Hantu Perumahan
   
  Disebuah kompleks perumahan yang  penduduknya sedang ketakutan karena belum 
lama ada warga yang menggantung diri dipohon depan rumah .... lalu sejak itu 
sering muncul ‘penampakan’ ..... beberapa warga pergi ke ‘orang pintar’ meminta 
tolong mengusir ‘penampakan’ itu agar pergi jauh dan tak lagi mengganggu....... 
  Setelah urusan selesai ... hantu sudah dinyatakan pergi... dan tak lupa 
amplop tanda terimakasih juga sudah diberikan ..... seorang warga masih 
penasaran dan bertanya ....... 
  “...mBah ..mBah... Hantu itu biasanya suka munculnya dimana saja sih?......”.
  “Oo.. dia  itu senengnya muncul ditempat-tempat yang tak lama kemudian orang 
pasti akan berteriak......”.  
   
  *       *       *       *       *
   
  Milisters ysh,
   
  Melanjutkan diskusi tentang Pengembangan Countermagnet City to Jkt...........
  Telah didiskusikan bahwa penataan ruang  dengan akan terus saja memakai 
pendekatan klasik  aspek tunggal profisik propasif .......  tak akan lagi cukup 
memadai ....... maka tentu diperlukan reorientasi baru...........
   
  Menilik bahwa diperlukan pendekatan terpadu multi sektoral fisik, ekonomi, 
sosial, demografik, interregional (geografik) dan tentu saja ekologik... yang 
semuanya terangkum dalam enjinering keruangan........
  kiranya masyarakat planner dapat memastikan bahwa itu adalah tak mungkin 
diselesaikan hanya oleh masyarakat ekonomi saja (untuk memastikan bahwa 
masyarakat planner tidak ‘escape from economics’... walaupun juga itu  bukan 
100% tanggungjawab planner semata) .....
  Tak mungkin juga hanya cukup dipakai formula sosiologis saja (maaf, untuk 
menyadarkan  bahwa masyarakat sosiologi juga perlu mengakui bahwa diperlukan 
kerjasama erat sosiologik--teknik keruangan, tak cukup sekedar ratapan 
sosiologik dan sinisme pada planologi  semata..... namun juga planologi memang 
mutlak perlu juga memahami  sosiologi....psikologi ..... bahkan juga 
antropologi (kalau  yang satu ini nggak disebut.. alamat bu Lita dan pak 
Abimanyu lusa akan menyerang saya hehe..)  ...... dan masihkah akan ada 
perkilahan  bahwa penataan ruang dengan pendekatan  multisektoral  dan lintas 
disipliner  itu tetap saja samasekali bukan urusan planner?.......
   
  *           *           *
  Tak seberuntung seperti ‘masyarakat teknik’  bidang lainnya seperti teknik 
industri misalnya .... dimana banyak teknologi bisa benar benar  ‘diimpor’  
atau ‘diboyong’  bulat-bulat  ketanah air dalam bentuk barang jadi.....bahkan 
oleh siapapun (migran kita di California, pak Ong Liem yang tak tamat SDpun 
bisa dengan mudah mengekspor produk teknologi tinggi HP ke Indonesia dan  lalu 
pembantu rumah tangga di Indonesia  dan pacarnya yang kuli bangunan bisa 
berhalo-haloan mesra)   .........
  Demikian banyak produk industri teknologi tinggi... dan masyarakat dengan 
mudahnya dapat membeli secara eceran bahkan kredit dan dapat langsung 
menikmatinya ...seperti teknologi produk komputer... elektronika..... mesin.... 
otomotif..... dsb.... dan  tak harus atas teknologi impor itu selalu dilakukan 
revisi atau inovasi ...berkait dengan kondisi lokal khas Indonesia.........
  Masyarakat planner di Indonesia   ‘tidaklah  seberuntung itu’ ...... 
   
