Jumat, 04/02/2011

Padang, Metro

http://irwanprayitno.info/berita/aktual/1296799001-sumbar-lirik-lagi-kereta.
htm

Rencana Pemprov Sumbar mengembangkan transportasi massal kereta api pada
2011 ini, dimulai dengan optimalisasi operasional jalur kereta api yang
telah ada - baik reguler maupun pariwisata - serta mewujudkan koneksi dengan
provinsi lain.

"Optimalisasi operasional jalur yang ada itu, meliputi jalur Pariaman-Sei
Limau, Lubuk Alung-Kayu Tanam, Batu Taba-Solok, Solok-Muaro Kalaban-Padang
Sibusuk-Taluak Pakanbaru dan Padangpanjang," terang Asisten II Bidang
Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Setprov Sumbar, Syafrial, saat rapat
koordinasi yang dipimpin Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dengan
kabupaten/kota dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Wilayah Sumbar, Senin
(31/1).

Syafrial menambahkan, pada 2011 ini, juga akan dikembangkan short cut jalur
kereta api dari Padang menuju Solok dan Duku menuju Bandara Internasional
Minangkabau (BIM). Upaya yang telah dilakukan Pemprov Sumbar selama ini
bersama dengan Pemerintah Kota Pariaman, Sawahlunto dan bank Nagari, menurut
Syafrial telah disediakan dana hibah sebesar Rp2,499 miliar semenjak 2008
hingga 2010.

"Dana tersebut telah digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana, bantuan
operasional dan subsidi karcis sesuai dengan nota kesepahaman memorandum of
understanding (MoU) antara Gubernur Sumbar dengan PT KAI," tambah Syafrial.

Selain itu, juga telah dilaksanakan penyusunan rencana induk KAI dengan dana
sebesar RP950 juta, yang digunakan untuk master plan KAI sebesar Rp250 juta,
studi kelayakan untuk kota Padang sesbesar Rp500 juta dan pengkajian
perlintasan sebesar Rp200 juta.

Pemprov Sumbar tambah Syafrial, juga telah menyiapkan Detail Enginering
Desain (DED) jalur Duku-BIM dan Padang-Solok dengan anggaran yang bersumber
dari APBN. Pada tahap awal produksi pengembangan jalur ini, dilaksanakan
pembebasan tanah, sebagaimana yang diatur oleh Peraturan Presiden No 36
tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk
kepentingan umum.

"Dalam proses pembebasan lahan ini, Dinas Perhubungan selaku pelaksana
kegiatan harus mengajukan proposal kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Kemudian dilanjutkan dengan penetapan lokasi lengkap dengan peta dan
pembentukan panitia," terangnya.

Untuk jalur Duku-BIM pembebasan lahan ditetapkan oleh Bupati Padangpariaman
karena bukan termasuk lintas kabupaten/kota. Sedangakan untuk short cut
ditetapkan oleh gubernur dengan Anggota Kota Padang, Solok, Kabupaten Solok,
karena merupakan lintas kabupaten/kota dan Pemprov Sumbar.

"Pengukuran lahan dilaksanakan oleh BPN. Untuk musyawarah penetapan harga
dengan pemegang hak dengan pertimbangan PJOP dan harga pasar dengan
penetapan dilakukan oleh tim. Untuk pembebasannya dilakukan oleh
kabupaten/kota terkait, sedangkan pendaftaran tanah ke BPN hanya untuk
mendapatkan saertifikat, " tambahnya.

Pembebasan lahan ini, dananya menurut Syafrial disediakan melalui APBD
Provinsi Sumbar 2011. Dimana untuk pengembangan jalur Duku-BIM sepanjang 4,2
kilometer sebesar Rp5,05 miliar dan Padang-Solok sepanjang 40,2 kilometer
sebesar Rp3,06 miliar. Pemprov Sumbar menargetkan pada 2011 ini operasional
jalur kereta api rail bus akan didatangkan PT KAI.

Dalam proses pembangunan rel kereta api Duku-BIM, Syafrial berharap agar
rute jalurnya dapat terkoneksi dengan Bus Damri, sehingga perlu penempatan
bus tersebut pada Stasiun Duku. Untuk itu, Pemko Padang menurutnya akan
membangun empat halte melalui kerjasama dengan pihak ketiga.

Sementara itu, Gubernur Irwan Prayitno menyebutkan, short cut antara
Padang-Solok akan dilanjutkan ke Muaro Kalaban-Dharmasraya. Namun, diakui
Irwan, untuk pembangunan short cut ini, hanya dapat dilakukan melalui
investor. Pasalnya, APBN sendiri tidak mengganggarkan untuk itu.

Tujuannya, pembangunan short cut ini, menurut Irwan adalah untuk sarana
transportasi pertambangan daerah tersebut menuju akses Teluk Bayur. Untuk
itu Pemprov Sumbar sendiri menurut Irwan perlu pembenahan terhadap Teluk
Bayur yang akan dilakukan dengan bekerja sama dengan Dirut PT Pelindo II.
"Upaya pembentukan perluasan gudang. Karena itu, akan dilakukan pembebasan
lahan yang membutuhkan biaya sekitar Rp13,5 miliar," tambah Irwan.

Kepala Bidang Lalulintas Angkutan Darat Dinas Perhubungan Sumbar Joharson
menambahkan, DED tahap I untuk pembangunan jalur Padang-Solok jaraknya 25
kilometer. Sedangakn DED tahap II, untuk pembangunan terowongan sepanjang 25
kilometer antara Padang -Solok. Selain itu, juga dibangun jalur Kabupaten
Solok-kota Solok sepanjang 5,5 kilometer. "DED yang dilaksanakan secara dua
tahap ini telah selesai dilaksanakan." terangnya.

Meskipun semua perencanaan telah selesai dilaksanakan sesuai dengan scedule
yang ada, namun bagi Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda)
Sumbar Asrizal Asnan menilai proses pengembangan jalur kereta api, juga
harus mempertimbangkan aspek dampak lingkungan (amdal) agar jalur yan
dibangun nanti, tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari.

Posmetro, 1 Januari 2011

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke