nan ma na bana beritanyo ko...
http://kampus.okezone.com/read/2010/08/22/373/365350/foday-motor-inc-lirik-mobil-smkn-1-singosari Foday Motor Inc Lirik Mobil SMKN 1 Singosari Minggu, 22 Agustus 2010 11:00 wib 0 27Email2 Foto: Koran SI. MALANG - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Singosari layak bangga. Kerja keras bersama lima SMK lain dalam menciptakan prototipe mobil nasional Digdaya semakin mendapat pengakuan. Tidak hanya dari dalam negeri, apresiasi itu juga datang dari mancanegara. Terbaru, pengakuan datang dari China. Pasalnya, salah satu produsen mobil di Negeri Tirai Bambu itu tertarik dengan Digdaya. ”Kami sudah jajaki beberapa perusahaan dari negara di Eropa danAsia. Alhamdulillah, China merespons lebih jauh untuk membantu kami dalam membuat produk mobil ini secara massal. Namun, Jepang tidak se-responsif China," ungkap Kepala SMK Negeri I Singosari Bagus Gunawan. Bagus menuturkan, perusahaan China itu adalah Foday Motor Inc. Meski dalam bentuk prototipe mobil, SMKN 1 Singosari berharap kerja sama itu terwujud. Foday diharapkan bersedia memproduksi dalam jumlah besar spare part mobil itu. Dengan demikian, impian untuk memproduksi mobil itu secara massal dan dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia dapat terwujud. Ada lima produk mobil yang dipersiapkan SMK Negeri 1 Singosari untuk dikembangkan lebih lanjut. Mobil-mobil tersebut saat ini sedang digarap serius untuk mampu menjadi produk mobil hasil industri lokal Indonesia. SMK Negeri 1 ingin memulai industri mobil Indonesia dari sekolah di pinggir jalan raya yang menghubungkan Surabaya dengan Malang ini. Beberapa mobil yang sedang dipersiapkan tersebut antara lain Digdaya I, Digdaya II, Digdaya III, serta Rajawali I dan Rajawali II. Harga beberapa mobil untuk Digdaya I, II, dan III antara Rp150 juta - Rp175 juta. Harga Digdaya jenis double cabin antara Rp150 juta - Rp160 juta. Sementara untuk Rajawali I dan II biayanya mencapai Rp185 juta. Harga tersebut berdasarkan biaya pembuatan dengan cara manual, pembuatan spare part masih belum dilakukan massal. Bila diproduksi massal, dia yakin akan lebih murah harga per unitnya. “Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Kami yakin bisa melakukan dan menciptakan mobil nasional yang mampu bersaing dengan negara lain," tegas Wakil Kepala Humas SMKN 1 Singosari Agus Sudarto. Digdaya I dilahirkan pada Mei 2009. Mobil ini berjenis pikap ekstrakabin. Berwarna hitam, mobil berpenggerak dua roda dengan kemampuan mesin 1. 500 cc, menggunakan mesin jenis Esemka 1. 5i yang juga merupakan produksi pelajar SMK Cibinong. Spesifikasi engine DOHC Multi Point Injection yang digunakan Digdaya I ini memiliki kelebihan sangat ramah lingkungan, lebih hemat bahan bakar, dan tenaga yang dihasilkan lebih responsif. Mereka mengerjakan prototipe ini karena didasari tingginya kebutuhan mesin dan kendaraan untuk kegiatan praktikum para siswa SMK se-Indonesia. Melihat tingginya kebutuhan tersebut, akhirnya Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) mengambil inisiatif bekerja sama dengan General Motors (GM) untuk membeli blue print engine. Pelajar SMK di Cibinong lantas membuat mesin setelah mendapatkan blue print engine tersebut. Mereka pun menghasilkan mesin Esemka 1. 5i dari blue print engine ini. Engine inilah yang akhirnya dipasang di prototipe mobil nasional Digdaya I dan II. Digdaya I maupun II, proses produksinya terdiri atas 60 persen pembuatan produk sendiri oleh pelajar SMK Negeri 1 Singosari. Sementara sisanya sekitar 30 persen hasil modifikasi dan 10 persen lainnya hasil rekayasa. “Sasis kami ambilkan dari Isuzu Panther 1997, kemudian dimodifikasi sesuai engineEsemka transmisi enam kecepatan milik Suzuki Escudo. Suspensi depan memakai Mithsubishi L 300 agar lebih nyaman," paparnya. Suspensi belakang memakai milik Izusu Panther, kaca spion Suzuki APV, lampu bagian depan mengambil milik Daihatshu Terios, dan lampu belakang milik Toyota Avanza. Pengerjaan seluruh bodi kendaraan dengan sistem handmadeoleh para siswa dan guru yang terlibat dalam tim ini. Proses pengerjaannya hingga mobil siap jalan sangat cepat, yakni hanya sekitar tiga bulan. Sukses dengan pembuatan Digdaya I, pada 2010 dengan tim berbeda SMK Negeri 1 Singosari menciptakan Digdaya II yang tetap menggunakan engine Esemka 1. 