Bung Nuzul dan milister lainnya ysh.
Konsultan itu tidak
selalu lebih pandai. Konsultan itu hanya second opinion saja. Tapi
seharusnya konsultan itu harus tahu makna, atau filosofi atas
pekerjaannya. Kalau dalam rencana tata ruang, khususnya Regional Planning,
memang selalu menggunakan analisis Shift-Share. Itu karena si konsultan
mencontoh dari yang sudah-sudah. Yang sudah begitu, maka dia ikuti saja.
Anehnya si klien itu juga nggak tahu apa guna Shift-Share itu. Sungguh
sangat fatal karena metode Shift-Share itu sifatnya gambaran makro saja
dan preliminary analisis saja. Di dalam buku pinternya diberitahu bahwa
hasil analisis Shift-Share itu tidak boleh dijadikan kesimpulan. Selain
dari itu, kelemahan Shift-Share itu tidak ada kaitan atau implikasi dengan
geografi atau spatial (sifatnya skalar, bukan vektor).Lha kalau nggak ada
kaitan dengan spatial, mengapa dipakai?
Sebetulnya Bung Nuzul,
kelemahan itu tidak hanya dalam analisis Shift-Share, hampir semua
analisis yang ada lemah kaitannya dengan hasil rencananya. Dalam analisis
penduduk misalnya, konsultan sering mencampur data sensus (1960, 1971,
1980, 1990, 2000) dengan non-sensus (misalnya tahun 1993, 1994, 1995,
dst). Jelas itu tidak benar. Begitu juga penilaian dengan sistem scoring,
itu dari sisi metode juga salah, tapi terus saja dipakai. Begitu juga pada
analisis kota yang melakukan pemekaran. Kota hasil pemekaran biasanya
mempunyai laju pertumbuhan lebih dari 4%. Inipun dipercaya dan selalu
dipakai dasar analisis selanjutnya.Padahal laju pertumbuhan penduduk yang
tinggi pada kota hasil pemekaran itu sebagai akibat tambahan wilayah,
bukan pertumbuhan penduduk itu sendiri. Beberapa dokumen tata ruang saya
juga masih sering menemui bahwa dalam analisis PDRB, mereka tidak tahu
makna Current Price dan Contant Price. Ada yang menghitung laju
pertumbuhan ekonomi daerah masih juga menggunakan Current Price.
Konsultan-konsultan begini ini justru bersertifikat.
Yang
masih debating adalah sistem kota-kota yang katanya ada orde 1, orde 2,
orde 3, dan seterusnya. Heran di jaman global dan desentralisasi koq masih
dipakai. Tapi terserah... syariatnya memang gitu kali..
Thanks. CU. BTS.
elemahannya memang
tidak menunjukkan
----- Original Message -----
From: Nuzul
Achjar
To: [email protected]
Sent: Thursday, September
11, 2008 3:37 AM
Subject: Re: [referensi] Bengkok Lurus Kuasa dan
Pembangunan Kota: Shift-share
Pak Aunur, Pak
Risfan, Pak Dwi, Pak Aby dan teman-teman milister Ysh,
Selama
bulan Ramadhan 1429H ini, koq rasa-rasanya saya merasa cerewet sekali
untuk mengomentari berbagai hal, khususnya tentang penataan ruang. Jadi
mohon maaf sebelumnya jika ada yang kurang berkenaan.
Begini
ceritanya. Dalam beberapa kesempatan saya mencoba mereview hasil Rencana
Tata Ruang baik tingkat provinsi maupun Kabupaten yang dibuat konsultan,
khususnya dalam analisis ekonomi regional. Yang menarik adalah hampir
semuanya menggunakan model shift-share. Namun sayangnya, tidak satupun
analisis shift-share tersebut yang "bunyi" dalam konteks tata
ruang, kecuali sekedar angka-angka yang tidak punya makna. Saya tidak tahu
persis asal muasal digunakannya shift-share tersebut yang kemudian
menjalar ke daerah lain.
Tentu tidak pantas saya mereview apa
itu shift-share di milis referensi kita ini, Kalau tokh harus direview,
dalam analisis tersebut sama sekali tidak disentuh makna atau implikasi
dari pengaruh pertumbuhan ekonomi provinsi terhadap pertumbuhan regional,
demikian juga implikasi dari daya saing sektoral (competitive share)
sektor-sektor yang telah diidentifikasi, dan bagaimana hubungannya dengan
konsep tata ruang hingga 10 atau 20 tahun ke depan.
Kalau saja
model shift-share itu sudah nyambung, kita sudah lebih maju selangkah,
walaupun dalam kenyataannya, model shift-share ini sudah tidak
"ampuh" lagi dalam analisis regional kontemporer, kecuali
sebagai referensi historis belaka. Tanpa perbaikan mendasar, kesan Rencana
Tata Ruang itu sekedar barang pajangan yang indah dilihat akan semakin
terasa.
Sekali lagi mohon maaf jika kurang berkenan.
Wassalam,
Nuzul Achjar
Messages
in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
Messages
| Files | Photos | Links | Database | Polls | Calendar
Komunitas
Referensi
http://groups.yahoo.com/group/referensi/
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings
via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Visit
Your Group
Need traffic?
Drive customers
With
search ads
on Yahoo!
Y! Messenger
PC-to-PC
calls
Call your friends
worldwide - free!
Check out the
Y! Groups blog
Stay up to speed
on all things Groups!
.