Assalamualaikum ww.wb., Komentar Pak Ambiar terhadap artikel Bapak Mochtar Naim merefeksikan perubahan dramatis kehidupan ber-nagari di Minangkabau. Menurut Ambo, artikel Pak Mochtar (yang Ambo baco lewat e-paper Haluan online) juo kurang membahas masalah minusnya angkatan kerja di nagari-nagari karena budaya merantau telah menyebabkan timbulnya 'brain drain' dari nagari2 ke kota-kota (baca: rantau). Bagaimana mengatasi kekurangan tenaga kerja potensial ini dalam upaya memaksimalkan pembangunan nagari? Atau kita mendatangkan tenaga kerja dari luar. Sebenarnya fenomena 'serbuan' tenaga kerja dari luar ini sudah kelihatan sekarang. Misalnya, di nagari2 sekarang banyak ditemukan tenaga2 tukang orang Jawa dan Sunda. Mereka mengisi kekurangan tenaga2 tukang orang Minangkabau sendiri. Dan mereka sangat kompetitif: rajin bekerja dan mau digaji lebih murah. Dalam temubual dengan orang2 di kampung, Ambo mendapat kesan bahwa masyarakt kita apresiasif sekali kepada tukang2 dari Jawa dan Sunda ini. "Tukang2 urang awak ko banyak marokok daripado karajo. Banyak wakatu abih dek maota sajo. Nyo lakek'an seng salai, tu lah baranti lo dulu marokok. Kalau tukang2 Jawa tu rajin bakarajo, indak rugi awak maupah doh", begitu kata mereka. Masih sehubungan dengan masalah nagari di Minangkabau, kemaren saya coba pula menggerak2kan pena untuk mendiskusikan fenomena pemekaran nagari yang kelihatannya makin jadi tren sekarang. Artikel itu muncul di Haluan edisi Senin 9 Januari 2012. Saya positngkan link-nya di sini. Mudah2an bermanfaat pula bagi Dunsanak di palanta. Saya sangat senang jika mendapat komentar2 yang berharga dari Mamak2, Kakak2, serta Adidunsanak di lapau ini. http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=11687:tentang-pemekaran-nagari-&catid=11:opini&Itemid=83 Wassalam, Suryadi (46 thn)
Dari: Ambiar Lani <[email protected]> Kepada: rantau net <[email protected]> Cc: "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; farhan muin <[email protected]>; asril tanjung <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; ermansyah jamin <[email protected]>; ambiar lani <[email protected]> Dikirim: Senin, 9 Januari 2012 8:38 Judul: [R@ntau-Net] CTATAN Untuk Pak Mochtar Naim; Membangun Sumbar dengan Membangun Nagari. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Rantau Net beserta dengan para pengunjungnya yang kami hormati. Sehubungan dengan tulisan Pak Mochtar Naim dengan judul "Membangun Sumbar dengan Membangun Nagari" yang ditayangkan oleh Rantau Net tanggal 02 Januari 2012 yang lalu, kami juga terpanggil untuk menanggapinya. Sehubungan tanggapan kami tersebut agak panjang, maka dengan ini kami kirimkan kepada Rantau Net dalam bentuk attachment atau lampiran. Kami mengharapkan kiranya Rantau Net berkenan untuk memuatnya sehingga dapat menjadi pembanding bagi para pengunjung yang lainnya. Terima Kasih. Wassalam, Ambiar Lani L/59/Jakarta-Bekasi. -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