  Masyarakat planologi  tak bisa ‘memboyong’ begitu saja teknik enjinering 
keruangan ....  atau menjiplak mentah-mentah ‘kisah sukses’   enjinering 
keruangan negara maju .....  lalu  otomatis  mengimplementasikannya begitu saja 
 di Indonesia .......dalam rangka menciptakan  kawasan-kawasan aglomerasi baru 
... dalam rangka mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan baru..........
   
  Untuk sekedar skala lokal dan bersifat fisik semata  sih iya..... sampai 
tingkat superblok seperti SCBD atau bahkan ‘kota satelit baru’ seperti BSD 
..... teknologi site plan sebagai jasa enjinering keruangan masih bisa dijual 
eceran kepada developer atau Pemda .......sebagai produk jasa enjinering ‘city 
planning’...... 
  Tetapi bagaimana  dengan aspek ‘national urban planning’..... yang secara 
nasional  perlu menata sistem kota secara integratif dan hirarkhial 
......bagaimana mengatur keseimbangan pertumbuhan antar wilayah ... bagaimana 
merencanakan  perluasan kesempatan kerja .....menanggulangi kemiskinan..... 
memberi ruang diseminasi kewiraswastaan pribumi.... mengembangkan rumah murah 
tanpa harus dengan campur tangan developer komersial.... mengontrol populasi 
..... mengatur arus migrasi..... merelokasi industri memimpin ........ 
   
  Kiranya untuk ‘yang satu ini’ ......  tak bisa dipakai cara-cara ‘impor 
teknologi enjinering keruangan’ dan asal mengetrapkannya begitu saja 
mentah-mentah  di Indonesia ........ seperti dalam produk industri ‘sembarang 
orang‘ tanpa harus menjadi insinyur teknik industri sekalipun ..... bisa dengan 
mudah menjadi importir produk  barang-barang industri konsumsi........ menjadi 
sole agent... dan lalu mempekerjakan insinyur teknik sekedar menjadi sales 
enjiner ....dan repairman........ 
   
  *           *           *
   
  ‘Urban Planning’ adalah jauh lebih complicated masalahnya dibanding maaf ... 
‘sekedar’ city planning  seperti  tentang penegakan aturan  zoning 
misalnya.......
  ‘City planning’  lebih menyangkut pada aspek ‘place prosperity’  yang belum 
tentu menyangkut ’people prosperity’..... sementara itu ’Urban planing’  lebih 
cenderung menyangkut ’people prosperity’ ...... yang didalamnya terdapat 
masalah kemiskinan, pengangguran, ketidak-adilan kemajuan antarwilayah.... 
dsb..... dan karenanya harus juga   mengembangkan  ‘place prosperity’........ 
   
  Kiranya kini saatnya masyarakat planner tak perlu ragu bereorientasi...... 
  Bereorientasi pada pendekatan multisektor dan kerjasama 
lintasdisipliner.......... 
  Bukan memandang ‘tugas maha berat’ itu adalah pilihan antara ‘berkah’ atau 
’kutukan’ .... seperti guyonannya pak Risfan Munir yang jenaka....... tetapi 
marilah memastikan ....menganggap bahwa ‘tugas berat’ itu adalah... 
‘kehormatan’...dan 'kemuliaan'  yang diberikan oleh Tuhan .......
  Suatu tanda bahwa Tuhan ‘sayang’ dan menganggap ‘mulia’  serta ‘mempercayai’ 
tugas dari masyarakat planner  untuk menata ruang dan mensejahterakan manusia 
........ dan ‘mulia’ karena masyarakat planner dipercaya menjadi ‘perantara’ 
kasihNya yang diturunkan kepada manusia melalui  tangan teknik perencanaan 
ruang ........
  Sama seperti tugas mulia dibidang  urusan kesehatan manusia  diberikan 
olehTuhan kepada masyarakat kesehatan dan kedokteran ..... urusan keamanan 
ditugaskan kepada polisi dan tentara.......
  Atau  urusan keadilan ditugaskan kepada hakim, jaksa dan ......pengacara..... 
tapi tentunya khusus hanya untuk mereka yang ingin masuk surga saja........ 
dsb. ......
   
  Sementara demikian dan salam,
  aby

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke