KOMPAS, 4 Agustus 2007 :

"... Berdasarkan peneltian yang dilakukan oleh Tim dari UNHAS, PAD (Pendapatan 
Asli Daerah) yang tinggi pada kenyataannya tidak bisa mendongkrak keuangan 
daerah. "Tanpa PAD, daerah sebenarnya bisa mengambil dari pajak daerah. PAD 
paling-paling hanya menyumbang 3 hingga 5 persen", kata Fadel. (Gubernur 
Gorontalo)"

Komentar saya :

Pernyataan Fadel tersebut ada yang salah. PAD itu terdiri atas Pajak Daerah, 
Retribusi Daerah, dan Pendapatan Lain yang sah. Jadi kalau Fadel mengatakan 
"Tanpa PAD, daerah dapat mengambil pajak daerah..", Pajak Daerah yang mana? 
Karena Pajak Daerah itu bagian dari PAD itu sendiri.  

Soal apakah PAD bisa mendongkrak keuangan daerah? Tergantung pada daerah mana? 
Kalau daerah provinsi yang berbasis pertanian, seperti Gorontalo, Bengkulu, 
dsb, memang PAD-nya tak lebih dari 5% total APBD, tetapi bagi provinsi-provinsi 
yang sudah berkembang seperti di Jawa, PAD itu umumnya di atas 20% total PAD. 
Kalau DKI memang lain, porsi PAD 50% total APBD. Jadi PAD bisa mendongkrak 
keuangan daerah khusus bagi daerah-daerah yang memang sudah maju. Begitupun 
bagi kota/kabupaten. Kota-kota kecil dan kabupaten-kabupaten yang berbasis 
pertanian, PAD-nya juga di bawah 5% total APBD; sedangkan kota-kota besar 
PAD-nya bisa mencapai 20-30% total APBD. Berdasarkan kenyataan ini memang 
umumnya PAD itu tidak bisa menjadi andalan keuangan daerah (kecuali kota-kota 
besr) dan  selama ini keuangan daerah ditopang oleh Dana Perimbangan  yang 
dialokasikan dari APBN yang terdiri atas : Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak, 
Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Porsi Dana Perimbangan  
seluruh daerah di Indonesia ini bervariasi antara 50-90% total APBD.

Thanks. CU. BTS.


  ----- Original Message ----- 
  From: B. Dwiagus Stepantoro 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, August 03, 2007 9:56 AM
  Subject: Re: [referensi] re: Fadel Hebat?


  Pak BTS,

  1. Mungkin bisa diposting lagi tulisan di referensi waktu itu?
  2. Yap, mungkin berita itu memang kurang akurat. Mungkin saja maksudnya 
mendapat bantuan, bukan pinjaman. Bisa saja 2 miliar itu itu berbagai komponen 
proyek studinya, dan kajian Retribusi itu salah satunya, jadi gak total 2 
milyar ... jadi banyak "barangkali-barangkali" yang ada di sini. Mungkin Pak 
BTS punya akses informasi ke UNDP biar jelas..... (soalnya saya juga meragukan 
"barangkali"-nya pak BTS. 

  thanks, pak


  Recent Activity
    a..  1New Members
  Visit Your Group 
  SPONSORED LINKS
    a.. Indonesia phone card 
    b.. Indonesia tour 
    c.. Indonesia travel 
    d.. Indonesia flower 
    e.. Indonesia diving 
  New business?
  Get new customers.

  List your web site

  in Yahoo! Search.

  Yahoo! Mail
  Next gen email?

  Try the all-new

  Yahoo! Mail Beta.

  Yahoo! Groups HD
  The official Samsung

  Y! Group for HDTVs

  and devices.
  . 
   

Kirim email ke