Rekan2 sekalian, 
 
Di tengah kerumunan org yg berdesak2an di dalam bis kota Jakarta, yg tak 
bergerak juga karena terjebak macet, 
Para pengamen, penjual Koran, penjual permen, pengelap kaca dan pengemis 
memanfaatkan kesempatan tersebut untuk ikut mengais rezeki pula.
 
Sambil termenung melihat ke luar jendela, jadi bertanya2 kok seperti begini nya 
cari duit, habis umur di jalan , 
Jadi inget celetukan si Amung , pemuda tanggung yg biasa nongkrong di pos 
gardu, senang yah mas, bisa dapat kerjaan, saya dari dulu nganggur terus nih…
Alhamdulillah bisa kerja, tapi apakah harus seperti ini, menyiksa diri di jalan 
dan membiarkan keluarga kehilangan sang ayah, hampir sepanjang hari, yg hanya 
pergi di waktu subuh dan kembali selepas malam, apakah harus seperti ini terus 
hidup itu…. lebih banyak waktu habis di jalan daripada di tempat kerja sendiri, 
bagai kata pepatah, lebih besar pasak daripada tiang
 
akhirnya semua org menganggap biasa hal tsb, dianggap normal2 saja, dinikmati, 
( walau memaki dlm hati ) ,jadi tambah cepat tua juga deh , 
 
Masih di dalam bis kota tsb, sambil ngelamun saya ngebayangin, bisa nggak yah, 
kerja di tempat yg sepi, nyaman, indah, tapi dapat uang lebih besar daripada 
gaji di Jakarta ?
Sebuah impian di siang bolong…. , tapi apa kata pepatah guru ngaji di pesantren 
dulu, man jadda wa jadda , siapa berusaha, dia akan mendapatkan nya
 
Alhamdulillah , beberapa tahun kemudian, impian tersebut terwujud, saya pindah 
kerja ke alam indah di tengah  kebun teh gunung Malabar bandung selatan, 
tak ada macet, udara segar dan yg membuat syukur, bisa dapat gaji lebih besar 
daripada saat kerja di Jakarta dulu, waktu pun lebih banyak bisa kumpul dg 
keluarga, Alhamdulillah..
 
rasanya seperti mimpi di siang bolong, keluar dari kesumpekan pulogadung – 
Jakarta dan ditakdirkan ke tempat indah di lereng gunung Malabar, Bandung 
selatan 
tapi kalau mau berusaha, insya Allah, akan ada jalan nya
 
waktu kerja di bandung selatan tsb, ada project besar, banyak org asing disana. 
Jadi saya pun banyak kerja bareng mereka. ternyata kemampuan pekerja asing tsb 
tak jauh beda pula dg kita, tapi mereka dapat gaji yg jauh lebih besar, spt tak 
adil...
 
jadi mimpi lagi deh, bisa nggak yah, kerja dg income yg sama seperti para bule 
tsb ?
 
dengan bantuan Allah semata, beberapa tahun kemudian akhirnya mimpi tsb 
terwujud pula , dapat rizki di luar negeri, kerja dg org berbagai negara dan 
dapat income yg sama spt para pekerja asing tsb, alhamdulillah
 
 hikmahnya ; seseorang tidak bisa mengubah nasibnya, kecuali ia sendiri yg 
berusaha utk merubah nya . tapi tak semua orang ingin berpindah dari status quo 
yg dianggap sebagai comfort zone. namun semua hanya usaha manusia, Allah lah yg 
menentukan semua nya, selalu lah berdoa
 
Demikian lah sekelumit cerita masa lalu, yg mudah2an bermanfaat
 
 
Salam dari gurun pasir abu dhabi
HM, TI 88
http://hdmessa.wordpress.com

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke