Bang Ali Wafat 

Dalam suasana memperingati Seabad Kebangkitan Nasional, bangsa Indonesia 
kehilangan seorang putra terbaiknya.........
  Mantan Gubernur DKI Jakarta Letjen Mar. (Purn) Ali Sadikin wafat di 
Singapura, Selasa sekitar pukul 18:30 waktu setempat........
Bang Ali lahir di Sumedang Jawa Barat 7 Juli 1927, putera Bupati Sumedang. Ia 
menjabat Gubernur DKI Jakarta dari tahun 1966 hingga 1977.....
Ia menjadi Gubernur DKI Jakarta ke-7 menggantikan Soemarno..... 
  Dapat dikatakan Bang Ali adalah perintis pembangunan kota metropolitan modern 
di Indonesia ini, tak hanya secara fisik, namun juga secara sosial, budaya 
bahkan juga dualisme model pemerintahan dipemerintah DCI (sekarang DKI) kala 
itu .....berhasil dibenahinya pula menjadi sebuah model pemerintahan dengan 
garis-garis wewenang  serta hirarkhi tunggal yang jelas..........  
  Selama menjabat Gubernur, Bang Ali amat sangat berjasa membangun Ibukota 
Negara.... membuat peta rencana detail kota Jakarta ........  
  Bang Ali adalah trendsetter dan figur fenomenal untuk banyak hal.... 
  Seperti karena kecintaan masyarakat DKI  kepadanya .... ia tidak dipanggil 
dengan"Pak Ali Sadikin "... seperti banyak pejabat dipanggil dengan "Pak" kala 
itu... Ali Sadikin dipanggil dengan panggilan kesayangan masyarakat sebagai 
"Bang Ali"... dan istrinya yang elit tetapi merakyat  dipanggil sebagai "Pok 
Nani"....
  'Mode' itu dicoba ditiru seperti Gubernur Jawa Barat kala itu Solichin GP 
dipanggil dengan "Mang Ihin".... 
  Bang Ali sekaligus menjadi ‘trendsetter’  pembangunan kota seperti  ‘mode’ 
pelebaran jalan... pembangunan jembatan penyebrangan...bus stop....Jakarta 
Fair.... dsb. yang itu banyak ditiru didaerah......
  Bahkan sampai–sampai kota Blora, Jateng yang sepi saja juga kala itu 
ketularan membangun  1 jembatan penyebrangan.. tetapi  ironisnya karena 
kekurangan dana lalu mangkrak tak terselesaikan......
  Bang Ali sekaligus menjadi trend setter pembangunan elemen waktu senggang 
kota seperti bioskop Drive In di Ancol... Taman Ismail Marzuki dan Planetarium, 
Kebun Binatang Ragunan, Proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol, Jembatan Rasuna 
Said dan Proyek Kuningan, Youth Center ditiap wilayah Walikota DKI, 
transparansi biaya-biaya pengurusan surat-surat dengan keharusan pemasangan 
papan pengumuman ditiap kantor Kelurahan, ditatakota dsb. 
  Dibidang demokrasi dan penegakan hukum... Bang Ali adalah pemberi dana bagi 
didirikannya LBH.... dan setelah LBH berdiri.... tak lama kemudian pemerintah 
DKI  adalah pihak pertama yang digugatnya... dan tak sebagaimana Suharto yang 
murah senyum tapi ternyata  bengis dan pendendam.... Ali Sadikin tertawa saja 
pemdanya digugat oleh LBH... dan dana tetap saja dikucurkannya bagi LBH...... 
Karena itu LBH dan utamanya Adnan Buyung Nasution pastilah sangat kehilangan 
Bang Ali........
  Karenanya sikapnya yang tegas, demokratis dan bersih itu.... pada masanya Ali 
Sadikin justru lebih populer dari Suharto .... pada masanya  pula mahasiswa UI 
mengidolakannya menjadi Presiden RI.... dan maka itu tak lama ia 
disingkirkan.....  
Bang Ali dan sejumlah mantan petinggi TNI serta tokoh nasional mengeluarkan 
Petisi 50 pada tahun 1980 yang mengkritisi Presiden saat itu Soeharto.... dan 
sejak itu hak perdata Bang Ali dibunuh oleh orde baru.... Meskipun demikian 
Bang Ali  tetap dapat hidup berkecukupan  dari setidaknya menyewakan banyak 
rumah-rumah  peninggalan almarhumah istrinya Drg. Nani Sadikin yang untung saja 
memiliki banyak rumah......
  Bang Ali juga pernah menjabat Deputi Kepala Staf TNI-AL dan Menteri 
Perhubungan Laut, dikenal sebagai pemimpin yang tegas, jujur,  amat sangat 
bersih, dan sederhana serta konsisten... 
  Tentang bagaimana konsistensinya  Bang Ali pada ucapannya.... seperti tentang 
pandangannya tentang urban space consciousness  bahwa model makam di DKI perlu 
hemat lahan dengan model pemakaman 2 susun.... dan itu dibuktikannya  
sendiri........
  Putera terbaik bangsa itu tidak meminta dimakamkan di Taman Pahlawan ... 
tetapi memilih dimakamkan di Tanah Kusir... bukan disebelah makam almarhumah 
istri tercintanya Ibu Drg. Nani Sadikin ... tetapi meminta dimakamkan  tepat 
diatas makam almarhumah istri tercintanya itu.....
  Dari 230 juta bangsa Indonesia... nampaknya Tuhan hanya menciptakan seorang 
Ali Sadikin saja.....
  Bang Ali, aku menangis karena sungguh mencintaimu dan kehilanganmu..... 
  Selamat jalan Bang Ali ..... tak lama lagi kami menyusulmu.......
   
  aby

       

Kirim email ke