5i. Hal yang membedakan, mobil ini berpenggerak empat roda, dobel cabin, dan berwarna merah menyala. Sesuai namanya, mobil tersebut sangat gagah. Meski dibuat dengan kombinasi sejumlah onderdil kendaraan yang ada di pasaran, tapi hasilnya sama sekali tidak serupa dengan mobil lain. (zia ulhaq/yuswantoro/koran si) (//rhs) >________________________________ > Dari: irfan salayan <[email protected]> >Kepada: rantaunet <[email protected]> >Dikirim: Senin, 9 Januari 2012 15:28 >Judul: [R@ntau-Net] Astaga, Esemka Kanibalisme Apa Cloning? > >By. Masykur A. Baddal **. Mengawali tahun 2012, Indonesia telah >dihebohkan dengan lahirnya, sekaligus peluncuran cikal bakal mobil >nasional Esemka. Bahkan, Walikota Solo Joko Widodo, langsung >memelopori penggunaan mobil produksi SMK 2 Surakarta tersebut, yang >bermerek Kiat Esemka. >1326051624489827724 > >Apakah ini Esemka Digdaya 2.0 SUV? > >Tanpa diduga, demam mobil nasional langsung membahana ke seluruh >nusantara. Tidak ketinggalan, sederetan pejabat tinggi negara, >selebritas serta tokoh nasional lainnya, seakan berlomba-lomba untuk >melakukan test-drive mobil kiat Esemka itu. Sekaligus membayar DP >untuk pemesanan mobil dimaksud. Walaupun mobil itu hingga saat ini, >sebagaimana disampaikan oleh Walikota Solo Joko Widodo, belum didukung >oleh kelengkapan surat protokolernya, demi kelaikan jalan secara >resmi. > >Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat para calon pembeli. Bahkan >mereka siap untuk mendaftar di indent list, demi mendapatkan mobil >idaman tersebut. Hingga tanggal 8 Januari 2012. Daftar indent yang >sudah terdaftar, telah menembus angka 2000. Capaian angka tersebut, >oleh beberapa pengamat otomotif nasional dianggap sebagai suatu yang >luar biasa, jika dibandingkan dengan qualitas mobil itu sendiri, yang >secara resmi belum diekspose. >1326051741685945903 > >Foday pick-up lansiran pabrikan China. > >Beberapa tokoh nasional, serta para selebritas ibu kota mengatakan. >Bahwa tujuan mereka membeli mobil anak-anak SMK 2 Surakarta tersebut, >adalah untuk koleksi pribadi saja. Disamping sebagai wujud rasa >apresiasi, atas kerja keras dari putra-putri terbaik bangsa, dalam >mewujudkan mimpi rakyat Indonesia untuk memiliki mobil nasional karya >anak bangsa. > >Namun, hal yang sangat mengejutkan adalah. Setelah melakukan browsing >di google, secara tidak terduga kami mendapatkan tautan ke tipe model >mobil Esemka, dengan kombinasi warna berbeda. Semula kami menganggap >bahwa itulah mobil-mobil sample yang telah diproduksi oleh anak-anak >SMK 2 Surakarta. Tetapi setelah mengikuti dengan seksama tautan-tautan >tersebut, ternyata mengantarkan kami ke situs http://www.fdqc.com dan >situs tersebut berbahasa China. >13260518531690573327 > >Inikah Esemka Rajawali? > >Dari situlah, debaran jantung kami semakin cepat. Karena semua model >dan aksesoris Kiat Esemka, secara utuh adalah cloningan dari mobil >bermerek Foday hasil lansiran pabrik yang berlokasi di Guangdong China >tersebut. Padahal dari statement yang diberikan oleh pihak-pihak yang >berwenang, sekitar proyek mobil Esemka, bahwa kandungan lokal mobil >itu telah mencapai 80%. Namun, dengan kenyataan yang baru saja kami >temukan tersebut, apakah mungkin kandungan lokal masih di level 80%? >Lalu, kalaupun benar Kiat Esemka secara utuh merupakan cloningan mobil >Foday lansiran pabrik Guangdong, jadi apa bedanya dengan program >mobnas yang dulu pernah dicanangkan, dengan merek Timor? >13260520561738914661 > >Apakah ini Foday Explorer III China, atau Esemka Digdaya 1.5 SUV ? > >Harapan kami sebagai anak bangsa, semoga semua kemiripan tersebut >hanyalah kebetulan belaka. Yang terpenting adalah, bagaimana kita >mendorong semangat para putra-putri bangsa, untuk terus berkarya demi >kemajuan bangsa di masa depan. > >Adios. >1326052198666251379 > >Apakah ini Esemka Digdaya 1.5 SUV, atau Foday Explorer III China? > > > >beritanya: > >http://teknologi.kompasiana.com/otomotif/2012/01/09/astaga-esemka-kanibalisme-apa-cloning/ > >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet >http://groups.google.com/group/RantauNet/~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >- DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. >- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 >- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
