Ass. WW.
Iyo sapandapek awak jo pak Muljadi. Jerman merupakan negara maju yang sangat 
concern dan mengalokasikan pitihnya untuk kepentingan pengembangan Ipteknya.  
Pengalaman kami punya proyek Research bersama dgn 2 perguruan tinggi Jerman 
Univ. Gottingen dan Kassel yang dibiyai DFG (seperti Risteknya Jerman) dalam 
jangka waktu hampir 10 tahun ttg "Stability of Rainforest Margin in Indonesia" 
(lebih 10 tahun) yang melibatkan puluhan PhD candidate, MSc candidate di bawah 
bimbingan puluhan Professor baik dari Indonesia dan Jerman. Hasilnya dihasilkan 
lebih dari  40 Doktor baru (baik Indonesia atau Jerman) dari riset ini, 5 
Professor baru dari Univ. Tadulako Palu sendiri yang menghasilkan karya Ilmiah 
berreputasi Internasional juga dari proyek ini. Belum lagi dari Jerman sendiri.
Memang jauah babeda antara peneliti Jerman dan Indonesia dari segi Insentif. 
Profesor Jerman indak mamikiakan  Paruik bana, karano gaji mereka cukup besar 
(mungkin Euro 9000-12000/bln), seorang peneliti dgn basic PhD (Euro 
5000-6000/bln), dan hanya Euro 800- 1200 utk mhs PhD Indinesia yg studi di 
Jerman yang dibiayai DAAD ( Sebanding dengan Tunjang Sosial orang yg bekerja 
(jobless) di sana. Apalagi kalau uang tsb digunakan dan tinggal di 
Indonesia..bisa hore-hore dan pesta terus dorang.


Dibanding peneliti di Indonesia yang masih mamikiakan isi paruik karano jatah 
bulanan dari pemerintah  yang masih jauah dari cukup. 


Bagi ambo  Untuk penelitin  ttg Situs Aditiawrman, sebaiknya melibatkan para 
peneliti Universitas Lokal (mungkin UNAND) sebagai Indonesian Partner ( Ini 
adalah salah satu syarat utk peneliti asing melakukan Riset di Indonesia) 
sehingga mereka dpt mendapatkan "Research Permit"dari pemerintah Indonesia 
melalui  Menristek , kalau tidak mereka dpt dikategorikan melakukan kegiatan 
Ilegal.
Keuntungan lain dari penelitian bersama tersebut adalah terjadi "Sharing 
knowledge/transfer of knowledge" baik dari jerman ke Indonesia ataupun dari 
Indonesia ke Jerman. Dan dapt meningkatkan status/ Rating Perguruan Tinggi yang 
bersangkutan .

TETAPI YANG  PALING PENTING adalah jangan sampai seluruh ARTIFACT-ARTIFACT dan 
data penelitian hasil penelitian tersebut semuanya dibawa ke Jerman, Kalau 
sudah terjadi seperti itu maka  100 tahun lagi anak cucu kita akan belajar 
Sejarah Aditiawarman harus pergi ke Jerman, seperti yang telah terjadi dewasa 
ini dimana RIBUAN  bukti sejarah, spesimen Biologi Indonesia yang di bawa 
Belanda ke negerinya, akibatnya Urang Indonesia harus belajar sejarah, Hukum, 
Biologi kenegeri Belanda tersebut.

Ingek-ingek sabalun kanai

Wassalam,
Ramadhanil Pitopang
Guru Besar Botany di Universitas Tadulako
Palu. 48 tahun- laki-laki.






  



________________________________
 Dari: Muljadi Ali Basjah <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Rabu, 8 Februari 2012 23:23
Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Arkeolog Asing Gali Situs Adityawarman
 
Assalamualaikum Wr.Wb. yth. bapak Suryadi die Bulando.

Iko kan mungkin2 sajo dek pitih juo pangkanyo, dan ujuang2nyo pitih juo 
kudiannyo.
Dinagari maju, budget itu bisa diadokan, misalnyo sajo AWI 
Alfred-Wegener-Institut für Polar- und Meeresforschung iko nostop riset di 
An-arktis.
Ilmuwan2nyo kontakt lansuang ka Uni Bremen, estafet ilmuwan2nya, umumnya sekali 
6 bulan ber-ganti2. Sewaktu musim panas agak banyakan ilmuwannya.

Kalau nan diawak, iyo banalah....barek jari ambo ka manulihnyao pak Suryadi, 
mungkin pusa2 baru kaparuik atau nan dakek2 paruik sajo baru.

Wassalam,
Muljadi Ali Basjah.

Mudah2an, salamaik sajo benda2 purbakala nan didapek.
Jan2 beko tagantuang pulo Artifact2 tu di-istana2 Kolektor, nan copynyo talatak 
rancak diMuseum kito, as usual.

-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Wed, 8 Feb 2012 21:24:44 +0800 (SGT)
> Von: Lies Suryadi <[email protected]>
> An: "[email protected]" <[email protected]>
> Betreff: Bls: [R@ntau-Net] Arkeolog Asing Gali Situs Adityawarman

> Baa lai, arkeolog asing juo nan maayunan pangkua e tu baru, mangubik2
> tanah sainci demi sainci. Arkeolog awak tapaso jadi anak bawang juo baru,
> mancigok2 dari ateh lubang. Yo, sia sajolah, nan penting mudah2an periode 
> gelap
> Minagkabau tu dapek takuak, pado basitangka juo awak samo awak mengenai
> sejarah masa lampau suku awak ko.
>  
> Wassalam,
> Suryadi 
> 
> 
> ________________________________
> Dari: Nofend St. Mudo <[email protected]>
> Kepada: RN - Palanta RantauNet <[email protected]> 
> Dikirim: Rabu, 8 Februari 2012 9:56
> Judul: [R@ntau-Net] Arkeolog Asing Gali Situs Adityawarman
> 
> Tim arkeolog ini dipimpin profesor asal Jerman, Dominik Bonatz.
> Rabu, 8 Februari 2012, 15:37 WIB
> 
> VIVAnews - Penggalian situs peninggalan Adityawarman di Bukit Gombak,
> Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat akan dilanjutkan pada Maret 2012
> mendatang. Tim arkeolog dari Jerman, Amerika, Australia, Belanda,
> sebelumnya telah memulai eksplorasi pada Maret tahun lalu.
> 

-- 
Empfehlen Sie GMX DSL Ihren Freunden und Bekannten und wir
belohnen Sie mit bis zu 50,- Euro! https://freundschaftswerbung.gmx.de

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke