Angku Epy Buchari sarato Sanak Sa Palanta Nan Ambo hormati; Sebagai sebuah pendapat yang ditulis oleh seorang yang berpengalaman/menguasai masalah pembangunan jalan raya dalam teori dan praktik, saya membaca tulisan Angku Epy Buchari sambil menarik napas, karena memetakan dengan singkat dan padat masalah-masalah krusial, antara lain staging dan pemilihan jalur, yang dihadapi jika pembangunan Jalan Tol Padang - Pekanbaru jadi dilaksanakan.
Walaupun pengetahuan saya mengenai jalan tol tersebut tidak lebih dari apa yang saya pelajari dari media dan sama sekali tidak bepretensi untuk menjawab dengan tuntas seluruh pertanyaan Angku Angku Epy Buchari mengenai Jalan Tol Padang - Pekanbaru, berikut beberapa catatan kecil dari saya. 1. Koran HALUAN, 11/o4/2011 melaporkan temuan wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim bahwa sayur asal Sumbar di Batam kalah bersaing dengan sayur impor (dan sayur yang berasal dari daerah lainnya, mulai dari segi harga yang lebih mahal, kemasannya tidak rapi sehingga gampang rusak serta keluhan lainnya. Walaupun masalahnya tidak sesederhana ini, manfaat ekonomi pembangunan jalan tol ini akan sangat berarti bagi provinsi yang mengandalkan perekonomian pada pertanian, perdagangan dan UKM (saya sengaja belum menyebut pariwisata). Sekalipun tampak agak 'hiperbolik', pernyataan Gubernur Irwan Prayitno bahwa "perekonomian Sumbar akan berlari kencang bila pemasaran hasil pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan Sumbar ke Riau lancar", bukan tidak berdasar. 2. Kalau ditarik ke belakang, pembangunan Jalan Tol Padang - Pekanbaru ini jelas bukan rencana dadakan, karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan koridor ekonomi dengan menggabungkan pendekatan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dalam suatu struktur ruang spasial atau kewilayahan di bawah Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 yang dicanangkan Presiden 27 Mei 2011 yang lalu. Seperti dijelaskan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam tulisannya di Harian Kompas 2/11/2010, terkait dengan hal ini, Pemerintah Indonesia tengah menyelesaikan rencana induk (master plan) bagi enam koridor ekonomi di Indonesia, yang meliputi (1) koridor timur Sumatera dan utara Jawa Barat, (2) koridor pantai utara (pantura) Jawa, (3) koridor Kalimantan, (4) koridor Sulawesi, (5) koridor Papua, serta (6) koridor timur Jawa-Bali-Nusa Tenggara. Sebagai tahap awal pembangunan KE di Indonesia akan dikembangkan koridor timur Sumatera utara Jawa Barat (TSUJB) dan koridor pantai utara Jawa (pantura) sebagai percontohan. Sejumlah proyek infrastruktur yang menyambungkan simpul-simpul logistik yang teridentifikasi pada koridor ini antara lain meliputi pelabuhan-pelabuhan di Medan, Dumai, dan Palembang, pembangunan jalur KA trans-Sumatera dan jalur KA batu bara di Sumatera Selatan (tulisan Bambang Susantono akan saya copaskan secara utuh ke Palanta). Simpul-simpul tersebut akan menyatu menjadi 11 pusat kegiatan ekonomi utama (PKEU) di Bandar Lampung, Pangkalpinang, Padang, Bengkulu, Serang, Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, dan Tanjungpinang. Sebagai tambahan, secara berbetulan keinginan untuk membangun Jalan Tol Padang - Pekanbaru merupakan gagasan gubernur se-Sumatera--termasuk Gubernur Riau tentu saja--yang sudah diapungkan sejak 2008 lalu. Saya sendiri mengetahui rencana pembangunan jalan tol jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru yang akan terintegrasi dengan jalan tol Pekanbaru-Dumai dari pemberitaan HALUAN online 06 April 2011 yang lalu. 3. Akhirul kalam semoga tulisan Angku Epy Buchari yang bernas ini dan tulisan-tulisan bernas lainnya di sini--salah satu di antaranya--tulisan nakan Bot Piliang yang menawarkan jalur alternatif yang IMHO sangat cerdas: Padang - Lubuk Minturun - Paninggahan - Singakarak - Batusangkar - Baso (-Payakumbuh.), terbaca oleh para kepala daerah terkait, minimal Pak Bupati Agam yang juga merupakan warga Palanta. Seperti dijelaskan Bot, jalan tol (yang kita harapkan merupakan satu-satunya jalan tol yang akan membelah ranah bundo tercinta dengan biaya finansial dan sosial yang tidak kecil ini) tidak hanya menghubungkan Bukittinggi dan Padang saja, tapi juga hampir seluruh kota di Sumatra Barat. Yang ke Bukittinggi bisa keluar lewat Padangpanjang atau bisa keluar di Baso. Yang ke Solok bisa keluar di Singkarak,yang ke Batusangkar dan Sawahlunto juga bisa lewat di situ. Luar biasa! Selain eksternalitasnya lebih luas dan merata, IMHO, Amdalnya akan akan lebih bagus ketimbang pilihan jalur Padang-Bukittinggi-Payakumbuh. Wallahualam bissawab Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 68+), asal Padangpanjang, tinggal di Depok Alam Takambang Jadi Guru --- In [email protected], bandarost <epybuchari@...> wrote: > > Assalamu'alaikumWW, > Sanak Nofend dan sanak sapalanta yang ambo hormati, > Minggu-minggu belakangan ini cukup banyak berita dan pembahasan > tentang jalan tol Padang-Bukittinggi-Pakanbaru di RN ini. Berita2 ini > cukup menarik begitu juga dengan komentar2 dari sejumlah sanak di > palanta ini. > Mohon izin untuk ikut nimbrung mengomentari dan mempertanyakan > beberapa hal yang menurut saya kurang jelas duduk persoalannya dalam > berita seputar jalan tol ini. > 1. Nama proyek kurang lebih Proyek Jalan Tol Padang-Bukittinggi- > Pekanbaru. Akan ditangani katanya oleh konsorsium Jasamarga dan Pemda > Sumbar. Untuk ini Pemda Sumbar telah mengadakan pertemuan dengan para > Bupati yang daerahnya akan diliwati oleh jalan ini. Termasuk > pembahasan atas alternatif route. Sebagian jalan ini dari batas Sumbar > sampai Pekanbaru tentunya terletak di Provinsi Riau. Kok sepertinya > tidak ada koordinasi dengan mereka ? Mereka tentunya juga > berkepentingan dengan aspek bisnisnya dan mungkin juga ingin ikut > dalam konsorsium investor ini. Begitu juga halnya dengan alternative > route di daerah mereka. Lupa, atau ada pertimbangan khusus yang lain ? > Kalau mereka tidak diajak maka proyek ini lebih tepat dinamakan > Proyek Jalan Tol Padang-Bukittinggi-Batas Sumbar ? -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
