1,5 triliun, tidak sedikit,.. 

Kalau SILPA karena penghematan, patut diacungi jempol,.. 

Tapi kalau SILPA karena mismanajemen, perencanaan yang kurang matang, sistem
penganggaran yang teledor,... Sebuah opportunity cost yangsangat
disayangkan.

 

Saya kebayang kalau 1,5 trillun SILPA ini dipakai buat bikin jalur sepeda di
jakarta bisa berapa kilometer ya,.. huehehehe

 

 

Silpa APBD 2008 Rp 1,5 Triliun

Perencanaan Anggaran DKI Jakarta Belum Efektif

Kamis, 4 September 2008 | 01:37 WIB 

Jakarta, Kompas - Perencanaan dan pembahasan APBD 2008 yang berlarut-larut
berimbas terhadap tingginya kegagalan penyerapan anggaran. Pada akhir 2008,
APBD 2008 yang diperkirakan tidak dapat terserap atau menjadi sisa lebih
penggunaan anggaran mencapai Rp 1,5 triliun.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dani Anwar, mengungkapkan, tingginya
perkiraan sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) itu seusai mengikuti rapat
kerja dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (3/9) di Jakarta Pusat.
Dana yang diperkirakan tidak terserap itu 7,36 persen dari APBD 2008 Rp
20,369 triliun.

Menurut Dani, tingginya jumlah dana yang tidak terserap masih dianggap wajar
karena banyaknya anggaran yang bakal tidak terlaksana sampai akhir 2008.
APBD Perubahan diperkirakan baru selesai akhir September dan proses lelang
baru selesai pertengahan November.

"Banyak proyek fisik yang bakal gagal terlaksana karena waktu yang tersisa
tinggal satu bulan. Proyek yang gagal terlaksana itu menyumbang silpa dalam
jumlah yang besar," kata Dani.

Tingginya jumlah silpa sudah diprediksi banyak anggota DPRD dan pejabat
Pemprov DKI Jakarta. Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Nurmansjah Lubis
mengatakan, tingginya sisa APBD 2008 diduga disengaja Pemprov DKI Jakarta.

Dengan sisa anggaran yang tinggi, kata Nurmansjah, Pemprov DKI Jakarta tidak
perlu menggali pendapatan yang terlalu besar. Di sisi lain, nilai APBD 2009
akan membesar dan dianggap sebagai prestasi. Silpa APBD 2008 itu akan masuk
dalam pos pemasukan APBD 2009.

Dalam RAPBD 2009, Pemprov DKI Jakarta mengusulkan anggaran pembangunan Rp
21,5 triliun atau Rp 1,2 triliun lebih besar dari APBD 2008.

Direktur Institute for Policy Reform, Riant Nugroho, mengatakan, besarnya
perkiraan jumlah silpa dalam APBD 2008 disebabkan lemahnya perencanaan di
Pemprov dan DPRD DKI Jakarta. Kedua lembaga pemerintah daerah itu tidak
memiliki prioritas yang jelas dalam menyusun anggaran sejak 2007. Dengan
demikian, terus molor sampai bulan kesembilan 2008.

Jika dimanfaatkan dengan efektif, kata Riant, anggaran sebesar itu dapat
digunakan untuk mengatasi masalah banjir, mengurangi kemacetan, atau
mengentaskan warga dari kemiskinan.

Sementara itu, Asisten Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Sukri Bey
mengatakan, pihaknya sedang menggenjot penerimaan daerah dari sektor pajak
dan retribusi. Sampai Agustus 2008, penerimaan pajak sudah mencapai Rp 10,09
triliun dari Rp 19 triliun yang ditargetkan.

Percepatan penerimaan daerah itu diperlukan karena banyak proyek akan
digelar mulai September sampai Desember. Salah satu langkah optimalisasi
penerimaan dengan penerapan sistem dalam jaringan (online) untuk wajib pajak
yang potensial.

Di sisi lain, pendapatan daerah dari pajak kendaraan bermotor juga
diperkirakan akan memberi sumbangan besar. Kenaikan pajak kendaraan baru
sebagai dampak peraturan Mendagri yang baru diharapkan turut mendongkrak
pendapatan sampai beberapa puluh miliar rupiah. (ECA)

 

 

Best regards,

 

Benedictus Dwiagus S.

bdwiagus.blogspot.com 

 

- aut viam inveniam aut faciam -

I will either find a way or make one.

B2W-Logo-putih imut

 

<<image001.jpg>>

Kirim email ke