Milister ysh,
   
  Program tanpa perencanaan yang matang biasanya tak umur panjang, begitu 
katanya bunyi ‘peribahasa’ sederhana dalam dunia perencanaan ......... dan itu 
pula yang nampaknya terjadi dengan proyek Waterway-nya Capres 2009 
Sutiyoso...... yang rutenya adalah Pasar Rumput-Karet sepanjang1.7 km...........
  Pengoperasian waterway  ‘untuk sementara’ akan dihentikan karena kabarnya 2 
buah kapalnya yang mangkrak diminta kembali oleh pemiliknya ...... ialah Pemda 
Kabupaten Kepulauan Seribu ......
  Agak aneh .... bahwa kapal berkapasitas penumpang 20-25 orang  yang di 
Kepulauan Seribu pasti merupakan  alat angkutan dan penyeberangan rakyat banyak 
ke dan dari Jkt yang vital ........yang  semula jumlahnya  6 buah.... 
tega-teganya Capres Sutiyoso kala itu meminjam 2 buah ....hingga  tinggal  
hanya 4 buah saja  yang beroperasi disana ... yang pastilah sangat kurang 
memadai untuk layanan angkutan penduduk disana .............
  *           *           *
  Sebenarnya proyek Waterway untuk kota Jkt yang topografinya rendah dan banyak 
cekungan yang konon lebih rendah dari permukaan laut ......... ia akan justru 
menjadi proyek multiguna yang strategis  seperti dinegeri Belanda...... asalkan 
perencanaannya matang ... melibatkan disiplin ilmiah arsitektur dan apalagi 
kalau bukan planning ......... dan jangan dikait-kaitkan dengan motif politik 
sesaat ingin nyapres ........... (ya sebaiknya sih planner yang sejak semula 
duluan kasih visi......bukannya anteng dan alim terus nunggu gub-nya yang 
‘memberi order visi)..... 
  Kalau dipikir-pikir  tentang multiguna proyek waterway.......... bagaimana ia 
tidak amat strategis dan multiguna?......... 
  Kalau saja BKT dan BKB(barat).... yang lebarnya100 meter itu dapat dibuat 
dengan benar .... ditembuskan kelaut.... jaringannya ditambah.... seperti 
anak-anak sungai dengan lebar yang lebih kecil seperti misalnya 50m dan 25m 
dengan proyek Land Readjustment...... menyangkut kedalamannya juga dipastikan 
untuk diperhatikan..... dimana hasil kerukan  tanah sungai dapat dipakai 
mengurug lahan-lahan Jkt yang teramat rendah sehingga ketinggiannya cukup 
kontras untuk meyakinkan  kemampuan ‘anti banjir’nya ..... misalnya  menjadi 
ketinggian 2 m dpl...... tepiannya diamankan dari ‘kemudahan membuang 
sampah’... diubah menjadi jalur hijau... lalu dihulunya juga dibuat ram  
penangkap sampah ....... untuk memastikan waterway itu cukup lebarnya, cukup 
kedalamannya dan cukup  ‘kebersihannya’........ bukan tak mungkin ‘Jakarta 
Waterway’ akan menjadi asset kota bahkan aset negeri yang memikat......... 
  Sudah  keragaman sistem transport kotanya nambah...... masih pula dipastikan 
“Jakarta Anti Banjir’........ dan tidak terlalu ‘sinking giant’ amat.........
  *           *           *
  Tentang Proyek ‘Waterway’ di Jkt kini ......... yang launchingnya tempo hari 
juga sekitar bersamaan  waktunya dengan proyek Busway ... yang terkesan 
terburu-buru atau tergopoh-gopoh pelaksanaannya bak dikejar hantu Simanis 
Jembatan Ancol saja ....... padahal ketika ‘proyek Waterway’ itu ‘dipaksakan 
digarap’ dan ‘dipaksa cepat’ disegerakan peresmiannya (nampaknya sisa-sisa 
model represif dan nekat pejabat tentara ala orba tak bisa sirna pada diri sang 
capres).....  sempat terjadi ..... dalam ‘pelayaran perdananya dari  Ps. Rumput 
ke Karet..... mesinnya  sempat mati gara-gara baling-balingnya terbelit sampah 
......... dan tak usah diceritakan ... bagaimana kotor dan baunya air 
sungai.....pemandangan  selama naik kapal untuk apa-apa yang terlihat hanyut 
disungai .... dan bagaimana  kapal harus bermanuver kekiri-kekanan menghindari 
menabrak hanyutan sampah ..............
  Sudah hari  operasinya hanya  Sabtu-Minggu saja ... sudah begitu jam 
operasinyapun  juga hanya pagi pukul 7-9 dan sore dari pukul 4-6 pula....... 
dan kini  ditutup pula......... 
  Oh......Waterway ....riwayatmu kini.........
   
  Wassalam,
  aby

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke