Salam sejahtera untuk semua.
Karena Cinta duri tidak kita rasakan karena keindahan mawar.
Karena Benci Harumnya mawar mengakibatkan hidung kita tertusuk duri.
Semoga saudara sekalian menikmati harumnya mawar referensi ini dan bisa 
mengabaikan duri-duri yang mungkin ada.
 
Dalam proses perencanaan kita amati berbagai aspek, setiap aspek dipetakan 
menjadi satu peta tematik, beberapa peta tematik kita overlay-kan untuk 
memperoleh peta baru yang mengandung informasi yang lebih baik sebagai hasil 
kesimpulannya. Dr. Dimtri Mahayana mengatakan dalam buku SEPIA bahwa seorang 
yang memiliki Spritual Inteligen yang tinggi mampu mengambil kesimpulan yang 
lebih baik dari dua data atau lebih. Prinsip "Perbedaan adalah Rahmat". Bangsa 
Indonesai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, merupakan bangsa yang berupaya 
untuk meningkatkan spiritual inteligennya. Bahkan semboyan "Bhinneka Tunggal 
Ika" ini dikaui sebagai Kebenaran yang tidak mendua sehingga seloka tersebut 
lengkapnya adalah "BHINNEKA TUNGGAL IKA TAN HANA DARMA MANGRVA"  artinya " 
Berbeda beda akan menuju kepada yang Ika, itulah kebenaran yang tidak mendua 
(TAK ADA KEBENARAN MENDUA). Hal ini konsep tauhid,  menuju pada yang Esa atau 
secara pemikiran akan menghasilkan kesimpulan
 yang Tunggal (pada limit waktu yang terhingga). Tauhid ini jangan dipahami 
tuhan itu satu sebagai jumlah matematis, kalau demikian maka akan ada yag 
bilang tuhannya umat-A 3 (tiga)  dan tuhannya umat-B 99 (sembilan puluh 
sembilan). 
Dalam Perencanaan dan saya berharap dalam Referensi ini kita memiliki sikap 
yang rasional planner yaitu apapun penbdapat peserta dianggap sebagai salah 
satu layer atau beberapa layer, kemudian yang lainnya mengemukakan layernya 
sendiri, meng-overlay-kan dan membuat kesimpulan (yang bisa jadi layer baru). 
Mohon para peserta menanggapi apa yang ditulis dan bukan bagaimana keadaan 
(emosi) penulis, kecuali emosi positif yg menambah gairah, semangat dan 
kegembiraan bagi yang lain. 
Apa yang ditulis dalam kompas, oleh siapapun merupakan layer yang ada di 
Indonesia. Ada layer yang menggambarkan kondisi yg tidak kita inginkan seperti 
Korupsi, Kerusakan Hutan, Meluasnya Banjir, kemiskinan dan pengganguran, Wabah 
Penyakit dll dan ada layer yg menggambarkan hal yg kita inginkan. 
Apakah kita sebagai Sarjana (yg telah menggunakan uang negara untuk subsidi 
kuliah kita, bs langsung atau melalui Ortu, beasiswa) memiliki peran memperluas 
layer yang baik dan mengurangi layer yang buruk. IYA BANGET! 
Salah satu tujuan saya ikut referensi ini adalah mengurangi luasnya areal layer 
yang buruk dalam benak saya atau memperluas areal layer yang baik dalam dalam 
benak saya. Luas areal yang baik bertambah karena sy bekerja keras memahami 
ide-ide baik yang saudaraku tulis. Dan berusaha keras memasukkan ide-ide yg 
tidak positif agar masuk recycle (krn pada satu saat bisa diolah menjadi energi 
untuk hal-hal yang baik).
Jadi kalau banyak kejadian buruk (kerusakan/Corrupt) di Indonesia, Maka saya 
bertanya pada diri sendiri apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaikinya? 
Saya berbuat sesuai potensi dan sumberdaya yang menjadi tanggung jawab saya. 
Kalau bisa saya berkerja dengan sumberdaya x% dengan hasil y%. x+y=100%, x<<y.

Cheriio
Jangan serius kecuali untuk hal-hal yang tidak serius.
Aku menangis tangis bahagia.
Aku menangis karena tercerahkan
Aku menangis karena menahan tawa

Salam
HESTHI RAHARJA


----- Pesan Asli ----
Dari: Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Senin, 12 November, 2007 8:04:16
Topik: [referensi] Re: [Clarify This] Apakah Harian Umum Kompas Itu Harian Umum?

---error mode begins---

Iya deh, jangan nangis ya Pak DwiAgus ysh, Pak Jacob Oetama itoe orang 
baik kok. Jadi kenapa Pak Benedictus tidak berkomentar soal pedagang 
kaki-5 yang saya nan bodoh ini posting kemarin...EEEE. .. malah membalas 
soal pedagang koran kompas yang udah basi la yaw. :-P

Ok, no offence, mohon maaf untuk rekans ysh atas keberatan untuk topik 
di atas; saya lagi error kemaren dan hari ini.

Dan mungkin juga besok... soalnya mau ke Pemusat Kekuasaan lagi untuk 
mengentaskan regional inequalities kita yang masih di-equity oleh 
Bapak-Bapak kita yang di Jakarta itu. Pak Somad, Pak Ableh, Pak Ogah...dll.

---error mode ends---

Salam

Andri
Medan

B. Dwiagus Stepantoro wrote:
> 
> 
> untuk mendukung ruang milis ini untuk menjadi nikmat Allah,... harap 
> jangan pakai kata "bajingan",. .. itu jauh dari nikmat, bung.
> Apalagi dilempar ke orang yang sekedar berbeda pemahaman. Paradoks 
> jadinya.
> Dan sinisme apalagi sarkasme jarang efektif bekerja.
> mendingan anda gabung ke mailing list JIL dan berbaku kata di sana.....
> 





      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke