Saya tidak mengenal Bang ALi secara pribadi, tapi pernah punya pengalaman 
secara pribadi dengan almarhum sekitar 3 tahun lalu, ketika dapat mewawancarai 
beliau tentang konsep megapolitan di rumahnya.

diterima di ruang makannya, baru saja duduk saya sudah serasa dibentak-bentak, 
ditanya dari mana. terus terang saya kaget, sambil berpikir apa beliau sudah 
pikun atau saya kurang sopan. sepertinya selain saya, tadi sekretaris 
pribadinya juga sudah memperkenalkan diri saya. 

seperti mengetahui kekagetan saya, bu sekretaris memberi kode dari arah 
belakang beliau, menunjuk ke arah kupingnya, sambil berbisik meminta saya 
bicara lebih keras.  kemudian dia segera memperbaiki alat dengar Bang Ali. 

Saya baru sadar, ternyata tadi cuma salah paham. Tampaknya pendengaran Bang ALi 
sudah berkurang, ditambah bicaranya yang masih lantang, membuat siapa pun pasti 
terkaget2. 

Buktinya selama pembicaraan kurang lebih 1 jam, beliau tidak lagi bicara dengan 
suara keras, bahkan kadang terdengar datar. Kalaupun sesekali terdengar keras, 
lebih pada penekanan pada hal-hal yang menjadi concernya atau yang dia tidak 
setuju.  Juga ketika membetulkan istilah ketika saya salah ucap. tapi kali ini  
saya tidak lagi degdegan, malah kita bisa saling tertawa bersama.

Satu hal yg akan terus teringat, di jelang akhir wawancara, tiba-tiba dia 
bilang, "gigi kamu jelek amat." terus terang, ini memang betul. tapi saya bukan 
seperti Omas or Mandra loh....  meski ingin tertawa, tapi kali ini saya tidak 
bisa membuka mulut lebar. malu dong... saya cuma jawab, "wah pak, dokter gigi 
yg bagus skr mahal.".....

masih ada beberapa kritik dan nasihat yang diberikan beliau... maaf kali ini 
saya tidak berbagi, soalnya terlalu pribadi... 

semoga Allah mengampuni Bang Ali...


nita


"Benedictus Dwiagus S." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                              
     
  Kata orang, 
   
  Banyak orang yang keras namun tidak dicintai…
  Dan banyak orang yang dicintai tapi kurang keras…
   
  Namun jarang ada orang seperti Bang Ali: 
  Keras namun sekaligus dicintai ….
   
   
    Best regards,
   
  Benedictus Dwiagus S.
  bdwiagus.blogspot.com 
   
  Planning: Much works remain to be done before we can announce our total 
failure to make any progress ,...
   
   
  
      
---------------------------------
  
  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of hengky 
abiyoso
 Sent: 21 May 2008 13:06
 To: [email protected]
 Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
 Subject: [referensi] Re : Bang Ali Wafat
  
   
          Bang Ali Wafat 
 
 Dalam suasana memperingati Seabad Kebangkitan Nasional, bangsa Indonesia 
kehilangan seorang putra terbaiknya.........
  
    Mantan Gubernur DKI Jakarta Letjen Mar. (Purn) Ali Sadikin wafat di 
Singapura, Selasa sekitar pukul 18:30 waktu setempat........
 Bang Ali lahir di Sumedang Jawa Barat 7 Juli 1927, putera Bupati Sumedang. Ia 
menjabat Gubernur DKI Jakarta dari tahun 1966 hingga 1977.....
 Ia menjadi Gubernur DKI Jakarta ke-7 menggantikan Soemarno..... 
  
    Dapat dikatakan Bang Ali adalah perintis pembangunan kota metropolitan 
modern di Indonesia ini, tak hanya secara fisik, namun juga secara sosial, 
budaya bahkan juga dualisme model pemerintahan dipemerintah DCI (sekarang DKI) 
kala itu .....berhasil dibenahinya pula menjadi sebuah model pemerintahan 
dengan garis-garis wewenang  serta hirarkhi tunggal yang jelas..........  
  
    Selama menjabat Gubernur, Bang Ali amat sangat berjasa membangun Ibukota 
Negara.... membuat peta rencana detail kota Jakarta ........  
  
    Bang Ali adalah trendsetter dan figur fenomenal untuk banyak hal.... 
  
    Seperti karena kecintaan masyarakat DKI  kepadanya .... ia tidak dipanggil 
dengan"Pak Ali Sadikin "... seperti banyak pejabat dipanggil dengan "Pak" kala 
itu... Ali Sadikin dipanggil dengan panggilan kesayangan masyarakat sebagai 
"Bang Ali"... dan istrinya yang elit tetapi merakyat  dipanggil sebagai "Pok 
Nani"....
  
