Waduh sedih banget. Kok ahli zoning dan ngapling di bilang tukang. Kalo gitu 
planner yg nekuni penataan ruang cukup diberikan SKT (Sertifikat Ketrampilan) 
bukan SKA (Sertifikat Keahlian). BSP - IAP perlu revisi kegiatan sertifikasinya 
nih ......
 
Tapi saya yakin kok itu cuma ungkapan rasa lelah dari mas Risfan - yg mengukur 
keahlian penataan ruang dari produk-produk yang dihasilkan selama ini. Banyak 
yang cuma jadi "bantalan kursi", sekalipun sudah di-perda-kan. 
 
Wassalam
AAS 


--- On Sun, 6/29/08, risfano <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: risfano <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [referensi] Khitah sebagai Sarjana Planologi ? Re: Paradigma?
To: [email protected]
Date: Sunday, June 29, 2008, 9:51 AM







Ya nggak gitu lah Pak,

Saya cuma menyarankan supaya click sebentar kurikulum sekolah planologi. Supaya 
ingat bekal-bekal yang pernah dipelajari, dan kemungkinan- kemungkinan aplikasi 
yang bisa dikembangkan. Paling tidak memperluas perhatian, dari aspek 
perencanaan kepada aspek "pengelolaan pemanfaatan" dan "pengendalian" sesuai 
amanat UUPR. Dengan konsekuensi mesti lebih menyentuh aspek manajemen 
pembangunan, dan memahami proses-proses ekonomi, sosial, kelambagaan dan 
politik (pembangunan) yang berkembang di kota/wilayah.
Perencanaan pun, di lapangan saat ini yang banyak ditangani adalah sejenis 
RPJMD, yang mencakup bidang sosial, ekonomi, fisik, budaya, dengan rekomendasi 
yang multi-sektor juga. 

Begitu gawat dan kompleksnya masalah perkotaan/wilayah, begitu lengkapnya bekal 
kuliah semasa sekolah, masak sih terus-menerus tutup mata dengan alasan tugasku 
'cuma zoning dan ngapling'.
Jangan meredusir profesi menjadi sekedar  'tukang zoning dan kapling'.  Sarjana 
adalah intelektual, bukan tukang.  Terima kasih atas tanggapannya.
Salam,
Risfan Munir
--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Sugiono Ronodihardjo <[EMAIL PROTECTED] .> 
wrote:
>
> Rekan milisters ysh,
> Waduh kok sepertinya pada kehilangan pegangan ya ? Hidup ini cuman 'mampir' 
> yang di isi proses pembelajaran terus menerus sampai kita di 'kubur' alias 
> 'dut'. Sepertinya profesi 'planner' dapat ditarik-ulur kayak karet, bisa jadi 
> sangat luas tetapi juga dapat sempit, tergantung kemana focus kita.
> Terlampir ada 'jamu' untuk menguatkan stamina, semoga bermanfaat.
> Wassalam,
> Onnos 
> 
> 
> To: [EMAIL PROTECTED] .: [EMAIL PROTECTED]: Thu, 26 Jun 2008 16:58:43 
> +0000Subject: [referensi] Khitah sebagai Sarjana Planologi ? Re: Paradigma?
> 
> 
> 
> 
> 
> Terima kasih atas tanggapannya, 














      

Kirim email ke