Sanak Hendra nan berbahagia,
Sanak Hendra sudah menyuguhkan potret nyata kehidupan di kota metropolitan dengan menarik. Bergaji kota, tinggal di desa. Ada yang bilang hidup di Jakarta bak memiliki tagline P15: pergi pagi pulang petang, pendapatan pas-pasan, potong pajak potong pinjaman, pinggang pegel-pegel, pala puyeng. Mungkin inilah hidup dalam "rat race trap", serasa sudah berlari jauh, kenyataannya masih tetap di sana. Selamat buat Sanak Hendra yang sudah hidup dalam impiannya. Tidak semua mimpi akan bisa dicapai, tetapi tidak ada pencapain tanpa diimpikan. Semoga tambah sukses. "Succes is not the key to happiness. Happiness is the key to success. If you love what you are doing, you will be successful." [Albert Schweitzer] Salam, ZulTan, L, 51, Bogor Sent from my iPad 2 On 7 Feb 2012, at 18:33, Hendra Messa <[email protected]> wrote: > > Rekan2 sekalian, > > Di tengah kerumunan org yg berdesak2an di dalam bis kota Jakarta, yg tak > bergerak juga karena terjebak macet, > Para pengamen, penjual Koran, penjual permen, pengelap kaca dan pengemis > memanfaatkan kesempatan tersebut untuk ikut mengais rezeki pula. > > Sambil termenung melihat ke luar jendela, jadi bertanya2 kok seperti begini > nya cari duit, habis umur di jalan , > Jadi inget celetukan si Amung , pemuda tanggung yg biasa nongkrong di pos > gardu, senang yah mas, bisa dapat kerjaan, saya dari dulu nganggur terus nih… > Alhamdulillah bisa kerja, tapi apakah harus seperti ini, menyiksa diri di > jalan dan membiarkan keluarga kehilangan sang ayah, hampir sepanjang hari, yg > hanya pergi di waktu subuh dan kembali selepas malam, apakah harus seperti > ini terus hidup itu…. lebih banyak waktu habis di jalan daripada di tempat > kerja sendiri, bagai kata pepatah, lebih besar pasak daripada tiang > > akhirnya semua org menganggap biasa hal tsb, dianggap normal2 saja, > dinikmati, ( walau memaki dlm hati ) ,jadi tambah cepat tua juga deh , > > Masih di dalam bis kota tsb, sambil ngelamun saya ngebayangin, bisa nggak > yah, kerja di tempat yg sepi, nyaman, indah, tapi dapat uang lebih besar > daripada gaji di Jakarta ? > Sebuah impian di siang bolong…. , tapi apa kata pepatah guru ngaji di > pesantren dulu, man jadda wa jadda , siapa berusaha, dia akan mendapatkan nya > > Alhamdulillah , beberapa tahun kemudian, impian tersebut terwujud, saya > pindah kerja ke alam indah di tengah kebun teh gunung Malabar bandung > selatan, > tak ada macet, udara segar dan yg membuat syukur, bisa dapat gaji lebih besar > daripada saat kerja di Jakarta dulu, waktu pun lebih banyak bisa kumpul dg > keluarga, Alhamdulillah.. > > rasanya seperti mimpi di siang bolong, keluar dari kesumpekan pulogadung – > Jakarta dan ditakdirkan ke tempat indah di lereng gunung Malabar, Bandung > selatan > tapi kalau mau berusaha, insya Allah, akan ada jalan nya > > waktu kerja di bandung selatan tsb, ada project besar, banyak org asing > disana. Jadi saya pun banyak kerja bareng mereka. ternyata kemampuan pekerja > asing tsb tak jauh beda pula dg kita, tapi mereka dapat gaji yg jauh lebih > besar, spt tak adil... > > jadi mimpi lagi deh, bisa nggak yah, kerja dg income yg sama seperti para > bule tsb ? > > dengan bantuan Allah semata, beberapa tahun kemudian akhirnya mimpi tsb > terwujud pula , dapat rizki di luar negeri, kerja dg org berbagai negara dan > dapat income yg sama spt para pekerja asing tsb, alhamdulillah > > hikmahnya ; seseorang tidak bisa mengubah nasibnya, kecuali ia sendiri yg > berusaha utk merubah nya . tapi tak semua orang ingin berpindah dari status > quo yg dianggap sebagai comfort zone. namun semua hanya usaha manusia, Allah > lah yg menentukan semua nya, selalu lah berdoa > > Demikian lah sekelumit cerita masa lalu, yg mudah2an bermanfaat > > > Salam dari gurun pasir abu dhabi > HM, TI 88 > http://hdmessa.wordpress.com > > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
