Curitiba dipimpin seorang urban
planner<
http://bataviase.wordpress.com/2007/07/02/curitiba-dipimpin-seorang-urban-planner/
>
Posted
on 2 July 2007 by bataviaseusdrp

Tahun 1972. Walikota Curitiba yang baru, *Jaime Lerner*, seorang arsitek dan
*urban planner* —saat itu berusia 33— memerintahkan agar enam blok jalanan
diubah fungsinya menjadi zona *pedestrian*.
"*Butuh dua bulan untuk menyelesaikannya,*" kata Kepala Dinas Pekerjaan
Umum.
"*Empatpuluh delapan jam*." Lerner tegas menentukan.
"*Anda gila…*"
"*Ya, saya memang gila. Tapi selesaikan itu dalam 48 jam*"
Dimulai Jumat malam, batu-batu andesitpun dipasang, tiang-tiang lampu dan
kios-kios didirikan, puluhan ribu bunga ditanam. Senin sore semuanya
selesai. Hanya 72 jam.

Zona pejalan kaki ini sebetulnya sudah lama direkomendasikan, pada 1966
sudah disetujui, namun mendapat penolakan dari para pelaku bisnis di area
tersebut. Kepada *New York Times*, Lerner menjelaskan strateginya:

"*Sebagai walikota dengan otoritas lemah, jika saya memulai lalu
menyelesaikannya dalam waktu yang terlalu lama, maka setiap orang akan bisa
menghentikan atau menundanya melalui berbagai tuntutan juridis.
Jika mereka berhasil menunda, maka pekerjaan takkan selesai. Saya harus
bergerak sangat cepat, terutama di awal proyek. Kita sudah lelah
mendiskusikannya. Terkadang yang diperlukan hanyalah *demonstration effect*.
*"

Dan efeknya terbukti positif. Terkesan dengan meningkatnya pendapatan
beberapa hari kemudian, para pemilik toko mulai menuntut area bebas
kendaraan yang lebih luas lagi. Seiring dengan itu, keluhan dan protes dari
para pemilik kendaraan pun bermunculan. Mereka merencanakan unjuk rasa
dengan beramai-ramai berkendara memasuki area pedestrian di hari Sabtu.

Lerner tidak kehilangan akal. Hari Sabtu itu area pedestrian ia penuhi
dengan anak-anak. Mereka tampak begitu ceria dan asyik menggambar ditemani
orangtua dan gurunya. Unjukrasa akhirnya batal. Itulah resistensi terakhir
terhadap proyek zona pedestrian. Kini zona itu sudah mencakup hingga 15
blok.

Pada masa 35 tahun lalu, tidak banyak kota di dunia berpikir pada zona
khusus untuk pejalan kaki, melainkan justru pada pengakomodasian kebutuhan
para pemilik kendaraan pribadi.
Pembangunan zona pedestrian ini merupakan awal dari serangkaian program
berwawasan lingkungan. Ketika kota-kota lain menyambut segala macam industri
tanpa pandang beracun atau tidak, Curitiba hanya mau menerima mereka yang
tidak polutif. Kawasan industri dilengkapi area hijau yang luas bagai
lapangan golf. Dua lusin taman rekreasi dibangun, sebagian besar dilengkapi
danau untuk menampung air yang kadang membanjiri sebagian kota. Di saat
pertumbuhan penduduk meledak, Curitiba berhasil menambah perimbangan kawasan
hijau dari sekitar setengah m2, menjadi 52 m2 per penduduk. Pada 1980an,
Curitiba dinyatakan sebagai "*ibukota ekologi*" tanpa ada saingannya di
dunia.

Curitiba, termasuk salah satu kota terbesar, juga pusat budaya, politik dan
ekonomi di Brazil selatan. Sangat jauh dibanding Jakarta: penduduknya tidak
sampai 2 juta. Total populasi di metropolitan areanya pun hanya mencapai 3,2
juta. Tapi sistem Bus Rapid Transit (BRT)nya menjadi model sistem BRT Los
Angeles (Amerika Serikat) dan Bogota (Kolumbia, yang kemudian menjadi acuan
Jakarta).

Curitiba diakui dunia sebagai kiblat para *urbanist *yang terpesona pada
sistem BRT, sistem daur ulang sampah, dan sistem pertamanannya. Ia merupakan
hasil sepak terjang sang walikota dengan strateginya yang inovatif.
Mungkinkah Curitiba merupakan jawaban atas pertanyaan: "*bagaimana jadinya
suatu kota jika dikontrol oleh mereka yang bukan politikus*"? [sumber:
commondreams.org, wikipedia, New York Times. Foto: curitiba.pr.gov.br]

diambil dari http://bataviase.wordpress.com/

--
Elkana Catur Hardiansah
CPMU USDRP-Planning Officer
Directorate Programme Development
Directorate General Human Settlements
Ministry of Public Works
http://catuy.blogspot.com
http://perencanamuda.wordpress.com/


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

_____________________________________
Milis Ikatan Ahli Perencanaan (IAP)

Untuk keluar dari daftar milis, silakan mengirim email kosong ke

   [EMAIL PROTECTED]

untuk keterangan lain dan berita organisasi silakan kunjungi

   http://www.iap.or.id
Yahoo! Groups Links






-- 
Elkana Catur Hardiansah
CPMU USDRP-Planning Officer
Directorate Programme Development
Directorate General Human Settlements
Ministry of Public Works
http://catuy.blogspot.com
http://perencanamuda.wordpress.com/

Kirim email ke