sebuah deklarasi bahwa
> > I bear witness that no other gods but Allah, and I bear witness that 
> > Muhammad is the messenger of Allah.
> > Aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa 
> > Muhammad itu 
> > adalah utusan Allah.
> > Sebuah deklarasi yang bermakna sangat dalam, yang bagi kuffar Quraisy 
> > sangat berat 
> > untuk diucapkan, demikian juga bagi kuffar Amerika dan Eropa. Suatu kalimat 
> > deklarasi 
> > yang berat yang menuntut segala-segalanya.
> > Kenapa ?, karena bila seseorang mendeklarasikan dirinya ikut main bola 
> > (sebagai pemain) 
> > maka mau tidak mau ia harus mengikuti seluruh aturan main bola. Bila ia 
> > melanggar, maka 
> > hukuman akan diterimanya dari wasit. 
> > Begitu juga bila seseorang mendeklarasikan diri-Nya menjadi warga dari 
> > sebuah 
> > negara, maka mau tak mau ia harus mengikuti semua aturan dalam negara itu, 
> > memakai 
> > semua perangkat hukum dalam negara itu kalau tidak ingin mendapat hukuman.
> >    Nah, dengan deklarasi dua kalimah syahadat itu, berarti kita harus 
> > mengikuti semua 
> > aturan Islam, memakai semua perangkat hukum yang ada dalam Islam. Kalau 
> > tidak ?, 
> > apakah sudah Islam kita namanya ?.
> > Perangkat hukum apa yang kita pakai sekarang ?. Sudah Islamkah kita ?.
> > Kalau belum, adakah kita memperjuangkan untuk tegaknya hukum-hukum Islam 
> > sehingga 
> > kita dapat melaksanakannya sesuai dengan perintah-Nya ?. 
> > Kalaupun tidak kuat berjuang, ..................
> > di dalam hati, apakah kita tidak mau memperjuangkan tegaknya hukum Islam ?.
> > Hanya dalam hati yang oleh Nabi saw. disebut sebagai selemah-lemah iman.
> > Kalau tidak, apakah sudah Islam kita namanya ?.
> > Kalau belum Islam, aaa... jangan mati.
> >   Tapi kalau tiba-tiba seperti kata mak Lembang kita dihentikan, tidak 
> > terkejutkah kita nanti
> > menerima kitab kita sendiri ?. Kalau demikian halnya, kita sudah tahu 
> > kemana destinasi 
> > kita. Seperti kata orang yang diceritakan Allah swt. itu, "Aduhai celakalah 
> > kami".
> >  
> > Inap dan renungkanlah
> > 
> > Billahil hidayah wat taufiq
> >  
> > Wassalam
> >  
> > St. Sinaro
> > 
> > --- On Sat, 31/12/11, Muhammad Dafiq Saib <stlembang_alam@> wrote:
> > 
> > 
> > From: Muhammad Dafiq Saib <stlembang_alam@>
> > Subject: [R@ntau-Net] Di Penghujung Tahun
> > To: "[email protected]" <[email protected]>
> > Received: Saturday, 31 December, 2011, 4:15 AM
> > 
> > Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
> > 
> > 
> > Di Penghujung Tahun 
> > 
> > 
> > Kita sudah berada di penghujung tahun 2011 Masehi, sesudah beberapa pekan 
> > yang lalu melompati tahun 1432  masuk ke tahun 1433 Hijriyah. Dalam 
> > bilangan jam, dari sekarang ini, maka tahun 2011 akan kita tinggalkan. Dia 
> > akan menjadi masa lalu. Menjadi 'sesuatu' yang tertinggal dan seperti 
> > tahun-tahun sebelumnya akan semakin menjauh dari kita. Selalu saja begitu. 
> > Akan selalu saja begitu. Demi masa...... Demi waktu.... Yang selalu 
> > mengalir pasti ke hilir. Mengalir ke muara. Muara mana? Muara mana lagi 
> > kalau bukan muara kesudahan. Muara akhir. Ya, muara akhirat. Yang akhirat 
> > itu jauh lebih bermakna dari awal. Dari kehidupan fana di dunia ini. 
> > Seandainya kita mau memperhatikan.
> > 
> > 
> > Jatah waktu kita di dunia ini benar-benar sangat terbatas dan sedikit. 
> > Meski kita rajin menghitung-hitungnya dalam acara ulang tahun. Yang ke 
> > sekian, yang ke sekian,  lalu yang ke sekian plus. Dan ke sekian plus plus. 
> > Seberapa meriah pun tepuk tangan untuk setiap kurun yang ditandai itu, 
> > maknanya selalu sama. Waktu kita yang tersisa semakin sedikit. Sebuah 
> > keniscayaan yang tidak mungkin dipungkiri oleh siapa jua. Dan kita juga 
> > menyaksikan, si fulan yang dulu kita tepuktangani marka waktunya, sekarang 
> > sudah tiada lagi. Sudah berpulang. Entahlah kalau beliau itu berpulang ke 
> > rahmatullah. Karena ada juga anak manusia yang berpulang ke kemarahan 
> > Allah. Ke kemurkaan Allah.
> > 
> > 
> > Marka waktu, seperti di penghujungnya saat ini, seyogianya bisa kita 
> > jadikan untuk sedikit mengevaluasi diri. Menghitung-hitung, sudah sampai di 
> > mana persiapan kita menghadapi saat-saat akhir itu. Seandainya belum 
> > memadai, mudah-mudahan masih ada sisa waktu untuk menukuk-menambahnya. 
> > Untuk memperbaiki sedikit demi sedikit kekeliruan di hari-hari kemarin. 
> > Mudah-mudahan jangan sampai terjadi, kita ikut hanyut saja dalam aliran 
> > waktu, tahu-tahu pluit untuk kita dibunyikan. Lalu kita terperangkap dalam 
> > kekosongan bekal. Betapa akan ruginya kita.
> > 
> > 
> > Tahun 2011 sudah sampai di ujungnya. Tahun 2012 segera menjelang. Dia akan 
> > mengikuti irama pendahulunya. Mengalir dengan irama pasti dan teratur 
> > menuju ke ujungnya pula. Sementara kita? Tidak ada jaminan bahwa kita akan 
> > melaluinya sampai ke akhirnya. Tidak ada pengetahuan kita, apakah kita akan 
> > sama-sama ikut hanyut dalam rentangan tahun 2012 seutuhnya. Kita bisa saja 
> > dihentikan  setiap saat dalam kurunnya yang singkat. Allah saja yang tahu 
> > tentang kemungkinan itu. Mudah-mudahan belum terlambat bagi kita untuk 
> > berbuat. Berbuat untuk mendapatkan akhir yang lebih baik dari (kehidupan) 
> > sekarang. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahi kita dengan rahmat dan 
> > kurnia-Nya serta senantiasa membimbing kita  ke jalan yang diridhai-Nya. 
> > Aamiin..... 
> > 
> > 
> > *****                                         
> > Wassalamu'alaikum
> >  
> > 
> > Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
> > Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
> > Lahir : Zulqaidah 1370H, 
> > Jatibening - Bekasi


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke