Pak Mulya Amri ysh,

Kalau nggak keberatan, mohon saya di-share coppy
artikelnya Sassen yang Pak Mulya refer. Kalau tak bisa
di share melalui milist, mohon copy artikel tsb
dilayangkan ke japri saya di

       [EMAIL PROTECTED] 

Terima kasih sebelumnya.

Salam hangat selalu,

Fadjar
Jurusan Teknik PWK Undip



--- Mulya Amri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dear Pak Dwiagus,
> 
> Mungkin jawaban atas pertanyaan Pak Dwiagus bukan
> berada di ranah engineering, tapi di konteks/sejarah
> ekonomi dan industri kota itu. Kalau di sini ada
> urban/regional economist, mohon bisa memberikan
> pandangannya...
> 
> Saya sendiri bukan siapa-siapa, tapi kebetulan aja
> menemukan artikel-nya Saskia Sassen (LSE Urban Age
> 2005) berjudul "The Deep Economic History of Place:
> It Matters". 
> 
> Di sini, Sassen menyatakan bahwa kota-kota yang
> sekilas terlihat sama dalam hal profil industrinya,
> ternyata menyimpan keunikannya masing-masing.
> Misalnya Chicago dan New York. Keduanya diakui
> sebagai pusat industri finance, advertising,
> accounting, dan hukum. Namun setelah ditilik lebih
> dalam, ternyata klien2 industri tersebut di Chicago
> lebih banyak mereka yang bergerak dalam bidang
> agro-industri. Dan diakui bahwa layanan industri
> finance, hukum, dll di Chicago khusus untuk mereka
> yang bergerak di bidang agro-industri, lebih baik
> daripada di New York. Ini karena sejak lama Chicago
> dekat/merupakan bagian dari "large agro-industrial
> economy", ketimbang New York.
> 
> "The specialised service firms headquartered in
> Chicago developed advanced state of- the-art
> specialised services and instruments in finance, in
> law and in accounting that were based precisely on
> the experiences and needs of what was once one of
> the most important agro-industrial centres in the
> world. These firms know how to handle the
> specialised financial needs, legal-accounting needs,
> of major industrial manufacturing firms and of
> agribusiness. Thus Chicago's history as a vast
> agro-industrial complex allowed it to develop
> specialised services that kept that history going
> through its development and innovation as a
> specialised service economy even after vast
> components of the older agroindustrial complex had
> been more or less destroyed by the 1980s." 
> 
> Seandainya kebanyakan industri lain di Chicago
> terkait dengan industri agro ini, dan suatu saat
> industri agro di AS runtuh, maka primacy Chicago
> akan berkurang dengan sendirinya. Dan mungkin
> kebijakan fiskal apapun dari pemerintah
> pusat/federal tidak akan bisa menyelamatkan Chicago.
> (Lihat saja Pittsburg yang sangat tergantung pada
> industri baja & kini industri itu sudah
> ditinggalkan. Butuh waktu lama sekali bagi Pittsburg
> untuk recover) Namun kalau ekonomi Chicago cukup
> diverse, maka runtuhnya industri agro hanya akan
> berpengaruh kecil. Sebaliknya, kalau industri agro
> tiba-tiba naik pamornya, maka Chicago akan melesat.
> PAD-nya akan cukup untuk mengelola & melayani
> penduduk kota, mungkin tanpa bantuan anggaran dari
> pemerintah pusat/federal sekalipun.
> 
> Ada hal-hal yang dapat dijawab dengan tata ruang dan
> peran-peran pemerintah secara langsung. Ada yang
> tidak. Kota bisa dianggap sebagai binatang
> tersendiri. Semakin beragam komponen-komponen yang
> membentuk binatang tersebut, semakin stabil dan kuat
> ia.
> 
> Salam,
> Muli
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: B. Dwiagus Stepantoro 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Wednesday, May 02, 2007 5:34 PM
>   Subject: Re: [referensi] kebijakan Fiskal dan
> urban primacy... kembali ke subj yg benar..
> 
> 
>   Kalau area A diberi anggaran dengan earmarked Z
> berhasil membentuk primasi 
>   sedangkan daerah B dberi anggaran dengan earmarked
> yang sama Z, tidak berhasil karena daerah tertiggal
> dan remote, berarti yang menentukan primasi kota itu
> apa dong ya,......
>   jadi sebenarnya bukan sekedar bentuk dan jenis
> expenditure saja yang menentukan tapi potensi daerah
> itu dalam pembentukan primasi tandingan. 
>   sebenarnya kriteria daerah mempunya potensi
> pembentukan primasi tandingan (counter-primasi) itu
> sebenarnya apa sih ya? 
>   mugnkin adek2 mahasiswa planologi ITB mesti
> dikasih tau dari awal tuh. Karena dulu kita taunya
> potensi pertumbuhan cuman ngukur dari PDAB,
> demografi,landuse,infrastruktur yang ada.....  perlu
> direorietasi, mungkin?
> 
>   dwiagus
> 
> 
> 
>   Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
>     Fiskal sering disebut sebagai Stimulus
> Pertumbuhan Ekonomi. Hanya saja
>     bentuk Kebijakan Fiskal atau Government
> Expenditure yang berpengaruh itu
>     bukan pada jumlah nominalnya, tetapi lebih pada
> bentuk atau jenis
>     belanjanya. Contohnya, apabila pada kota-kota
> tertentu yang potensi
>     pertumbuhannya tinggi, apabila Government
> Expenditure-nya berupa prasarana,
>     maka ia akan memacu dan memicu pertumbuhan
> primacy. Tetapi bila belanja
>     prasarana itu diberikan pada daerah remote, yang
> tertinggal, maka ia nggak
>     akan berdampak siginifikan untuk menciptakan
> primacy baru.
> 
> 
> 
> 
> 
>   B. Dwiagus Stepantoro   
>   Jakarta, INDONESIA
>   http://bdwiagus.blogspot.com 
>   Just be open,... who knows lightning will strike!!
> 
> 
>
------------------------------------------------------------------------------
>   Ahhh...imagining that irresistible "new car"
> smell?
>   Check out new cars at Yahoo! Autos. 
> 
>    


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke