Assalamualaikum Wr.Wb. yth. bapak Hendra Messa di Abu Dhabi.

Saya sangat bergembira melihat nasib baik pak Hendra Messa, serta keuletan 
perjuangannya. Moga2 bisa lebih sukksses lagi, dibanding seperti sekarang ini.

Saya kutip dari tulisan pak Hendra Messa:
"waktu kerja di bandung selatan tsb, ada project besar, banyak org asing 
disana. Jadi saya pun banyak kerja bareng mereka. ternyata kemampuan pekerja 
asing tsb tak jauh beda pula dg kita, tapi mereka dapat gaji yg jauh lebih 
besar, spt tak adil..."

Disisi lain saya ingin sedikit mencoba menerangkan kenapa bangsa asing bergaji 
lebih tinggi dibanding dengan salarynya pak Hendra Messa, sewaktu bekerja di 
Indonesia dahulu.

Standard hidup negara asalnya jauh lebih tinggi dibanding dengan standard hidup 
dinegara tempat mereka berkerja, Sepertinya kira2 penduduk Jakarta bersalari 
seperti diJakarta tetapi bekerja diBukittinggi.
Jadi mereka dianjurkan membayar sebagian dari pendapatannya untuk pajak sosial 
(perpajakan negara yang bersangkutan, misalnya, pensiun) tentunya dalam 
standard dan matauang negara beliau, walaupun prosentual tidak sebanyak sewaktu 
bekerja diNegaranya sendiri.
Tergantung dengan perpajakan negara asal masing2 pekerja.
Biasanya tatausaha suatu perusahaan  multi-nasiaonal, mempunyai daftar grad2 
pemasukan pegawai menurut negara masing2 untuk sebagai acuan. Selebihnya itu 
adalah negotiable, antara calon pegawai dengan perusahaan yang dimaksud.
Bagaimana menurut pak Hendra Messa, apakah adil seandainya salary pak Hendra 
sama dengan kollega asing yang dimaksudkan diatas?
Sedangkan dia musti kembali kenegara asalnya setelah kontraknya selesai? 

Keadilan hanya ada di depan Allah, didunia rasanya tidak ada keadilan.

Wassaam,
Muljadi Ali Basjah



 


  
-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Tue, 7 Feb 2012 19:33:10 +0800 (SGT)
> Von: Hendra Messa <[email protected]>
> An: IA ITB <[email protected]>
> CC: milis ia itb <[email protected]>
> Betreff: [R@ntau-Net] tak ingin habis umur di jalanan (org jakarta kurang 
> produktif ?)

>  
> Rekan2 sekalian, 
>  
> Di tengah kerumunan org yg berdesak2an di dalam bis kota Jakarta, yg tak
> bergerak juga karena terjebak macet, 
> Para pengamen, penjual Koran, penjual permen, pengelap kaca dan pengemis
> memanfaatkan kesempatan tersebut untuk ikut mengais rezeki pula.
>  
> Sambil termenung melihat ke luar jendela, jadi bertanya2 kok seperti
> begini nya cari duit, habis umur di jalan , 
> Jadi inget celetukan si Amung , pemuda tanggung yg biasa nongkrong di pos
> gardu, senang yah mas, bisa dapat kerjaan, saya dari dulu nganggur terus
> nih…
> Alhamdulillah bisa kerja, tapi apakah harus seperti ini, menyiksa diri di
> jalan dan membiarkan keluarga kehilangan sang ayah, hampir sepanjang hari,
> yg hanya pergi di waktu subuh dan kembali selepas malam, apakah harus
> seperti ini terus hidup itu…. lebih banyak waktu habis di jalan daripada di
> tempat kerja sendiri, bagai kata pepatah, lebih besar pasak daripada tiang
>  
> akhirnya semua org menganggap biasa hal tsb, dianggap normal2 saja,
> dinikmati, ( walau memaki dlm hati ) ,jadi tambah cepat tua juga deh , 
>  
> Masih di dalam bis kota tsb, sambil ngelamun saya ngebayangin, bisa nggak
> yah, kerja di tempat yg sepi, nyaman, indah, tapi dapat uang lebih besar
> daripada gaji di Jakarta ?
> Sebuah impian di siang bolong…. , tapi apa kata pepatah guru ngaji di
> pesantren dulu, man jadda wa jadda , siapa berusaha, dia akan mendapatkan nya
>  
> Alhamdulillah , beberapa tahun kemudian, impian tersebut terwujud, saya
> pindah kerja ke alam indah di tengah  kebun teh gunung Malabar bandung
> selatan, 
> tak ada macet, udara segar dan yg membuat syukur, bisa dapat gaji lebih
> besar daripada saat kerja di Jakarta dulu, waktu pun lebih banyak bisa kumpul
> dg keluarga, Alhamdulillah..
>  
> rasanya seperti mimpi di siang bolong, keluar dari kesumpekan pulogadung
> – Jakarta dan ditakdirkan ke tempat indah di lereng gunung Malabar,
> Bandung selatan 
> tapi kalau mau berusaha, insya Allah, akan ada jalan nya
>  
> waktu kerja di bandung selatan tsb, ada project besar, banyak org asing
> disana. Jadi saya pun banyak kerja bareng mereka. ternyata kemampuan pekerja
> asing tsb tak jauh beda pula dg kita, tapi mereka dapat gaji yg jauh lebih
> besar, spt tak adil...
>  
> jadi mimpi lagi deh, bisa nggak yah, kerja dg income yg sama seperti para
> bule tsb ?
>  
> dengan bantuan Allah semata, beberapa tahun kemudian akhirnya mimpi tsb
> terwujud pula , dapat rizki di luar negeri, kerja dg org berbagai negara dan
> dapat income yg sama spt para pekerja asing tsb, alhamdulillah
>  
>  hikmahnya ; seseorang tidak bisa mengubah nasibnya, kecuali ia sendiri
> yg berusaha utk merubah nya . tapi tak semua orang ingin berpindah dari
> status quo yg dianggap sebagai comfort zone. namun semua hanya usaha manusia,
> Allah lah yg menentukan semua nya, selalu lah berdoa
>  
> Demikian lah sekelumit cerita masa lalu, yg mudah2an bermanfaat
>  
>  
> Salam dari gurun pasir abu dhabi
> HM, TI 88
> http://hdmessa.wordpress.com
> 

-- 
Empfehlen Sie GMX DSL Ihren Freunden und Bekannten und wir
belohnen Sie mit bis zu 50,- Euro! https://freundschaftswerbung.gmx.de

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke