Dokumen tsb sebenarnya telah di-publikasikan utk pertama kali pada Dies Natalis
ITB, 2 Maret 2001 (kalo ga 2002).... kebetulan saya sempat colongan hadir utk
mendengar pidato tsb... waktu itu saya masih ngisi FRS..
Kita memang sudah lebih 'demokratis' dari ... say... 15-20-30 bahkan 60 tahun
lalu... tapi sepertinya masih ada ruang untuk perbaikan...
Kontestan pemilu masih terbatas pada Parpol,... atau mereka yg di-amin-i
parpol...
jadi.. meminjam bahasa ilmu ekonomi haluan pasar, terdapat barrier to entry
dalam pasar 'demokrasi'... utk menawarkan ide, inovasi, dll kita perlu
'license' dari parpol dan parpol-lah (atau tokoh-nya) yg akan mengusung tsb.
saya melihat sekarang ini, itulah kerjanya parpol... bisnis-nya adalah bisnis
bendera..
namun semuanya tidak se-pesimis itu...
kalau konflik kepentingannya tidak terlalu runcing, dan tentunya kalau si
planner nya sendiri tidak ng-aji mumpungs..
skill komunikasi itu bisa dahsyat... karena apapun substansinya bisa jadi
manis... tapi entahlah.. tidak perlu menghakimi 'broker'..
akhir-2 ini skill lunak seakan-2 makin 'dominan'...
kalau ga percaya tanya aja para penggiat 'MLM'... yg konon kerja 5 tahun bonus
nya BMW, rumah di Dago Pakar senilai 4 M... dsb.
salam,
-K-
Harya Setyaka
Duren Tiga Selatan 89
Jakarta INDONESIA
----- Original Message ----
From: risfano <[EMAIL PROTECTED]>
T
Bung Fajar dan rekan2,
Terima kasih atas tanggapannya. Secara kebetulan tadi malam baca
makalah Prof. Budhy Tjahjati "Pergeseran dalam Konsepsi dan
Pendekatan Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Kota di Indonesia"
URDI Peper Series/2002 no.1.
Pada paper ini dibahas pergeseran/sejarah konsep dan pendekatan PWK
di Indonesia, dan akhirnya ditutup dengan "Peranan dan Tugas
Perencana", sebagai tantangan masa kini, yang dirumuskan sebagai
peran-peran:
1. Perencana Teknis Adimistrasi (peran tradisional, sebagai expert
teknis melayani pemerintah)
2. Penggerak (mobilizer)
3. Perantara (moderator)
4. Enterpreneur (penggalang resources/dana bagi pelaksanaan rencana)
5. Advocacy (menyuarakan kepentingan kelompok tertentu (penghuni
lingkungan ttt, kelompok miskin, dst).
Dikatakan juga:"....pendekata n comprehensive planning saja tidak
mencukupi... .......diperluka n pendekatan berdasarkan advokasi dan
equity planning untuk mengakomodasikan kebutuhan akan perencanaan
yang demokratis dan partisipatif, pelibatan masyarakat dan dnia
usaha, serta fokus pada hal-hal khusus seperti pengrangan kemiskinan
dan menuju suatu pembangunan yang berkelanjutan. " (hlm 27)
Alinea penuup: "Jadi, dapat disimpulkan disini bahwa core competence
seorang perencana adalah kemampuan teknis dan kemampuan
berkomunikasi dengan stakeholder dalam pembangunan termasuk
mengartikulasikan permasalahan dan usulan penyelesaiannya serta
bernegosiasi dengan fihak-fihak yang terlibat." (hlm 27)
Dengan kata lain, posting diskusi dan pendapat kita kelihatan sudah
dalam koridor yang benar. Seperti kata sdr. Fajar, tentu peran itu
sifatnya kolektif, ada spesialisasi di antara profesional.
Kembali bicara strategi nasional, dari ASPI tentunya layak
memikirkan strategi pengembangan SDM perencana, karena
desentralisasi pembangunan tanpa diimbangi penyebaran SDM perencana
tentu akan timpang.
Dari pengamatan saya ke berbagai daerah, peran-peran baru (2-5) di
atas sudah layak (bisa) dilakukan, kebanyakan sekarang memang oleh
think-thanknya partai, LSM dan orang perguruan tinggi. Alangkah
baiknya kalau banyak planner yang berperan disana. Mulai membantu
Cabup/Cawalikot dari saat mereka menyusun Visi, Misi, (kampanye) dan
terutama menyusun RPJMD. Saya pikir itu peran strategis, dan
kenyataannya saat ini agak memprihatinkan.
Pada tataran masyarakat, mungkin yang belum biasa adalah peran
sebagai penggerak, enterpreneur, yang menggalang stakeholders
(swasta, masyarakat)untuk membangun bersama, mengimplementasikan
rencana pembangunan daerah. Ini sebih sulit, membutuhkan kemampuan
wirausaha dan lobi bisnis maupun politis. Tapi bukan mustahil,
karena banyak orang bisa melakukannya. Saya beberapa kali ketemu
orang-orang (biasa) yang punya "visi pengembangan kawasan" yang
memang bisa mempertemukan pemilik tanah, developer, investor, bank,
Pemda, swasta besar (pemilik industri disitu), masyarakat - merintis
dari ide hingga terwujudnya proyek dan terbangunnya area itu.
Salam,
Risfan Munir, IAP.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Komunitas Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/referensi/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/referensi/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/