    'Mode' itu dicoba ditiru seperti Gubernur Jawa Barat kala itu Solichin GP 
dipanggil dengan "Mang Ihin".... 
  
    Bang Ali sekaligus menjadi ‘trendsetter’  pembangunan kota seperti  ‘mode’ 
pelebaran jalan... pembangunan jembatan penyebrangan...bus stop....Jakarta 
Fair.... dsb. yang itu banyak ditiru didaerah......
  
    Bahkan sampai–sampai kota Blora, Jateng yang sepi saja juga kala itu 
ketularan membangun  1 jembatan penyebrangan.. tetapi  ironisnya karena 
kekurangan dana lalu mangkrak tak terselesaikan......
  
    Bang Ali sekaligus menjadi trend setter pembangunan elemen waktu senggang 
kota seperti bioskop Drive In di Ancol... Taman Ismail Marzuki dan Planetarium, 
Kebun Binatang Ragunan, Proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol, Jembatan Rasuna 
Said dan Proyek Kuningan, Youth Center ditiap wilayah Walikota DKI, 
transparansi biaya-biaya pengurusan surat-surat dengan keharusan pemasangan 
papan pengumuman ditiap kantor Kelurahan, ditatakota dsb. 
  
    Dibidang demokrasi dan penegakan hukum... Bang Ali adalah pemberi dana bagi 
didirikannya LBH.... dan setelah LBH berdiri.... tak lama kemudian pemerintah 
DKI  adalah pihak pertama yang digugatnya... dan tak sebagaimana Suharto yang 
murah senyum tapi ternyata  bengis dan pendendam.... Ali Sadikin tertawa saja 
pemdanya digugat oleh LBH... dan dana tetap saja dikucurkannya bagi LBH...... 
Karena itu LBH dan utamanya Adnan Buyung Nasution pastilah sangat kehilangan 
Bang Ali........
  
    Karenanya sikapnya yang tegas, demokratis dan bersih itu.... pada masanya 
Ali Sadikin justru lebih populer dari Suharto .... pada masanya  pula mahasiswa 
UI mengidolakannya menjadi Presiden RI.... dan maka itu tak lama ia 
disingkirkan.....  
 Bang Ali dan sejumlah mantan petinggi TNI serta tokoh nasional mengeluarkan 
Petisi 50 pada tahun 1980 yang mengkritisi Presiden saat itu Soeharto.... dan 
sejak itu hak perdata Bang Ali dibunuh oleh orde baru.... Meskipun demikian 
Bang Ali  tetap dapat hidup berkecukupan  dari setidaknya menyewakan banyak 
rumah-rumah  peninggalan almarhumah istrinya Drg. Nani Sadikin yang untung saja 
memiliki banyak rumah......
  
    Bang Ali juga pernah menjabat Deputi Kepala Staf TNI-AL dan Menteri 
Perhubungan Laut, dikenal sebagai pemimpin yang tegas, jujur,  amat sangat 
bersih, dan sederhana serta konsisten... 
  
    Tentang bagaimana konsistensinya  Bang Ali pada ucapannya.... seperti 
tentang pandangannya tentang urban space consciousness  bahwa model makam di 
DKI perlu hemat lahan dengan model pemakaman 2 susun.... dan itu dibuktikannya  
sendiri........
  
    Putera terbaik bangsa itu tidak meminta dimakamkan di Taman Pahlawan ... 
tetapi memilih dimakamkan di Tanah Kusir... bukan disebelah makam almarhumah 
istri tercintanya Ibu Drg. Nani Sadikin ... tetapi meminta dimakamkan  tepat 
diatas makam almarhumah istri tercintanya itu.....
  
    Dari 230 juta bangsa Indonesia... nampaknya Tuhan hanya menciptakan seorang 
Ali Sadikin saja.....
  
    Bang Ali, aku menangis karena sungguh mencintaimu dan kehilanganmu..... 
  
    Selamat jalan Bang Ali ..... tak lama lagi kami menyusulmu.......
  
     
  
    aby
  
    
  
  
           
  No virus found in this incoming message.
 Checked by AVG.
 Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.21/1457 - Release Date: 20/05/2008 
16:45
  

  No virus found in this outgoing message.
 Checked by AVG.
 Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.24.0/1459 - Release Date: 21/05/2008 
17:34
  
 


     
                                       

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke