Milisters,
saya setuju capital jangan disederhanakan dengan angka ekonomi, saya khawatir 
spatial capital hanya dilihat dari sisi ekonomi, padahal spatial capital bisa 
mempunyai arti pada budaya, sosial, politik, lingkungan hidup (meskipun kalau 
economist selalu mengatakan bahwa itu juga menganut teori ekonomi). Sebelum 
teori adam smith menjadi teori ekonomi sebenarnya teori itu muncul dari 
disiplin filosofi. Jadi kalau kita membicarakan spatial capital maka kita karus 
memperlakukan ruang sebagai harta yang sangat berharga yang kita miliki yang 
harganya tidak tergantikan.

Menyinggung diskusi penataan ruang di media oleh DG maupun Direktur, saya 
khawatir hanya pembicaraan tentang kebijakan saja. Keinginan saya adalah 
membicarakan ruang dari suatu wilayah, misalnya RTRWN/K dengan argumen yang 
menyangkut lintas kepentingan sosial, budaya, ekonomi, politik sehingga semua 
pihak merasa berkepentingan terhadap tata ruang tersebut. Mungkinkan itu 
dilakukan.
salam 


----- Original Message ----
From: Benedictus Dwiagus <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, January 18, 2008 1:40:28 PM
Subject: back to spatial capital RE: [referensi] Re: Jkt Setelah 100 Hari 
'Ditangan Ahlinya'....


Kalau kata mahatma Gandhi:
"Capital as such is not evil; it is its wrong use that is evil. Capital in some 
form or other will always be needed." Mahatma Gandhi 
Saya sih tidak mengerti kenapa capital harus disederhanakan sekedar angka 
ekonomi atau lebih sederhana lagi sekedar uang? Ketika social capital 
dicetuskan, sebenarnya justru pingin mendobrak terminology capital yang 
terdahulu dan mengajuka ide, bahwa ada factor produksi di luar tenagakerja dan 
lahan (kalau ini bisa dengan sederhana “diuangkan”), yaitu nilai ikatan 
kemasyarakatannya itu sendiri yang bisa menjadi factor produksi, dalam arti 
membantu dia untuk lebih produktif. Begitu juga mungkin maksudnya pak Aby 
ketika mencetuskan kata “spatial capital”, memanfaatkan ruang sebagai factor 
produksi, dalam arti untuk memproduksi sesuatu yang baik bagi semuanya yang ada 
dalam ruang itu ….. 
 
Jadi saya juga tidak berpikiran soal angka atau money terms ketika bicara 
spatial capital,…..  bukankah kita sadar,uang itu bukan capital,.. jadi memang 
sepatutnya jangan disederhanakan ruang jadi uang,…. Ruang jadi sekedar uang 
ketika ada distorsi …..  
Sama seperti melly bilang, ruang adalah sesuatu yang bisa digunakan utk membuat 
kualitas hidup orang di dalamnya lebih baik. Saya pikir ini definisi yang 
miripbukan dengan definisi spatial capital….  
Saya malah khawatir kalau orang gak sadar kalau ruang adalah sebuah capital 
bersama (bukan sekedar dimiliki private secara semena-mena) , ruang malah akan 
dieksploitasi abusively tanpa sadar, .. instead of making use optimally, 
commonly and mutually… 
dan bukankah itu   peran penataan ruang??
 
 
Best regards,
 
Benedictus Dwiagus S.
bdwiagus.blogspot.com 
 
Planning: Much works remain to be done before we can announce our total failure 
to make any progress ,...
 
 



From: [email protected] [mailto: [email protected] ] On Behalf 
Of Mellyana Frederika
Sent: 18 January 2008 10:38
To: [email protected]
Subject: RE: [referensi] Re: Jkt Setelah 100 Hari 'Ditangan Ahlinya'....
 
Wah, itu betul-betul ruang menarik ya. Sama, kalau jam segitu susah ya diikuti, 
jam penuh di kantor.
 
