Pak BTS,

itu kan baru APBD... bagaimana dengan APBN? bgmn dengan BUMN, yg nota bene 
adalah instrumen negara juga...
pembangunan jalan nasional, misalnya, itu bagaimana?
pembangunan pembangkit listrik dsb bagaimana?

sebagai pusat pemerintahan nasional, tentunya di jakarta lebih banyak
terdapat PNS (per 1000 penduduk mungkin)... artinya pengeluaran APBN utk PNS 
plus belanja-2 proyek
lebih banyak muter di Jakarta... apa ini tidak termasuk kebijakan
fiskal yg berpengaruh pada primacy??

menarik disebut mengenai usaha Danutirto (prof. farmasi) yg dulu berencana 
'membaptis' pare-pare sbg pelabuhan terbuka...
dari dulu saya sudah mengatakan bahwa urban primacy adalah produk dari 
kebijakan pemerintah.. (bukan hanya fiskal)
regulasi semacam 'pilih kasih' mana pelabuhan yg boleh terbuka mana yg harus 
lapor sama bos di jakarta dsb tentunya berpengaruh...

selama ini seakan-akan, semua pelabuhan itu tertutup, kecuali dibuka oleh 
pemerintah pusat... dan jelas pelabuhan membuka akses pasar yg lebih luas 
sehingga lebih mudah menarik investasi dan pada gilirannya berpotensi utk 
mengurangi primacy dsb...



salam,
-K-


 

Harya Setyaka

Duren Tiga Selatan 89

Jakarta INDONESIA



----- Original Message ----

From: Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]>

To: [email protected]

Sent: Monday, April 30, 2007 9:35:51 PM

Subject: Re: [referensi] STERN REVIEW: The Economics of Climate Change



                                 

Ysh. Bung Deden Rukmana

  

 Deden  wrote :

 Saya pun berpikir bahwa government expenditure menyebabkan urban primacy in  
Indonesia. Kota besar akan semakin besar karena didukung dana  dari pemerintah 
pusat. Sayangnya, saya belum mendapatkan data belanja  negara berdasarkan 
kota/kabupaten. 

  

 BTS : 

  

 1. Sebelum ada Sistem Akuntansi Pemerintahan( SAP)  yang baru - baca PP 
24/2005 dan Permendagri 13/2006, Government Expenditure  terbagi atas Routine 
Expenditures (RE) dan Development Expenditures.  (DE). Data empiris menunjukkan 
bahwa perbandingan antara antara RE dan DE  di daerah adalah 80% dan 20%. Jadi 
yang dimaksud dengan Government Expenditures  yang menyebabkan urban primacy 
adalah DE yang hanya 20% dari Total District  Government Expenditures (APBD). 
Secara ekonomi, urban primacy juga dapat  ditunjukkan dari perbandingan PDRB 
kota masing-masing. Semakin primacy kota,  semakin besar pula nilai nominal 
PDRB-nya. Oleh karena itu hipotesis yang  mengatakan bahwa Government 
Expenditures menyebabkan urban primacy secara  sederhana dapat dilihat rasio 
antara DE dan PDRB pada harga berlaku (current  price). Dari penelitian saya - 
baca "Perkembangan Ekonomi Kota-kota Sebelum dan  Pasca Krisis (1993-1999) 
serta Implikasi Pengembangannya" , URDI Papaer Series.  2002
 menunjukkan bahwa rasio Kota-kota Kecil (<200 ribu jiwa ) = 4%;  Kota Sedang 
(>200 ribu - < 700 ribu jiwa) = 2%; sedangkan Kota Besar dan  Metro (>700 ribu 
jiwa) = 0,8%. Dari rasio-rasio ini menunjukkan bahwa semakin  besar suatu kota, 
justru peranan government expenditures semakin kecil. Hal ini  tidak berarti 
bahwa government expenditures tidak mempengaruhi besaran kota,  tetapi ada 
faktor lain yang lebih menentukan, apakah itu kesejarahan, lokasi,  atau 
investasi yang disebut dengan Daya Saing Kota.

  

 2. Kalau mencari data Government Expenditure untuk  daerah, buka : 
www.depkeu.go. id, ke link  situs click Badan Kebijakan Fiskal. Kalau data 
belanja negara berdasarkan  kota/kabupaten www.sikd.djapk. go.id,  ke Data 
Historis.

  

 Untuk dapat memahami secara tepat tentang  Government Expenditures untuk 
daerah, perlu paham perubahan sistem akuntansi  daerah mulai dari sistem Makuda 
(Manual Keuangan Daerah) sebelum tahun 2000,  diubah ke Sistem Otonomi Daerah 
(2000-2003), diubah lagi dengan Kepmendagri  29/2003 (2003-2005), terakhir 
diubah dengan Peraturan Pemerintah 24/2005 dan  Permendagri 13/2006. Saya punya 
iktisarnya, terlampir.

  

 Thanks. CU. BTS.

  

    ----- Original Message ----- 

   From:    Deden    Rukmana 

   To: [EMAIL PROTECTED] ps.com 

   Cc: dedenpermias@ yahoo.com 

   Sent: Monday, April 30, 2007 10:56    AM

   Subject: Re: [referensi] STERN REVIEW:    The Economics of Climate Change

   



         

   Tulisan    ttg global warming di Jakarta:

   http://www.thejakar tapost.com/ detaileditorial. asp?fileid= 20070428. E02

    

   Melanjutkan    diskusi ttg urban primacy:

   Saya    pun berpikir bahwa government expenditure menyebabkan urban primacy 
in    Indonesia. Kota besar akan semakin besar karena didukung dana    dari 
pemerintah pusat. Sayangnya, saya belum mendapatkan data    belanja negara 
berdasarkan kota/kabupaten. 

    

   Selanjutnya    mengenai kriteria ukuran kota, terlepas dari kriteria yg 
digunakan, sudahkah    kita memiliki batas kota/metropolitan yg menjadi 
kesepakatan bersama? Beberapa    data yg saya pakai utk menentukan penduduk 
metropolitan Jakarta saja beragam.    Batas metropolitan Jakarta yg dipakai 
adalah berbeda-beda. Ada yg menyebut    semua kecamatan di Kab. Bogor dan Kab. 
Cianjur masuk. Ada juga hanya sebagian    Kab. Bogor, dst. 

   FYI,    di USA, BPS-nya menentukan batas metropolitan setiap census dan 
semua orang    akan memiliki pemahaman yg sama ttg batas2 wilayah tsb.

   

Salam    hangat dari Savannah, USA.

   Deden    Rukmana



   -----    Original Message ----

Fr



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/referensi/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke