Ikan Indonesia Masuk ke Rumpon Malaysia
   
  Pak Risfan, pak Abimanyu, mas Djarot, mas Dwi, mas Adjie, Cak Andrie, mbak 
Mardiyah, mas Piliang, pak Onnos dan milisters serta moderators semuanya ysh, 
  Yuk sekarang pada main belajar pelihara  ikan....hehe..... kalau saya sih 
sudah lumayan hobi berat juga diikan...hehe..
   
  Sekarang ini bukan hanya TKI kita saja yang tertarik datang ke 
Malaysia....ikan-ikan  kitapun sudah pada  mulai ikutan juga lho........ 
  Sejumlah nelayan di Belawan mulai menjual kapalnya menyusul tekanan ekonomi 
yang kuat akhir-akhir ini..... 
  Kondisi nelayan yang terpuruk semakin menjadi pascakenaikan harga BBM. Mereka 
juga mengkhawatirkan mulai masuknya ikan impor dari Malaysia ke Belawan........
  Anto (48), seorang anak buah kapal yang ditemui Kompas, Rabu (11/6) di Gudang 
Arang, Belawan I, mengatakan, kapal biasa dijual Rp 8 juta. ”Itu contohnya. 
Kapal itu mau dijual,” tunjuk Anto ke sebuah kapal kayu berwarna hijau yang 
bersandar di kawasan Gudang Arang........
  Ketua Sarikat Masyarakat Pesisir Medan Syafruddin (40) yang ditemui di Gudang 
Arang, Belawan I, mengatakan, sekitar lima nelayan di kawasan Belawan I sudah 
menawarkan kapalnya......... 
  Problem utamanya karena ekonomi yang semakin terpuruk, entah terlilit utang 
atau semakin tidak bisa bergerak pascakenaikan harga BBM.......
  Jika tidak sangat terdesak, nelayan tak akan menjual alat produksinya..... 
Mereka juga harus berpikir ulang ketika berganti kerja di darat. ”Biasanya lalu 
menjadi ABK saja,” kata Syafruddin yang pernah menjadi eksportir ikan itu....
  Menurut Syafruddin, kenaikan harga bahan bakar minyak hanya satu faktor yang 
membuat nelayan Belawan semakin terpuruk......... 
  Masalah utama nelayan adalah semakin berkurangnya ikan di kawasan perairan 
Selat Malaka di Wilayah Indonesia karena rusaknya rumpon atau tempat berkembang 
biak ikan........
  Andak Ruslan (58), nelayan warga Belawan I, mengatakan, nelayan di Belawan I 
sudah membuat enam titik rumpon seberat masing-masing 20 ton di kawasan 
Langkat. ”Namun, idealnya di Pantai Timur dibuat sedikitnya 5.000 rumpon baru,” 
kata Andak.......
  Rumpon, kata Andak, akan menghemat bahan bakar minyak sampai 50 persen. 
Selama ini nelayan perlu melaut sejauh 80 mil hingga perbatasan Malaysia untuk 
mendapat ikan. Dengan rumpon, tak perlu jauh-jauh melaut dan area yang dituju 
sudah jelas.........
  Ini yang sudah dilakukan Malaysia yang membangun 7.000 titik rumpon di Selat 
Malaka. ”Maka, ikan-ikan Indonesia pergi ke sana,” tutur Andak..... 
  Ikan gembung dan selayar yang banyak di Malaysia kini bahkan sudah masuk ke 
Indonesia..........
   
  Maaf kalau salah, dalam pengamatan saya....sepertinya budaya eksploitasi 
agraris kita... baik kehutanan, peternakan atau perikanan kita tidak dimulai 
dari budaya "menanam pakan dan atau menyiapkan habitatnya" lebih dulu .. tetapi 
langsung dimulai dengan budaya semacam  kejar, buru dan babat.....
  Padahal budidaya menyiapkan pakan dan habitat (baik untuk manusia, hewan atau 
tanaman) itu sangat menarik lho......
  Akh... mudah-mudahan habis ini Malaysia tak lalu  menanam rumput hijau 
dipantainya  .....saya khawatir nanti sapi-sapi kita pada dengar..... dan dari 
Dumai atau Bagan Siapi-api mereka nanti  pada berenang nyeberang kesana.... 
hehe... maaf bercanda....
   
  Salam,
  aby
   
  (bahan dari WSI/ Kompas)
   


       

Kirim email ke