Tapi, gus, satu hal yang selalu membuat saya gak sreg.... kenapa sih ruang 
harus dilihat sebagai "capital"? 
 
 Saya ingat, pembicaraan tentang "kapital" ini sudah pernah berlangsung 
beberapa kali di milis ini, dan Pak Abimanyu pernah menulis "...social capital, 
spatial capital, atau capital-capital lainnya menunjukkan bahwa virus ekonomi 
telah menjangkiti sebagian dari kita, artinya budaya, sumber daya alam, dll 
semua hal akhirnya seolah-olah ditransformasikan ke angka...agar dianggap "sah" 
dengan ukuran ekonomi...
Saya juga ingat, ada tanggapan-tanggapan dari Pak Salahuddin Wahid, Pak Hengky 
dan kemudian diakhiri dengan kekuatiran Pak Abimanyu yang ditulis,"saya cuman 
khawatir penggunaan istilah "modal" dan "sumber daya" hanya mengacu kepada 
konsep ekonomi sempit, yg menyederhanakan suatu "entitas" yang hakiki menjadi 
"alat" atau "input" dalam konteks "produksi". Saya berbagi kekuatiran yang sama 
dengan Pak Abimanyu dalam hal ini.
 
Jadi, tanggapan saya barangkali agak basi. Saya hanya kembali berpikir (setelah 
melihat email dibawah), ruang harusnya tidak dilihat sebagai kapital, tetapi 
sebagai media untuk membuat kualitas hidup orang2 didalamnya lebih baik. Ketika 
ruang dilihat sebagai capital (yang bisa dan sering sekali di-terlalusederhana 
-kan menjadi uang), sulit membuat ruang itu bukan tempat untuk mencari atau 
menghasilkan keuntungan. Ketika ruang=uang, akan sulit buat pengguna ruang yang 
tidak mampu memanfaatkan ruang tersebut (dan menghasilkan uang) untuk bisa 
bertahan. Katakanlah, seperti kasus pedagang pasar Barito. 
 
Kalau untuk peningkatan pemahaman bahwa ruang memegang peranan penting, saya 
sepakat. 
 
 
melly
 
Salahuddin Wahid  
 
 
 
 
 



From: [EMAIL PROTECTED] ps.com [mailto: referensi@ yahoogroups. com ] On Behalf 
Of Benedictus Dwiagus
Sent: Friday, January 18, 2008 7:19 AM
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Cc: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Subject: RE: [referensi] Re: Jkt Setelah 100 Hari 'Ditangan Ahlinya'....
YSH Pak ABy dan rekan milister semuanya,
 
Saya sering mendengar radio Trijaya, dan beberapa kali saya mendengar iklan 
“diskusi penataan ruang” yang memakai narasumber dari Dirjen Penataan ruang, 
kadang Pak Imam Sudrajat, kadang pak dirjen sendiri. Masalahnya acara diskusi 
dimulai kalau tak salah sekitar jam 08.30 atau jam 09.00 pagi, jadi saya gak 
bisa mengikuti, karena sudah keburu ada di kantor, jadi tidak bisa mendengarkan 
di perjalanan…. 
 
Saya malah berpikir mengembangkan ide pak Aby bukan untuk sekedar memenuhi 
ruang media public dengan wacana-wacana, tapi meningkatkan awareness orang akan 
pentingnya ruang sebagai capital, kalau perlu dengan cara  membenturkan 
berbagai pemahaman, sehingga terjadi perombakan paradigma atau reorientasi 
pemahaman terhadap issue/permasalahan yang terkait dengan pemanfaatan ruang …. 
 
 
 
Best regards,
 
Benedictus Dwiagus S.
bdwiagus.blogspot. com 
  

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.6/1230 - Release Date: 17/01/2008 
16:59



No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.6/1230 - Release Date: 17/01/2008 
16:59


      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke